Tanya:
Assalamualaikum,

Akhir-akhir ini banyak bermunculan lokakarya tentang aktivasi otak tengah ataupun aktivasi qrak. Yang ingin saya tanyakan adakah kemungkinan aktivasi-aktivasi tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Islam?

Terima kasih,

Salam,

[Fajar via email]

Jawab:
Wa’alaikumussalam wr. wb.

Iya. Dewasa ini banyak upaya pengembangan potensi diri bermunculan. Tidak terbatas pada potensi fisik, tapi juga non-fisik. Di segi fisik, misalnya, ada bela diri yang tak perlu bersentuhan dengan obyek (musuh) sudah mampu mengguling-gulingkan musuhnya. Berbeda sekali dengan apa yang terjadi pada diri Rasulullah SAW yang kita peroleh dari sirah nabawiyah bahwa beliau beberapa kali terluka, berdarah-darah, pecah gigi, dalam pertempuran atau penganiayaan.

Di segi mental spiritual, Rasulullah SAW hanya menganjurkan untuk meningkatkan ketaqwaan melalui berbagai ibadah yang dicontohkan beliau. Belum atau tidak kita temukan adanya ritual atau praktek khusus pengaktifan berbagai potensi yang dimiliki oleh manusia. Karena, pada dasarnya diri manusia telah diciptakan Allah SWT sangat seimbang, ada
mekanisme yang mampu untuk menetralkan sesuatu yang terjadi secara tidak normal sampai pada titik tertentu yang terjangkau. Indikasi equilibrium (homeostatis) ini dapat kita baca misalnya dalam Q.S. 82:7.

Bahwa potensi-potensi manusia memang dahsyat, dapat diaktualisasikan dengan hal-hal yang biasa, berupa latihan-latihan fisik dan riyadhah yang diajarkan agama. Bermunculannya berbagai upaya mendongkrak kemampuan khusus tentu harus dilihat dari cara dan akibat-akibat jangka panjangnya secara cermat. Tak sedikit yang orientasinya pada keuntungan materi.

[M. Darwis Hude - Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran]

===

Anda juga bisa bertanya ke kami dengan mengisi formulir berikut :

Required fields are marked *.

Your information
Your message
Confirmation

Tagged on: