Tanya:
Assalamu’alaikum wr.wb.

Pak Ustadz, bolehkah saya tahu surat atau ayat apa yang bisa membantu mengurangi/ menghilangkan rasa sedih, dengki dan marah dihati Pak? Selama ini saya selalu membaca surat Al-Fatihah Pak.

Dan Pak Ustadz, bolehkah kita membaca doa selain surat pendek setelah surat Al-Fatihah di dalam Solat?

Terima kasih Pak Ustadz.

wassalamu’alaikum wr. wb.

[hervina – via formulir pertanyaan]

Jawab:
Wa’alaikumussalam wr. wb.

Semua surah al-Qur’an secara umum merupakan obat penawar hati. Coba kita baca firman Allah yang artinya demikian: Katakan, “Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh (syifâ’) bagi orang-orang beriman.” (Q.S. Fushshilat [41]: 44). Juga ayat berikut: Dan Kami turunkan dari al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar (syifâ’) dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (al-Qur’an) itu hanya akan menambah kerugian. (Q.S. al-Isrâ’ [17]: 82). Rasa sedih, dengki, iri, gundah, galau, dan sebagainya dapat dihilangkan dengan banyak-banyak membaca al-Qur’an. Termasuk di dalamnya membaca al-Fatihah sebagai Umm al-Kitâb.

Selain itu, ada doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. untuk menghilangkan rasa sedih atau gundah. Beliau bersabda, “Tidak ada musibah, atau kesedihan, atau kegundahan apa pun, yang menimpa seorang Muslim lalu ia berdoa: [Allâhumma innî ‘abduka wa ibnu amatik. Nâshiyatî fî yadik. Mâdhin fiyya hukmuk. ‘Adlun fiyya qadhâ’uk. As’aluka bikulli ismin huwa lak sammayta bihî nafsak, aw anzaltahû fî kitâbik, aw ‘allamtahu ahadan min khalqik, aw ista’tsarta bihi fî ‘ilm al-ghayb ‘indak, an taj‘ala al-Qur’âna rabî‘a qalbî, wa jalâ’a huznî, wa dzahâ hammî] kecuali Allah menghilangkan kegundahannya dan menggantikan kesedihannya dengan kegembiraan.

Arti doa itu adalah: Ya Allah. Aku adalah hamba-Mu, dan anak hamba-Mu. Ubun-ubunku ada di tangan-Mu. Berlaku padaku ketentuan-Mu. Adil pula putusan hukum-Mu terhadap aku. Aku bermohon kepada-Mu –dengan semua nama yang Engkau namakan Diri-Mu, atau nama yang Engkau turunkan dalam Kitab Suci-Mu, atau nama yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari hamba-Mu, atau nama yang Engkau simpan dalam ilmu gaib di sisi-Mu– agar Engkau jadikan al-Qur’an sebagai penerang hatiku, dan pengusir kesedihanku dan kegundahanku.

Marah dapat diobati dengan banyak-banyak membaca a‘ûdzu billâh min asy-syaythân ar-rajîm (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk). Sebab, marah bersumber dari setan. Allah berfirman: Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah (dengan membaca a‘ûdzu billâh min asy-syaythân ar-rajîm). Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Q.S. al-A‘râf [7]: 200). Marah juga dapat diredakan dengan cara berwudhu. Dalam hadits disebutkan, “Marah itu datang dari setan, sedang setan tercipta dari api. Dan api hanya dapat dipadamkan dengan air. Maka apabila salah seorang dari kamu sedang marah, hendaklah ia berwudhu.” Ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lain-lain.

Terkait pertanyaan kedua, yang wajib dibaca dalam shalat –baik itu shalat fardhu maupun shalat sunnah– adalah surah al-Fâtihah, sesuai sabda Nabi saw.: “Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca al-Fatihah.” (HR Enam Perawi). Maka orang yang sama sekali tidak hafal ayat atau surah al-Qur’an selain al-Fatihah, shalatnya tetap sah walaupun tidak membaca surah pendek setelah al-Fatihah.

Membaca beberapa ayat atau surah pendek itu sendiri dalam shalat hukumnya sunnah (dianjurkan) setelah membaca al-Fatihah. Sedangkan membaca doa –apalagi kalau bukan termasuk doa atau bacaan shalat– sebagai pengganti surah pendek, saya tidak tahu ada anjurannya. Oleh karena itu, berusaha menghafal beberapa surah atau ayat pendek untuk dibaca setelah al-Fatihah dalam shalat lebih baik daripada membaca doa sebagai pengganti surah pendek.

Demikian, wallahu a’lam.

[Muhammad Arifin, Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an]

===

Anda juga bisa bertanya dengan mengisi form berikut :

Required fields are marked *.

Your information
Your message
Confirmation

Tagged on: