Tanya:
Ada hadistnya enggak hak istri mengenai harta suaminya, walaupun sang istri juga bekerja. Karena selama ini suami tidak memberikan seluruh gajinya ke istri.

[Erna via email ke redaksi]

Jawab:
Bukan cuma ada di dalam hadis, di dalam Alquran juga secara jelas disebutkan bahwa suami berkewajiban memberi nafkah kepada istri dan anaknya. Mari kita lihat ayat berikut: Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. (QS al-Baqarah [2]: 232).

Kewajiban suami yang dimaksud itu tidak gugur walaupun istrinya bekerja, atau memiliki harta pemberian dari orangtuanya, atau memiliki warisan, atau bahkan kalau istrinya lebih kaya dari sang suami. Di sinilah, antara lain, kita bisa memahami mengapa hak waris anak laki-laki lebih besar daripada anak perempuan, karena perempuan tidak berkewajiban menafkahi suami atau anak-anak, sementara suami berkewajiban menafkahi istri dan anak-anaknya.

Dahulu pernah ada seorang perempuan mengadukan suaminya yang pelit kepada Rasulullah saw. “Bolehkah aku mengambil uangnya tanpa sepengetahuannya?” Begitu kira-kira tanya perempuan itu kepada Rasulullah saw. Beliau menjawab, “Ambillah secukup kebutuhanmu dan kebutuhan anak-anakmu dengan cara yang patut.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. Ini jelas membuktikan bahwa ada hak istri dan anak-anak pada harta suami.

Perkara suami tidak memberikan seluruh gajinya kepada istri, itu soal lain. Meski suami berkewajiban memberi nafkah kepada istri (makan, minum, pakaian, tempat tinggal, dan lain-lain), itu bukan berarti bahwa suami harus menyerahkan seluruh gajinya kepada istri. Setahu saya, dalam Islam tidak ada kewajiban suami untuk memberikan seluruh gajinya kepada istri. Wallahu a’lam.

[Muhammad Arifin - Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur'an]

===
Anda juga bisa bertanya dengan mengisi formulir berikut :

Required fields are marked *.

Your information
Your message
Confirmation

Tagged on: