Tanya:
Assalamu’alaikum wr. wb.

Ustadz, saya memiliki teman, ketika sedang shalat sunnah dua rakaat ba’da Dzuhur, tiba-tiba datang seorang teman lainnya dari belakang kemudian menepuk pundak teman saya (masbuk) kemudian ia menambah rakaatnya hingga empat rakaat (shalat Dzuhur). Bagaimana menurut pendapat ustadz tentang kejadian tersebut?

Wassalam.

[Jambari - via formulir pertanyaan]

Jawab:
Wa’alaikumussalam wr. wb.

Orang yang melakukan shalat fardhu boleh saja bermakmum kepada orang yang sedang melakukan shalat sunnah selama jenis kedua shalat itu sama. Misalnya imam sedang shalat tarawih (sunnah), kemudian ada orang bermakmum kepadanya dengan niat shalat Isya. Itu boleh. Tetapi apabila imam sedang shalat jenazah pada waktu Zhuhur, lalu ada orang bermakmum dengan niat shalat Zhuhur, itu tidak boleh. Karena shalat jenazah tidak sejenis dengan shalat Zhuhur, tidak ada ruku, sujud, dan taysahudnya.

Dalam hal seseorang sedang melakukan shalat sunnah dua rakaat ba’da Zhuhur, misalnya, lalu ada orang yang berniat shalat Zhuhur dan bermakmum kepadanya, shalat kedua orang itu sah dengan niat masing-masing. Hanya saja, orang yang dijadikan imam seperti teman Anda itu tidak perlu menggenapkan shalatnya menjadi empat rakaat seolah-olah sedang shalat Zhuhur. Dia cukup menyelesaikan shalat sunnahnya dua rakaat. Sang makmumlah yang kemudian harus menyempurnakan menjadi empat rakaat.

Demikian, wallahu a’lam.

[Muhammad Arifin, Dewan Pakar Pusat Studi al-Quran]

===

Anda juga bisa bertanya dengan mengisi form berikut :

Required fields are marked *.

Your information
Your message
Confirmation

Tagged on: