Tanya :

Saya berencana utk menikah dengan seorang teman wanita,yang kebetulan kami berdua berasal dari suku Madura. Kebiasaan di keluarga kami,sebelum menikah disarankan meminta pemantapan niat melalui istikharoh kepada seorang ulama. Kebetulan dari keluarga saya, ulama tersebut berdomisili di Madura,dan dari keluarga calon wanita, berdomisili di Surabaya.

Kondisi yg “menarik” adalah bahwa dari kedua istikharoh tersebut memiliki hasil yg kurang lebih sama, intinya adalah sebaiknya kami tidak jadi menikah. Dari penjelasan keluarga wanita,ketika Kyai tersebut membuka kitab suci Al-Quran,ayat yg terbuka adalah surat Nuh ayat no 27. Apa ada arti spesifik dari ayat tersebut? Yang ingin saya diskusikan juga, apa sebaiknya kami mengikuti saran kedua ulama tersebut, atau tidak? Saya sangat berharap Ustadz dapat memberikan saran atau gambaran yang lebih jelas terhadap permasalahan
yang saya hadapi.

Terimakasih Ustadz.

(A. Haikal – via formulir pertanyaan)

Jawab :

Al-Qur’an surah Nuh [71] ayat 27 itu berbunyi (maknanya) kurang lebih demikian: “Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.” Ayat ini adalah doa Nabi Nuh agar Allah tidak membiarkan orang kafir hidup ketika akan terjadi badai besaar. Boleh jadi yang “ditangkap” oleh Kyai tersebut adalah ada semacam “isyarat” bahwa perkawinan Anda dan calon istri Anda kelak akan melahirkan anak-anak yang tidak baik, seperti terdapat pada bagian akhir ayat itu: … tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir. Tetapi, tidak ada yang mengetahui yang gaib (termasuk apa yang akan terjadi kelak) selain Allah swt.

Selain itu, yang disunnahkan oleh Nabi saw. untuk beristikharah adalah orang bersangkutan yang mempunyai hajat atau “kepentingan”. Dalam hal ini, Andalah yang sebaiknya beristikharah, karena Anda yang “berkepentingan” (Lihat Shahih Bukhari nomor 1162). Saran saya, cobalah Anda lakukan shalat istikharah dengan penuh khusyuk. Kalau perlu tidak satu kali. Mudah-mudahan Allah menunjukkan yang terbaik untuk Anda.

Demikian, wallahu a’lam.

(Muhammad Arifin, Dewan Pakar Pusat Studi al-Quran)

===

Anda juga bisa bertanya dengan mengisi form berikut :

Required fields are marked *.

Your information
Your message
Confirmation