Sekelompok remaja Bandung menciptakan permainan unik. Games tersebut mereka namakan “Angklung Heroes” & “Nusa Challenge.” Games ini seolah ingin mengimbangi dominasi peredaran games bergaya Jepang dan Barat di Indonesia.
Sekelompok anak muda kreatif asal Bandung prihatin mencermati peredaran games di Indonesia selama ini. Rata-rata, games tersebut tidak menyuguhkan nilai edukatif dan budaya khas Indonesia. Maka, mereka pun membuat wadah kreasi yang bergerak di bidang multimedia, bernama ABIGDEV. Pendirinya adalah: Fajar Persada, Yosi Madsu, Saptoko Nugroho, Akbar PF, Rahmat Sobari, Melisa Intanola, dan Digita Akbariah. Semula ada beberapa orang lagi yang akan memajukan ABIGDEV, namun karena berbagai hal, mereka mengundurkan diri. Setelah beberapa kali diskusi mencari ide dan konsep, Fajar dkk. akhirnya sepakat untuk membuat games berciri khas budaya Indonesia, yakni Angklung Heroes dan Nusa Challenge.
“Sebetulnya ini adalah proyek bersama dan beberapa orang sempat bergabung di ABIGDEV. Selanjutnya, game Angklung Heroes lahir bersamaan dengan game Nusa Challenge. Yang menjadi project leader Angklung Heroes adalah Digita Akbariah dibantu William Senjaya, tapi sekarang membentuk Ina Soft. Sedangkan untuk Nusa Challenge project leader-nya Yosi Madsu dan saya sendiri,” ujar Fajar mewakili ABIGDEV.
Sejak pertama kali digagas, Angklung Heroes dan Nusa Chalengge memang direncakan dikemas sangat khas budaya daerah di Indonesia, misalnya dari aspek sound musik dan tampilan visualnya yang sangat kental dengan nilai Indonesia. Menurut Fajar, program game ini digarap selama tiga bulan dengan melibatkan 12-14 orang yang terbagi menjadi dua tim. Sedangkan software pendukungnya adalah Flash. Games ini bisa dimainkan oleh anak-anak berusia 6 tahun ke atas.
“Dua games tersebut memunyai motif untuk dapat memperkenalkan budaya bangsa. Tujuannya agar nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga. Nusa Challenge mengenalkan potensi yg terdapat pada setiap provinsi, sedang pada Angklung Heroes mengenalkan nyanyian daerah,” jelas Fajar yang pendidikan terakhirnya diselesaikan di Sekolah Tinggi Komputer Widyatama. Khusus untuk Angklung Heroes, Fajar mengatakan, game ini mudah sekali dimainkan. Dengan hanya menekan tombol r, z, x, c, v pada tuts komputer, dan menggoyangkan mouse setiap nada yang melewati batas turun, para gamer bisa mengetahui lagu-lagu daerah dengan irama angklung. “Angklung adalah salah satu jenis alat musik dari Jawa Barat dan cukup mewakili kami yang berasal dari Bandung,” ujar lelaki kelahiran 13 Maret 1982 ini.
Kini Fajar dkk sedang mempresentasikan games tersebut kepada berbagai pihak agar semakin dikenal oleh masyarakat luas. Menurutnya, Angklung Heroes sempat dirilis November 2009, tapi ditarik lagi untuk ditawarkan kepada sponsor. Sedangkan Nusa Challenge sudah diperkenalkan via facebook, dengan alamat: apps.facebook.com/nusachallenge.
Lantas apa yang diharapkan dengan menciptakan dua games bercitra rasa Nusantara ini? Fajar menjawabnya enteng. “Ya harapannya, dapat memberikan batasan perlindungan dari budaya-budaya yang diklaim oleh bangsa lain.” « [yogira] – foto: fajar & ABIGDEV
Boks:
ABIGDEV
PT Inti, Lantai 3 GPT,
Jl. Moch Toha No 77 Bandung
Tel 0815-6298333 [Fajar Persada]
wah hebat jarang2 ada orang yg menciptakan permainan yg bisa mengenal negara indonesia,alan musik indonesia,dan budaya indonesia salut deh pokoknya.
wahh,,,, keren ada games yang berasal dari kesenian sunda.
Game yang bagus…