Buah ini memang dinamakan buah ajaib atau miracle fruit [Synsepalum dulcificum]. Ada juga yang menyebutnya miracle berry, karena buah ajaib ini merupakan buah berry yang berasal dari Afrika Barat. Buah ini berukuran 2-3 cm, lonjong, dan kalau sudah matang berwarna merah ranum. Buah ini dikatakan ajaib karena mampu mengubah rasa maupun pahit di lidah menjadi rasa manis dengan mengonsumsinya. Efek dari buah ini dapat bertahan di lidah selama 15 sampai dengan 30 menit.
Buah ini mengandung sejenis protein yang disebut miraculin. Ketika daging buah ajaib ini kita makan, molekul dari protein miraculin akan mengubah indera perasa di lidah menjadi berespon terhadap rasa asam dan pahit, sehingga mengakibatkan makanan yang rasanya asam atau pahit menjadi manis. Namun, buah ini tidak mengubah kandungan zat suatu makanan, atau mengurangi efek asam terhadap organ tubuh kita. Makanan asam tetap memiliki kandungan asam yang memiliki akibat tertentu pada organ.
Pertama kali ditemukan oleh seorang penjelajah bernama Chevalier des Marchais tahun 1725 di Afrika Barat. Marchais memperhatikan bagaimana penduduk Afrika Barat selalu mengunyah buah ini sebelum makan. Tanaman dari buah ajaib tumbuh seperti perdu, dan buah dapat dipanen dua kali setahun di akhir musim penghujan. Tanaman yang hidup di daerah tropis ini tidak dapat bertahan di daerah dingin. 
Selain mengubah rasa asam dan pahit menjadi manis, buah yang bentuknya seperti buah jamblang ini sedang mendapatkan perhatian khusus di rumahsakit Mount Sinai, Amerika. Penelitian dilakukan karena buah ini terbukti dapat mengembalikan nafsu makan pasien kanker yang hilang akibat kemoterapi. Selain itu beberapa peneliti dari Amerika juga sedang melakukan penelitian mengenai manfaat buah ini terhadap penyakit kencing manis dan obesitas. Ini disebabkan walaupun buah ini dapat membuat segalanya terasa manis, namun tidak mengandung banyak kalori seperti pemanis lainnya. « [esthi] – foto/ilustrasi: google