01/10/2009

Kisah Abdullah bin Umar: Mengikat Tali Persaudaraan dengan Sahabat Ayah

hikayat_1_ed31Abdullah bin Umar bin Khattab sering disebut dengan Abdullah bin Umar atau Ibnu Umar adalah seorang yang shaleh. Keshalehannya sering mendapat pujian dengan disandingkan dengan keshalehan ayahnya, Umar bin Khaththab. Ia masuk Islam sejak masih kecil dan menyertai ayahnya berhijrah ke Madinah bersama Rasulullah Saw.

Ibnu Umar juga terkenal sebagai pedagang sukses yang sangat dermawan. Tak jarang ia memberi sesuatu yang dipakainya kepada seseorang yang lebih membutuhkannya. Seorang Badui pernah mendapat seekor keledai yang dikendarai Ibnu Umar. Orang itu juga menerima sorban yang biasa dipakai di kepalanya. Pemberian kepada orang Badui itu diniatkan Abdullah bin Umar sebagai tali pengikat persaudaraan.

Kisah itu diceritakan salah satu temannya, Ibnu Dinar. Menurut Ibnu Dinar, Abdullah bin Umar selalu mengendarai keledai saat pergi ke Makkah. Kendaraan itu menjadi tunggangan alternatif saat unta yang biasa dibawanya sedang kelelahan.

Suatu ketika, dalam perjalanan menuju ke Makkah dengan mengendarai keledai, Ibnu Umar berpapasan dengan seorang Badui. Ia menyapa orang itu dan bertanya, “Apakah kamu si fulan anak fulan?”
“Benar,” jawab orang Badui itu.

Mendengar jawaban itu, Abdullah bin Umar memberikan keledai yang dikendarainya seraya berkata, “Gunakanlah keledai ini!” Setelah keledai diterima, ia juga menyerahkan sorban yang dipakainya, “Pakailah sorban ini.”

Merasa heran dengan apa yang dilakukan Abdullah bin Umar, Ibnu Dinar berkata, “Semoga Allah mengampunimu karena telah memberi orang Badui ini seekor keledai yang sering kau jadikan kendaraan. Juga selembar sorban yang biasa engkau pakai di kepalamu.”

Ibnu Umar menjawab perkataan temannya, “Sesungguhnya sebaik-baik kebajikan adalah menyambung tali persaudaraan dengan kenalan ayahnya setelah ia wafat. Ayah orang Badui itu adalah sahabat kental ayahku, Umar bin Khaththab.” « [imam]

Sumber: Shahih Riyadhushs Shalihin – Bab Keutamaan Berbuat Baik kepada Kawan Dekat Orangtua, Kerabat, dan Istri – Imam Nawawi


Beri komentar

Email


Artikel sebelumnya
Jajak Pendapat
 

Saat MAGHRIB tiba, dan Anda masih terjebak di kemacetan lalu lintas, apakah Anda

Loading ... Loading ...
Artikel ALiF Terkini
Alifmagz di Facebook
 
 
Peta situs Copyright © AliF Magazine 2010