T: Apakah menyukai produk barang dan jasa umat non-Muslim dan mengikuti komunitas yang bukan keagamaan umat non-Muslim, seperti komunitas hobby, club, sosial, dan lain-lain berarti kita menjadi golongan mereka baik di dunia dan di akhirat?
Fulan – via surel
A. Wahib Mu’thi:
Amal manusia yang diterima Allah di akhirat tergantung niatnya, bukan dari cara dan hasilnya. Amal manusia pun dilihat dari nilai manfaat dan mudharat-nya perbuatan seseorang, baik untuk dirinya sendiri, maupun orang lain. Jika Anda berniat memakai produk dan jasa umat non-Muslim untuk tujuan yang baik dan manfaatnya lebih banyak dari mudharat-nya, mengapa tidak? Asalkan tujuannya tidak diharamkan oleh agama. Demikian juga dengan mengikuti komunitas umat non-Muslim. Anda diperbolehkan mengikutinya asalkan komunitas tersebut tidak bersifat ritual dan tidak bertujuan untuk mengubah akidah Anda. Namun, alangkah baiknya, sebelum mengikuti komunitas tersebut harus dipikirkan dulu, kualitas manfaatnya atau mudharat-nya. Kalau manfaatnya berkualitas untuk pengembangan diri dan tidak menyalahi syariat Islam, kegiatan tersebut diperbolehkan. Sekali lagi, di akhirat nanti, Allah menggolongkan manusia sesuai amal dan perbuatannya secara individual ketika hidup di dunia, bukan karena kelompok atau komunitasnya. Demikianlah, Wallâhu a’lam. « []