Tanya:
Biasa terjadi di masyarakat kita dalam berkurban adalah berkumpul tujuh orang untuk satu ekor sapi/kerbau. Pertanyaannya:

(1) Apakah boleh bayaran peserta qurban berbeda dalam satu ekor kerbau, misalnya ada peserta yang membayar 2 juta sementara yang lain hanya membayar Rp. 500.000,-, padahal mereka satu kelompok/ menyembelih hewan qurban yang sama.

(2) Apakah boleh peserta qurban dikumpulkan dengan non peserta qurban, misalnya setelah harga hewan qurban dibagi tujuh, hanya tiga bagian yang dibayar peserta qurban karena pesertanya memang hanya tiga orang, sementara yang empat bagian adalah sembelihan biasa dan tidak dibagikan sebagai daging kurban?

[Syamsuatir via surel]

Jawab:
1) Pada prinsipnya kurban satu ekor sapi itu berlaku untuk/atas nama tujuh orang secara sama rata. Misalnya harga satu ekor sapi Rp10.500.000, maka satu orang membayar Rp. 1.500.000. Tetapi jika ada salah seorang yang hanya mampu membayar Rp. 500.000, boleh saja yang lain menutupi kekurangannya asal dilakukan dengan kerelaan hati, tidak dengan keterpaksaan. Orang yang menutupi kekurangannya itu berniat membantu temannya, bukan mengutanginya. Sebab, kurban itu sunnah, tidak harus dilakukan dengan cara berutang. Dalam hal ini, pahala orang yang membantu insya Allah lebih besar daripada yang lain. Sekali lagi, semua itu harus dilakukan dengan kerelaan hati, dalam arti yang kurang mampu tidak harus memaksa diri untuk berkurban, atau meminta bantuan orang lain untuk menggenapkan uangnya agar bisa berkurban.

2) Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal dan mazhab Imam Syafi’i membolehkan bergabungnya orang yang memotong sapi dengan niat kurban dengan orang yang berniat untuk mengambil dagingnya saja, bukan sebagai kurban untuk dibagi-bagikan. Demikian kurang lebih Ibnu Qudamah dalam bukunya, al-Mughni. Ibnu Qudamah adalah penganut mazhab Hanbali. Lebih lanjut, Ibnu Qudamah mengatakan, “Menurut kami, bagian daging hewan yang dibagi tidak berkurang dengan keinginan atau niat salah seorang peserta untuk selain kurban, maka boleh dilakukan. Demikian halnya, apabila sebagian peserta pemotongan sapi itu berniat untuk kurban, sementara yang lain berniat untuk membayar fidyah, itu juga boleh.” Sementara mazhab Imam Malik berpendapat tidak boleh menggabungkan peserta kurban dengan non-peserta kurban dalam satu ekor hewan sembelihan.

Wallahu a’lam.

[Muhammad Arifin – Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an]

===

Anda juga bisa bertanya dengan mengisi form berikut:

Tagged on: