<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ALiF Magazine &#187; Ikhtiar</title>
	<atom:link href="http://www.alifmagz.com/category/artikel/ikhtiar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.alifmagz.com</link>
	<description>Alhamdullillah It&#039;s Friday</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 08:06:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Jualan Mukena di Dunia Maya</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2009/11/26/jualan-mukena-di-dunia-maya/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2009/11/26/jualan-mukena-di-dunia-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 03:34:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikhtiar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/wp/?p=5318</guid>
		<description><![CDATA[Berbisnis sambil beramal ternyata bukan tak mungkin dilakukan. Contohnya seperti yang dilakukan Indri dan Nina dengan berjualan mukena. Kakak beradik, Indri Astuti dan Nina Khaerani sangat paham bahwa mukena adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berbisnis sambil beramal ternyata bukan tak mungkin dilakukan. Contohnya seperti yang dilakukan Indri dan Nina dengan berjualan mukena.</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-5320" style="margin: 5px 10px;" title="ikhtiar_1_ed35" src="http://www.alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2009/11/ikhtiar_1_ed35.jpg" alt="ikhtiar_1_ed35" width="108" height="146" />Kakak beradik, <strong>Indri Astuti </strong>dan <strong>Nina Khaerani </strong>sangat paham bahwa mukena adalah perlengkapan ibadah yang tidak mengenal musim. Tiap saat para Muslimah pasti membutuhkannya untuk menyempurnakan ibadahnya. Mereka berdua juga sangat paham bahwa umumnya Muslimah memiliki keinginan untuk memakai mukena yang indah. Apalagi perlengkapan ini memang digunakan khusus untuk ‘berhubungan langsung’ dengan Sang Khalik. Dari sinilah ide untuk berbisnis mukena hadir.</p>
<p>Nina Khaerani yang lulusan Planologi, ternyata menyukai desain. Ia memutuskan untuk membuka usaha pembuatan mukena sendiri pada tahun 2006. Usaha rumahan ini didukung Indri Astuti, sang kakak yang masih bekerja menjadi Pegawai Negeri Sipil. Indri yang ahli hukum ini sangat suka mengutak-atik komputer. Sehingga dalam bisnis ia menempatkan diri sebagai bagian pemasaran, dengan memasarkan produk mukena lewat <em>online</em>.</p>
<p>Berikut ini poin-poin penting dari usaha ini menurut Indri Astuti:<strong></p>
<p>Tujuan berbisnis mukena:</strong><br />
Ingin berbisnis sekaligus mencari tambahan amal ibadah untuk diri sendiri maupun keluarga, sekaligus menciptakan sinergi di dalam keluarga.<img class="alignright size-full wp-image-5321" style="margin: 5px 10px;" title="ikhtiar_2_ed35" src="http://www.alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2009/11/ikhtiar_2_ed35.jpg" alt="ikhtiar_2_ed35" width="134" height="200" /></p>
<p><strong>Sistem yang digunakan:</strong></p>
<ul>
<li>Sistem online karena lebih praktis, murah, tak ada biaya iklan [hanya biaya layanan internet dari <em>provider</em>], tidak perlu punya toko.</li>
<li>Selain itu juga dilakukan sistem keagenan karena selain adil sekaligus menjaga hubungan silaturahmi yang berkelanjutan antara penjual dan pembeli.</li>
<li>Dalam sistem keagenan dibagi atas agen <em>silver</em>, <em>gold</em>, dan <em>platinum </em>dengan jumlah diskon yang berbeda untuk setiap tingkatan agen.</li>
</ul>
<p><strong><br />
Kemampuan produksi:</strong></p>
<ul>
<li>Pada bulan puasa dan menjelang hari Raya &#8216;Idul Fitri bisa mencapai 40 lembar per hari.</li>
<li>Untuk hari biasa sekira 20-30 lembar per hari.</li>
</ul>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-5322" style="margin: 5px 10px;" title="ikhtiar_4_ed35" src="http://www.alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2009/11/ikhtiar_4_ed35.jpg" alt="ikhtiar_4_ed35" width="299" height="200" /><br />
Penjualan per bulan:</strong></p>
<ul>
<li>Sekira 400-700 lembar, dengan kisaran harga sekira Rp 120.000 &#8211; Rp 180.000/lembar, sajadah anak Rp 105.000/lembar, sajadah dewasa Rp 125.000/lembar, tas/<em>backpack </em>anak untuk mengaji Rp 75.000 – Rp 105.000/buah.</li>
</ul>
<p><strong>Keuntungan:</strong></p>
<ul>
<li>Didapat setelah bisnis berjalan selama 2 tahun.</li>
</ul>
<p><strong>Permasalahan yang umumnya timbul:</strong></p>
<ul>
<li>Kosongnya stok mukena padahal banyak permintaan.</li>
<li>Tidak adanya bahan/kain untuk produksi.</li>
<li>Harga kain dan benang tidak stabil.</li>
<li>Pegawai yang tidak masuk kerja.</li>
<li>Mesin tidak berproduksi. <img class="alignright size-full wp-image-5323" style="margin: 5px 10px;" title="ikhtiar_3_ed35" src="http://www.alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2009/11/ikhtiar_3_ed35.jpg" alt="ikhtiar_3_ed35" width="150" height="200" /></li>
</ul>
<p><strong>Cara menghadapinya:</strong></p>
<ul>
<li>Berusaha untuk menjaga agar stok kain, benang dan mukena tidak kosong sama sekali.</li>
<li>Mencari pegawai yang dibayar harian untuk mengatasi pegawai yang tidak masuk kerja.</li>
</ul>
<p><strong><br />
</strong><span style="color: #ff0000;"><img class="alignleft size-full wp-image-5319" style="margin: 5px 10px;" title="ikhtiar_5_ed35" src="http://www.alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2009/11/ikhtiar_5_ed35.jpg" alt="ikhtiar_5_ed35" width="299" height="200" /></span><strong>Tips berbisnis mukena di dunia maya:</strong></p>
<ul>
<li>Ikhlas.</li>
<li>Pantang menyerah.</li>
<li>Banyak belajar dari yang telah sukses.</li>
<li>Belajar juga lewat seminar, majalah, buku, atau jaringan pertemanan pengusaha Muslim [misalnya komunitas Tangan Di Atas, bergabung dengan blog-blog pengusaha, dan sebagainya]. « <strong>[esthi] – foto: dok pribadi</strong></li>
</ul>
<p><span style="color: #ff0000;">Box</span><br />
<strong>Gudang Mukena</strong><br />
Laman: <em><strong>http://gudangmukena.blogspot.com, http://rumahjilbabbunda.blogspot.com</strong></em><br />
Surel: <em><strong>indri_73@ymail.com</strong></em></p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F26%2Fjualan-mukena-di-dunia-maya%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F26%2Fjualan-mukena-di-dunia-maya%2F&amp;linkname=Jualan%20Mukena%20di%20Dunia%20Maya" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F26%2Fjualan-mukena-di-dunia-maya%2F&amp;linkname=Jualan%20Mukena%20di%20Dunia%20Maya" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F26%2Fjualan-mukena-di-dunia-maya%2F&amp;linkname=Jualan%20Mukena%20di%20Dunia%20Maya" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F26%2Fjualan-mukena-di-dunia-maya%2F&amp;linkname=Jualan%20Mukena%20di%20Dunia%20Maya" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F26%2Fjualan-mukena-di-dunia-maya%2F&amp;linkname=Jualan%20Mukena%20di%20Dunia%20Maya" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F26%2Fjualan-mukena-di-dunia-maya%2F&amp;linkname=Jualan%20Mukena%20di%20Dunia%20Maya">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2009/11/26/jualan-mukena-di-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Menyehatkan Orang</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2009/11/13/bisnis-menyehatkan-orang/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2009/11/13/bisnis-menyehatkan-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 06:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikhtiar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/wp/?p=5118</guid>
		<description><![CDATA[Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Mungkin ungkapan ini paling tepat disematkan kepada Rifanzi yang kini membuka usaha peternakan kambing Etawa. Ya, karena pernah kuliah di jurusan peternakan Universitas Padjadjaran, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-5221" style="margin: 5px 10px;" title="ikhtiar_head_ed34" src="http://www.alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2009/11/ikhtiar_head_ed34.jpg" alt="ikhtiar_head_ed34" width="141" height="209" />Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Mungkin ungkapan ini paling tepat disematkan kepada Rifanzi yang kini membuka usaha peternakan kambing Etawa. Ya, karena pernah kuliah di jurusan peternakan Universitas Padjadjaran, Rifanzi tak mau menyia-nyiakan ilmu ternaknya. Lantas, mengapa lelaki ini lebih memilih beternak kambing Etawa?</strong></p>
<p>Di sebuah lahan berbukit di kawasan Gambung, Bandung Selatan, terdapat sebuah peternakan kambing Etawa berbadan hukum CV Lakta Tridia. Peternakan ini adalah milik pengusaha muda Rifanzi yang kini baru berusia 27 tahun. Rifanzi membuka lahan peternakan ini pada November 2005 saat dirinya masih mahasiswa Jurusan Peternakan di Universitas Padjadjaran. Semula usaha ini dijalankan dengan tiga temannya. Namun, kini hanya Rifanzi yang menjalankan usaha peternakan ini, dibantu 10 karyawan. “Dulu usaha ini mengandalkan modal berempat. Tapi saya sekarang jadi usaha sendiri,” ujar lelaki asal Lampung ini.</p>
<p>Sebelum akhirnya menemukan lahan di Gambung yang cocok sebagai usaha ternak kambing Etawa, Rifanzi sempat mencari lahan di kawasan Sukabumi dan Bogor. Menurutnya, Gambung adalah kawasan yang cocok untuk mengembangbiakan kambing Etawa karena berbagai faktor. Di antaranya, ketersediaan pakan, air, dan kondisi tanah serta udara.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-5120" style="margin: 5px 10px;" title="ikhtiar_1_ed34" src="http://www.alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2009/11/ikhtiar_1_ed34.JPG" alt="ikhtiar_1_ed34" width="125" height="189" /></strong>Sejak pertama buka usaha ini sampai sekarang, Rifanzi berhasil mengumpulkan 100 ekor kambing Etawa yang kebanyakan betina. Dari kambing betina inilah menghasilkan susu sebanyak 20-25 liter per hari dengan harga 35-45 ribu rupiah per liter, dan dijual per cup Rp 7.000 – Rp 9.000 rupiah. Kambing Etawa miliknya ini kebanyakan dibeli dari Yogyakarta. Susu kambing Etawa banyak sekali manfaatnya, khususnya untuk kesehatan. “Susu kambing besar sekali potensinya, bukan hanya dari sisi bisnis, tetapi juga bagi kesehatan manusia,” ujar Rifanzi.</p>
<p>Dari sisi bisnis, Rifanzi tak merasa kuatir. Menurutnya, penjualan susu kambing Etawa sudah jelas distribusinya. Dia sudah memiliki agen penjualan di beberapa dearah di Jawa Barat dan Jakarta. Untuk mendukung penjualannnya, Rifanzi pun mempromosikan usaha ternaknya ini lewat situs internet. “Kami mengutamakan kualitas. Itulah salah satu keunggulan susu kambing Etawa dari perusahaan ini. Usaha susu Etawa kami satu-satunya yang terdaftar di badan POM dan bersertifikat halal,” imbuh Rifanzi.<img class="alignright size-full wp-image-5122" style="margin: 5px 10px;" title="ikhtiar_3_ed34" src="http://www.alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2009/11/ikhtiar_3_ed34.JPG" alt="ikhtiar_3_ed34" width="114" height="173" /></p>
<p>Meski usaha peternakan susu kambing Etawa ini potensial, Rifanzi tak memungkiri ada masalah-masalah yang perlu dicermati, terutama pada kondisi kambing-kambingnya. Binatang ternak untuk usaha benar-benar harus diperlakukan istimewa. Kambing harus dirawat ekstra keras dan hati-hati. “Ini semacam produk dunia akhirat, karena kami memperlakukannya dengan kasih sayang dan penuh perhatian. Kami merasa berdosa kalau berbuat kesalahan pada kambing-kambing yang kami ternakkan,” tegas Rifanzi.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-5125" style="margin: 5px 10px;" title="ikhtiar_6_ed34" src="http://www.alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2009/11/ikhtiar_6_ed34.JPG" alt="ikhtiar_6_ed34" width="122" height="184" />Dengan usahanya ini, Rifanzi bisa menghasilkan rata-rata penjualan susu 800 liter per bulan. Kalau dikalikan dengan harga per 35-45 ribu liter, bisa dibayangkan berapa keuntungannya? Nah, bagi yang ingin membuka usaha peternakan ini, biasanya modal yang harus disediakan dalam skala kecil sekira 50 juta rupiah untuk 10 kambing, kandang, dan pemeliharaan. Itu pun dengan konsep kemitraan. Tentu jumlah tersebut berbeda dengan modal awal yang dikeluarkan Rifanzi karena peternakannya terbilang dalam skala lebih besar.</p>
<p>Dengan kondisi bisnisnya sekarang ini, Rifanzi ingin peternakan kambing Etawa ini terus berkembang. Lima tahun ke depan, dia sudah berencana ingin menambah jumlah kambing dan pegawainya. “Sukses dalam usaha harus didefinisikan dulu secara jelas, di mana dan dari mana kita mulai serta tujuannya apa. Kalau sudah begitu, insya Allah sukses usaha bisa diraih. Khususnya buat ternak kambing Etawa, kita harus secara lahir batin memperhatikannya juga sebagai makhluk Allah. Itu tips dari saya,” kata Rifanzi menutup bincang. « <strong>[yogira] – foto: yogira</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-5121" style="margin: 5px 10px;" title="ikhtiar_2_ed34" src="http://www.alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2009/11/ikhtiar_2_ed34.JPG" alt="ikhtiar_2_ed34" width="264" height="176" /><br />
<span style="color: #ff0000;">Box</span><br />
<strong>Peternakan Kambing Etawa CV LAKTA TRIDIA</strong><br />
Jl. Gambung Km 5, Pasirjambu<br />
Bandung Selatan<br />
Tel 022-91144878, 0812-2057657</p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F13%2Fbisnis-menyehatkan-orang%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F13%2Fbisnis-menyehatkan-orang%2F&amp;linkname=Bisnis%20Menyehatkan%20Orang" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F13%2Fbisnis-menyehatkan-orang%2F&amp;linkname=Bisnis%20Menyehatkan%20Orang" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F13%2Fbisnis-menyehatkan-orang%2F&amp;linkname=Bisnis%20Menyehatkan%20Orang" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F13%2Fbisnis-menyehatkan-orang%2F&amp;linkname=Bisnis%20Menyehatkan%20Orang" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F13%2Fbisnis-menyehatkan-orang%2F&amp;linkname=Bisnis%20Menyehatkan%20Orang" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F13%2Fbisnis-menyehatkan-orang%2F&amp;linkname=Bisnis%20Menyehatkan%20Orang">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2009/11/13/bisnis-menyehatkan-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Greeneration Indonesia: Jual Kantong Belanja Ramah Lingkungan</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2009/11/06/greeneration-indonesia-jual-kantong-belanja-ramah-lingkungan/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2009/11/06/greeneration-indonesia-jual-kantong-belanja-ramah-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 06:11:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikhtiar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.majalahalif.com/?p=4899</guid>
		<description><![CDATA[Industri kadang-kadang dianggap pemicu polusi. Bisnis usaha pun terkadang tak menghiraukan aspek ramah lingkungan. Tapi ini berbeda dengan Greeneration Indonesia [GI]. Bisnis usaha yang digawangi anak muda kreatif ini justru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-4905" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_1_ed33" src="http://www.majalahalif.com/wp/wp-content/uploads/2009/11/ikhtiar_1_ed33.jpg" alt="ikhtiar_1_ed33" />Industri kadang-kadang dianggap pemicu polusi. Bisnis usaha pun terkadang tak menghiraukan aspek ramah lingkungan. Tapi ini berbeda dengan Greeneration Indonesia [GI]. Bisnis usaha yang digawangi anak muda kreatif ini justru membawa misi pelestarian lingkungan dengan produk kantong bernama baGoes.</strong></p>
<p>Adalah <strong>Muhamad Bijaksana</strong> <strong>Junerasano</strong> atau Sano [26 tahun] dan <strong>Anindito</strong> atau Doddy [26 tahun] yang menggagas terbentuknya GI. Mereka mendirikan perusahaan ini pada 24 Juli 2005. Saat didirikan, Sano masih berstatus mahasiswa Teknik Lingkungan Insitut Teknologi Bandung [ITB] dan Doddy mahasiswa Teknik Aristektur Universitas Parahiyangan [Unpar]. Mereka ternyata <em>klop</em> karena sama-sama pencinta lingkungan. “Awalnya kami hanya ingin membuat wadah aktualisasi setelah lulus kuliah. Ya semacam wadah yang <em>concern</em> terhadap lingkungan, tapi visinya usaha,” ujar Sano, yang diiyakan Doddy.</p>
<p>Setelah diresmikan, GI membuat program kerja pada tahun 2006. Program ini dinamakan “KEBUNKU” [<strong>KE</strong>rtas <strong>B</strong>ekasku hija<strong>U</strong>kan bandu<strong>N</strong>g<strong>KU</strong>]. Ini adalah program GI pertama yang concern pada lingkungan, terutama dalam hal penghematan kertas. Berlokasi di Bandung, GI pun berkiprah mengampanyekan kepedulian lingkungan di kawasan Bandung dan sekitarnya lewat program yang dinamakan “Baladkuring”.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-4904" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_5_ed33" src="http://www.majalahalif.com/wp/wp-content/uploads/2009/11/ikhtiar_5_ed33-200x300.jpg" alt="ikhtiar_5_ed33" />Dari program KEBUNKU dan “Baladkuring”, Sano dan Doddy semakin yakin untuk memajukan GI sebagai badan usaha bisnis yang bisa memiliki visi dan misi lingkungan. Rasa cinta mereka terhadap lingkungan harus menghasilkan sesuatu, baik secara bisnis maupun ekonomis. “Istilahnya kami juga sedang ikhtiar ke arah itu. GI itu berawal dari impian kami. Kami dulu sempat berenam. Banyak konsep yang dibicarakan,” kata Doddy. Namun, kata Sano, teman-temannya ini kebanyakan sibuk dengan kegiatan lain. Akhirnya, yang maju terus hanya dirinya dengan Doddy. “Untuk memulai, kami perlu kemandirian finansial. Ya, kami nekad saja untuk membuat produk, yakni kantong belanja yang didesain bisa dipakai lagi atau atau <em>reusable bag</em>,” kata Sano.</p>
<p>Kantong buatan GI ini dikenal dengan nama baGoes. Kantong belanja ini tak hanya dikenal di Bandung, tetapi juga di daerah lain. Bahkan sampai ke luar negeri. Maklum, pemasaran baGoes lebih intens via internet. Menurut Sano, ada orang Polandia yang membeli tas baGoes dengan alasan ramah lingkungan.</p>
<p>Lantaran berfilosofi lingkungan, GI bekerjasama dengan pabrik yang bersertifikasi lingkungan untuk membuat produk tasnya. Tas baGoes dibuat dengan beberapa ukuran, yakni S, M, L, dan XL. Tas dengan beberapa ukuran ini bisa diproduksi sampai 3 ribu buah/bulan, bisa lewat jalur distribusi, maupun lewat pemesanan langsung.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-4902" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_3_ed33" src="http://www.majalahalif.com/wp/wp-content/uploads/2009/11/ikhtiar_3_ed33-200x300.jpg" alt="ikhtiar_3_ed33" /> Selain menjual tas ramah lingkungan, GI pun menjual kaos bertema lingkungan, dengan pilihan warna hitam, putih, dan abu-abu. Tak hanya itu, demi misi ramah lingkungan, Sano dan Doddy sepakat menjual sepeda secara kredit. “Sepeda motor dan mobil yang jelas kurang ramah lingkungan saja bisa dikredit. Sepeda yang ramah lingkungan seharusnya bisa dikredit juga <em>dong</em>,” kata Sano.</p>
<p>Dito menambahkan, ada produk lain yang dijual GI untuk mengurangi limbah, yakni produk kertas daur ulang. Limbah kertas diolah lagi menjadi suatu produk yang bisa dijual atau dikaryakan. Misalnya dibuat lagi menjadi kertas tulis atau kertas dokumen. “Kami juga sekarang masih mendata produk-produk yang ramah lingkungan tapi bisa dijual,” ujar Doddy.</p>
<p>Untuk mengembangkan usaha ramah lingkungan ini, GI kini dioperasikan oleh empat orang. Setiap hari mereka berkantor di sebuah rumah. Selain produk ramah lingkungan, GI pun mengembangkan jasa konsultasi lingkungan, baik siapa saja yang tertarik pada masalah lingkungan. “<em>Green attitude, green improvement</em> adalah visi kami. Kita harus mengubah sikap dan gaya hidup dengan mencintai lingkungan,” pungkas Sano. « <strong>[yogira] – foto: yogira</strong></p>
<p>Box<br />
<strong>Greeneration Indonesia</strong><br />
Jalan Kanayakan D 35<br />
Bandung 40135<br />
Tel/Fax. 022-2500189<br />
Email: <em>info.greeneration@gmail.com</em></p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F06%2Fgreeneration-indonesia-jual-kantong-belanja-ramah-lingkungan%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F06%2Fgreeneration-indonesia-jual-kantong-belanja-ramah-lingkungan%2F&amp;linkname=Greeneration%20Indonesia%3A%20Jual%20Kantong%20Belanja%20Ramah%20Lingkungan" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F06%2Fgreeneration-indonesia-jual-kantong-belanja-ramah-lingkungan%2F&amp;linkname=Greeneration%20Indonesia%3A%20Jual%20Kantong%20Belanja%20Ramah%20Lingkungan" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F06%2Fgreeneration-indonesia-jual-kantong-belanja-ramah-lingkungan%2F&amp;linkname=Greeneration%20Indonesia%3A%20Jual%20Kantong%20Belanja%20Ramah%20Lingkungan" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F06%2Fgreeneration-indonesia-jual-kantong-belanja-ramah-lingkungan%2F&amp;linkname=Greeneration%20Indonesia%3A%20Jual%20Kantong%20Belanja%20Ramah%20Lingkungan" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F06%2Fgreeneration-indonesia-jual-kantong-belanja-ramah-lingkungan%2F&amp;linkname=Greeneration%20Indonesia%3A%20Jual%20Kantong%20Belanja%20Ramah%20Lingkungan" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F11%2F06%2Fgreeneration-indonesia-jual-kantong-belanja-ramah-lingkungan%2F&amp;linkname=Greeneration%20Indonesia%3A%20Jual%20Kantong%20Belanja%20Ramah%20Lingkungan">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2009/11/06/greeneration-indonesia-jual-kantong-belanja-ramah-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rezeki dari Masa Lalu</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2009/10/16/rezeki-dari-masa-lalu/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2009/10/16/rezeki-dari-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 04:24:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikhtiar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/wp/?p=4677</guid>
		<description><![CDATA[Tiga sekawan kreatif yang berasal dari satu kantor periklanan yang sama ini memiliki ide unik yang berhasil mendatangkan rezeki tidak sedikit. Yaitu menjual makanan dan mainan jadoel [zaman dulu]. Bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-4820" style="margin: 10px;" title="ik1_32" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ik1_32.jpg" alt="ik1_32" width="250" height="167" />Tiga sekawan kreatif yang berasal dari satu kantor periklanan yang sama ini memiliki ide unik yang berhasil mendatangkan rezeki tidak sedikit. Yaitu menjual makanan dan mainan <em>jadoel</em> [zaman dulu]. Bagaimana kiprahnya?</strong></p>
<p>Memasuki toko kecil di kawasan Kemang Selatan serasa memasuki kapsul waktu. Kita bak kembali ke zaman dahulu. Tampak berbagai mainan unik seperti katapel, baling-baling bambu, perahu tuk-tuk, bekel berserakan, bercampur dengan permen rokok, cokelat jago, cokelat payung, permen telur cicak, dan masih banyak lagi. Mata terpaku memandangi satu persatu benda-benda unik yang ada di toko tersebut sambil sesekali bersorak ketika menemukan benda-benda yang akrab di masa kecil.</p>
<p><span> </span>Usaha unik ini digawangi tiga sekawan, <strong>Eby Karsono</strong>, <strong>Yeany C. Dahlan</strong>, dan <strong>Satyorini Purawan</strong>. Dimulai dari undangan makan siang ke sebuah restoran ber-<em>setting</em> Jawa kuno. Kebetulan si empunya resto yang juga teman ketiga sekawan ini menawarkan satu tempat di area restonya untuk disewakan. Mereka lalu mencocokan tema dagangan dengan tempatnya yang bernuansa kuno. Timbullah ide untuk menjual jajanan zaman dulu.</p>
<p><strong><img class="alignright size-full wp-image-4829" style="margin: 10px;" title="ik10_32" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ik10_32.jpg" alt="ik10_32" width="300" height="194" />Lahirnya Cemal Cemil<br />
<span style="font-weight: normal;">Ide pun bersambut. Tahun 2003, ketiga perempuan kreatif ini mewujudkan ide mereka dengan menjual jajanan tempo dulu hasil perburuan mereka bertiga hingga Sidoarjo. Tak hanya jajanan, mereka juga menjual berbagai mainan yang sezaman dengan jajanannya. Awalnya benda yang mereka jual sangat sedikit. “Sulit sekali mencari benda-benda seperti ini, dan yang kami dapatkan hanya sekitar sepertiga jualan kami sekarang,” ucap Eby mewakili kedua temannya. </span></strong></p>
<p><span> </span>Usaha ini pun mereka namai Cemal Cemil, sesuai dengan jenis-jenis panganan kecil yang mereka jual. Pada logonya ikut disertakan gambar karikatur mereka bertiga sedang berjejer. Seperti gambar logo jaman dulu, lucu dan kreatif. Sejak itulah mereka mulai memasarkan produk-produk tersebut di restoran sang teman di wilayah Kemang.</p>
<p><span> </span>Sambutannya ternyata cukup menyenangkan. Tak hanya dari anak-anak kecil yang senang dengan pernak-pernik unik khas masa lalu, namun juga orangtua mereka yang terusik kenangannya melihat benda-benda tersebut. Orangtua yang terhanyut dengan nostalgia masa lalu biasanya ingin memperkenalkan mainan maupun panganan tersebut pada putra-putrinya. Mulailah mereka memborong, atau memesan untuk isi <em>goodie</em> bag yang akan dibagikan pada ulangtahun putra-putri mereka.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-4821" style="margin: 10px;" title="ik2_32" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ik2_32.jpg" alt="ik2_32" width="200" height="221" />Berkembang Pesat<br />
<span style="font-weight: normal;">Walaupun mereka tak pernah mengiklankan produknya, namun hasil &#8216;marketing&#8217; dari mulut ke mulut ternyata cukup ampuh. Selain itu mereka juga aktif mengikuti pameran. Pada perkembangannya, ternyata pengunjung yang datang banyak memberikan masukan maupun ide. Misalnya ingin ditambahkan dengan permen khas seperti cokelat payung atau permen sarsaparila. Dari situlah usaha semakin berkembang. Seiring dengan perkembangan waktu, mereka pun mencari tempat yang lebih luas. Akhirnya sepakat untuk menyewa sebuah toko mungil di daerah Kemang Selatan. </span></strong></p>
<p><span> </span>Peminat Cemal Cemil ternyata semakin banyak. Beberapa jaringan supermarket besar juga menginginkan produk Cemal Cemil untuk dijual di jaringan mereka. “Sistemnya konsinyasi. Tapi kami harus menyediakan Sales Promotion Girl [SPG] untuk menjaga gerai kami di supermarket mereka,” jelas ibu tiga anak yang energik ini. Hingga kini usaha yang memiliki modal awal enam puluh juta rupiah ini, langsung balik modal selama enam bulan. Sekarang omzet mereka sudah meningkat kurang lebih sebesar 200%. Bahkan mereka sudah memiliki 30 SPG yang siap melayani pembeli di berbagai cabang dari dua jaringan supermarket besar di Jakarta dan Bandung, serta satu konter mereka di sebuah restoran di Malang.</p>
<p><strong><img class="alignright size-full wp-image-4828" style="margin: 10px;" title="ik9_32" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ik9_32.jpg" alt="ik9_32" width="200" height="165" />Masalah di Produksi<br />
<span style="font-weight: normal;">Usaha yang nama, konsep dan logonya sudah dipatenkan ini bukan tanpa &#8216;batu sandungan&#8217;. Masalah terbesar yang mereka temui adalah dari bidang produksi. “Kalau makanan <em>sih</em> tidak masalah. Kami tinggal pesan, bayar, dan mereka mengirimkan barangnya. Namun kalau mainan, ini yang sulit,” ucap Eby sambil tertawa. Menurutnya mainan tradisional yang didapatnya dari berbagai daerah dibuat oleh orang-orang daerah yang memiliki karakter yang unik, “Kadang orang yang membuat tidak ngoyo ingin dagangannya laku. Atau ada yang berjualan hanya pada masa sekaten dan tidak mau jualan di hari biasa. Yang lain lagi jika sudah memiliki uang di tangan maka ia tidak ingin berproduksi sampai uang di tangannya habis.”</span></strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-4823" style="margin: 10px;" title="ik4_32" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ik4_32.jpg" alt="ik4_32" width="200" height="300" />Hal inilah yang membuat Eby beserta kedua temannya terpaksa harus turun tangan sendiri, pergi ke daerah-daerah untuk mempelajari produksi langsung dari sumbernya. Selain belajar proses produksi, mereka juga memberi modal pada pembuat mainan tersebut untuk bisa berproduksi. “Kami sampai membukakan rekening, mengajari mereka mentransfer atau menerima transfer uang, mengajari <em>packing</em> dan pergi ke kantor pos, lalu kami tunggu produknya,” jelas Eby yang selama ini memang menangani proses produksi.</p>
<p><span> </span>Wanita yang tak pernah melewatkan sekatenan di Yogyakarta untuk berburu mainan tradisional ini merasa bersyukur sudah bisa membina sekitar 10 perajin mainan di daerah. “Kalau kami kesana, wah kami dijamunya spesial sekali. Sepertinya seluruh kampung jadi tahu,” tuturnya. Usaha yang dikatakannya sebagai tempat &#8216;pelarian&#8217; dari tekanan kerja yang dihadapinya di kantor ini ternyata memberikan &#8216;tambahan arti&#8217; lain bagi ketiganya. “Kita semua kan punya cita-cita untuk berbuat sesuatu, membuat perubahan bagi negeri ini. Kami bisanya bikin perubahan dengan tukang kaleng, tukang gangsing. Asal ridho ya <em>nggak papa</em>,” ucapnya sambil mengucap syukur. « <strong>[esthi]</strong> – <strong>foto: imam</strong></p>
<p>Box</p>
<p><strong>Tips usaha ala personil Cemal Cemil:</strong></p>
<ul>
<li>Cari usaha yang disenangi sehingga tak merasa sulit ketika mengerjakannya.</li>
<li>Karena masih bekerja, mereka bertiga mencari satu asisten yang menangani berbagai hal yang berhubungan dengan usaha mereka. Hal ini memudahkan mereka dalam membagi fokus konsentrasi antara pekerjaan di kantor dengan pekerjaan tambahan.</li>
<li>Aktif ikut pameran dan &#8216;bergerilya&#8217; ke daerah-daerah untuk mencari produk-produk <em>jadoel</em>.</li>
</ul>
<p>Box</p>
<p><strong>Cemal Cemil<br />
<span style="font-weight: normal;">Jl. Kemang Selatan I No. 20<br />
Tel 021-7198878</span></strong></p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F16%2Frezeki-dari-masa-lalu%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F16%2Frezeki-dari-masa-lalu%2F&amp;linkname=Rezeki%20dari%20Masa%20Lalu" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F16%2Frezeki-dari-masa-lalu%2F&amp;linkname=Rezeki%20dari%20Masa%20Lalu" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F16%2Frezeki-dari-masa-lalu%2F&amp;linkname=Rezeki%20dari%20Masa%20Lalu" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F16%2Frezeki-dari-masa-lalu%2F&amp;linkname=Rezeki%20dari%20Masa%20Lalu" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F16%2Frezeki-dari-masa-lalu%2F&amp;linkname=Rezeki%20dari%20Masa%20Lalu" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F16%2Frezeki-dari-masa-lalu%2F&amp;linkname=Rezeki%20dari%20Masa%20Lalu">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2009/10/16/rezeki-dari-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wirausaha itu Membanggakan</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2009/10/01/wirausaha-itu-membanggakan/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2009/10/01/wirausaha-itu-membanggakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 12:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikhtiar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/wp/?p=4561</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi entrepreneur sekarang tak seperti dahulu. Wirausaha sudah menjadi sesuatu yang membanggakan dan dilakukan, bukan karena tak ada pekerjaan lain. Agustina Udayasari [Tina] masih merasakan bagaimana masyarakat di lingkungannya dahulu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Menjadi entrepreneur sekarang tak seperti dahulu. Wirausaha sudah menjadi sesuatu yang membanggakan dan dilakukan, bukan karena tak ada pekerjaan lain.<br />
</strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-4565" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_head_ed31" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_head_ed31.jpg" alt="ikhtiar_head_ed31" width="62" height="62" />Agustina Udayasari [Tina] masih merasakan bagaimana masyarakat di lingkungannya dahulu lebih memandang tinggi seseorang yang bekerja di perusahaan daripada memunyai usaha sendiri. Ketika ia mulai menapak di dunia <em>entrepreneur</em> dengan membuka usaha busana Muslim, banyak yang mencibirnya.</p>
<p>Justru tentangan paling keras berasal dari keluarganya. Apalagi Tina adalah lulusan Teknik Elektro sebuah Perguruan Tinggi ternama di Indonesia. Keluarganya mengatakan pada Tina, “Kamu sekolah tinggi-tingi hanya untuk berdagang..” Namun tekadnya untuk memiliki usaha sendiri tak terbendung.</p>
<p>Ia sempat bekerja di salah satu perusahaan besar di Jakarta. Sambil menjalani tugas-tugas dari kantor, Tina mencoba bisnis sampingan menjadi distributor busana Muslim. Ternyata bisnis sampingannya itu lumayan sukses sehingga ia ketagihan. Akhirnya, ia memutuskan untuk keluar dari tempatnya bekerja dan fokus pada bisnisnya itu.</p>
<p>Sebelum memutuskan untuk <em>resign</em>, sebenarnya ia sedikit bimbang. Di satu sisi, ada rasa sayang keluar dari pekerjaannya karena karirnya di perusahaan itu sudah lumayan bagus. Ia pun sudah betah bekerja di tempat itu. Tapi di sisi lain, keinginannya untuk memunyai usaha sendiri sangat kuat. Kebimbangan itu akhirnya terpecahkan karena suaminya, Teguh Atmajaya, mendukungnya untuk memilih mengejar cita-citanya itu.</p>
<p>Terjun ke dunia <em>entrepreneur</em> membuat ia lebih bisa merasakan kedekatan dan kepasrahan kepada Allah swt. “Dunia <em>entrepreneur</em> itu <em>unpredictable</em>, sehingga benar-benar saya menggantungkan rezeki kepada Allah,” katanya. Efek doa setelah berusaha sangat dirasakannya. Tina menjelaskan, dulu perasaan itu tak muncul karena ketika bekerja di perusahaan yang besar itu ia berada pada<em> comfort zone</em>, setiap bulan pasti mendapat gaji. Berbeda dengan yang sekarang, ada unsur ketidakpastiannya.<br />
<img class="alignright" style="border: 0pt none; margin: 10px;" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_3_ed31.jpg" alt="" width="250" height="299" /><br />
Kerja keras Tina berbuah kesuksesan. Azka, bisnis busana Muslim yang dikembangkan bersama temannya, Leoni, meraih kesuksesan. Pelanggannya tak sebatas dari Jakarta. Ada yang dari Surabaya bahkan ada yang dari daerah-daerah di luar Jawa. Kini omset yang dikelolanya mencapai seratus sampai dua ratus juta per produk per bulan.</p>
<p><strong>Spiritual Company</strong><br />
Azka berawal dari usaha untuk memberdayakan ibu-ibu rumahtangga di daerah Cimanggu, Bogor. Mereka mengalami kesulitan ekonomi karena para suami terkena Pemutusan Hubungan Kerja [PHK]. “Inti Azka ini sebenarnya tak berjualan produk. Azka lebih bertujuan untuk bisa memberdayakan ibu-ibu di daerah minim tersebut,” kata ibunda Fauzan Khairu Aqila itu.</p>
<p>Untuk memberdayakan ibu-ibu itu kemudian dibentuk kelompokkelompok kecil beranggotakan 10 sampai 20 orang. Satu orang ditunjuk sebagai ketua kelompok. Ketua-ketua kelompok itu dikumpulkan untuk diberi pelatihan mengenai teknik menyulam. Setelah itu, ketua kelompok tadi bertugas mengajari anggota kelompoknya. Saat ini, Azka bisa manampung 500 sampai 700 ibu-ibu.<br />
<img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 10px;" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_2_ed31-206x300.jpg" alt="" width="206" height="300" /><br />
Pada awalnya memang susah membuat Azka bisa berkembang karena manajemennya masih bersifat <em>home industry</em>. Satu model pakaian tak bisa dikeluarkan dalam satu seri secara bersamaan. Satu seri itu terdiri dari ukuran S, M, dan L. “Saya berpikir tak bisa seperti itu karena kalau terus demikian kita tak akan menjadi besar. Sementara ada orang-orang di belakang kita yang butuh untuk menjadi besar,” jelasnya.</p>
<p>Kemudian Tina berbagi tugas dengan temannya Leoni. Ia bertugas memegang pemasaran dan distribusi sedangkan Leoni mengurusi bagian produksi. Dengan begitu ia lebih fokus memikirkan terobosan-terobosan agar produk Azka dikenal luas di masyarakat. Untuk pengembangan produk dan kualitasnya menjadi bagian Leoni. Dengan model seperti itu, Azka berkembang pesat. Permintaan-permintaan bisa dilayani dengan baik dengan kualitas yang bagus.</p>
<p>Perkembangan Azka ini tak hanya dirasakan Tina, Leoni, dan para pekerjanya saja. Azka juga memunyai misi sosial untuk mengangkat daerah itu. Daerah tempat produksi Azka memang termasuk daerah pelosok yang tertinggal. “Untuk mandi, cuci, dan buang air saja tak ada. Daerah itu benar-benar minim,” cerita Tina. Dari sebagian keuntungan Azka disisihkan untuk membangun daerah itu. Tahun lalu, Azka membangun tempat untuk mandi, cuci, dan buang air. Misi ini akan terus dilakukan Azka sampai daerah tersebut tak tertinggal lagi.<br />
<img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin: 10px;" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_1_ed31-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><br />
Selain bertujuan untuk membantu ibu-ibu keluar dari belitan ekonomi, Azka juga bertujuan untuk membina kerohanian mereka. “Kami menetapkan bahwa perusahaan ini berbentuk <em>spiritual company</em>,” tegas Tina. Selain memberi pekerjaan kepada mereka, diadakan juga pengajian setiap seminggu sekali.</p>
<p>Di bulan Ramadhan, Azka juga memberi keleluasaan ibu-ibu untuk melaksanakan puasa secara optimal. Selama bulan puasa skema kerja diubah. Ibu-ibu itu bekerja setelah shalat Isya’ sampai Shubuh. Siangnya tak bekerja. Azka berharap, selain ekonomi keluarga terangkat, mereka juga semakin tekun untuk beribadah. « <strong>[imam]</strong></p>
<p>Box<br />
<strong>AzkA Collections</strong><br />
<em>www.AzkAcollections.com</em><br />
<strong>Contact Person</strong> Agustina Udayasari<br />
Tel 0812-8414148<br />
<strong>Surel</strong> <em>tina@AzkAcollections.com</em><br />
<strong>Outlet</strong> ITC Cempaka Mas Mega Grosir, Lantai 2 Blok A No 22, Jakarta Pusat<br />
<strong>Marketing</strong> HP/SMS: 021-93801751<br />
<strong>Surel</strong> <em>sales@AzkAcollections.com</em></p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F01%2Fwirausaha-itu-membanggakan%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F01%2Fwirausaha-itu-membanggakan%2F&amp;linkname=Wirausaha%20itu%20Membanggakan" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F01%2Fwirausaha-itu-membanggakan%2F&amp;linkname=Wirausaha%20itu%20Membanggakan" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F01%2Fwirausaha-itu-membanggakan%2F&amp;linkname=Wirausaha%20itu%20Membanggakan" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F01%2Fwirausaha-itu-membanggakan%2F&amp;linkname=Wirausaha%20itu%20Membanggakan" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F01%2Fwirausaha-itu-membanggakan%2F&amp;linkname=Wirausaha%20itu%20Membanggakan" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F10%2F01%2Fwirausaha-itu-membanggakan%2F&amp;linkname=Wirausaha%20itu%20Membanggakan">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2009/10/01/wirausaha-itu-membanggakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PeDe Catering: Memanfaatkan Peluang Manis Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2009/09/07/pede-catering-memanfaatkan-peluang-manis-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2009/09/07/pede-catering-memanfaatkan-peluang-manis-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 11:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikhtiar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/wp/?p=4368</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Ramadhan merupakan bulan untuk memperbanyak ibadah. Selain yang wajib, banyak sekali amalan-amalan yang di sunahkan di bulan Ramadhan. Rupanya, kegairahan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah ini mendatangkan berkah tersendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bulan Ramadhan merupakan bulan untuk memperbanyak ibadah. Selain yang wajib, banyak sekali amalan-amalan yang di sunahkan di bulan Ramadhan. Rupanya, kegairahan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah ini mendatangkan berkah tersendiri bagi M. Arif Isnadi. PeDe Catering, bisnis katering yang ia jalankan, mendapat pesanan khusus untuk melayani buka dan sahur.</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-4514" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="i11" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/i11.jpg" alt="i11" width="250" height="258" />Paket khusus di bulan Ramadhan ini berawal dari permintaan beberapa pelanggannya. Mereka ingin agar di bulan Ramadhan, keluarganya tak disibukkan mengurusi makanan, sehingga kegiatan terfokus pada ibadah. Selain itu, harga-harga makanan dan bahan makanan di bulan Ramadhan tak bisa ditentukan. Mereka berfikir, daripada memasak sendiri, lebih praktis kalau pesan makanan saja.</p>
<p>Berangkat dari permintaan beberapa pelanggannya itu, Arif menawarkan paket khusus untuk keluarga di bulan Ramadhan. Paket ini melayani menu buka dan sahur untuk empat orang selama Ramadhan. Pelanggan tinggal membayar Rp. 1.750.000,- untuk sebulan penuh.</p>
<p>Bagaimana pengirimannya? Arif menjelaskan, paket ini dikirim satu kali yaitu beberapa saat sebelum berbuka. Menunya didesain khusus agar bisa dihangatkan sehingga bisa disantap saat makan sahur. Untuk menu berbuka ditambah dengan tajil, biasanya kolak, bubur sumsum, atau es buah.</p>
<p>Saat akan membuka paket khusus ini Arif sempat ragu karena ia dan istrinya bakal repot dengan urusan masak dan pengiriman paket sehingga dikuatirkan mengganggu ibadah puasanya. Namun setelah beberapa kali mengerjakan paket ini, ia bisa menemukan cara yang efektif untuk operasionalnya.</p>
<p>Ia menyusun jadwal yang benar-benar ketat, semua pekerjaan dimulai setelah sahur dan harus selesai sebelum Maghrib. Di antara waktu Maghrib dan sahur itu tak boleh ada ada pekerjaan lagi. “Kami masih sempat ikut tarawih dan ibadah-ibadah lain,” katanya.</p>
<p>Selain permintaan buka dan sahur untuk keluarga, Arif juga kebanjiran permintaan menyediakan buka puasa bersama di kantor-kantor. Dalam satu minggu, PeDe Catering bisa melayani tiga kali buka puasa untuk kantor dan perusahaan. Puncak permintaan buka puasa bersama ini berada pada minggu kedua Ramadhan sampai seminggu sebelum lebaran.<br />
Arif mengakui, memang di setiap bulan Ramadhan omzet kateringnya meningkat. Dibanding hari-hari biasa, omzet PeDe Catering di bulan Ramadhan sampai dua kali lipatnya. “Di setiap bulan puasa kita lebih ramai, omzet bisa naik dua kali lipat,” ungkap Arif.</p>
<p><strong>Sejarah PeDe Catering</strong><br />
<img class="alignright size-full wp-image-4512" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="i2" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/i2.jpg" alt="i2" width="250" height="333" /> Sebelum memulai bisnis katering, Arif dan istrinya, Rini Widijati, bekerja pada salah satu perusahaan jasa transportasi. Setelah lima tahun menikah, mereka belum dikaruniai anak. Arif akhirnya keluar dari perusahaan itu dan menjadi <em>freelancer</em> bidang pariwisata. Tahun 2000 anak pertamanya, <strong>Puspa Aisyiah D’Arni</strong>, lahir.</p>
<p>Namun setelah masa cuti habis, Puspa tak mau minum susu formula sehingga Rini pun memutuskan berhenti bekerja dan membuka usaha katering. Kebetulan sejak sebelum menikah Rini sudah suka memasak. Berdirilah kemudian PeDe Catering. PeDe diambil dari singkatan nama anaknya, P dari Puspa dan D dari D’Arni.</p>
<p>Bisnis katering ini awalnya hanya melayani pesanan dari teman-teman di perusahaan tempat ia bekerja dulu. Biasanya untuk konsumsi diklat karyawan, rapat-rapat direksi atau untuk konsumsi karyawan <em>shift</em> malam. Lama-lama bisnisnya dikenal lebih banyak orang melalui informasi dari mulut-ke mulut. Pesanan pun mulai bertambah.</p>
<p>Arif kemudian mengambil peran. Kalau Rini mengurusi masak-memasak, Arif mengurusi operasionalnya. Pengalaman Arif dan Rini bekerja di perusahaan transportasi sangat membantu mengurus operasional katering. Menentukan jadwal pengiriman, penugasan sampai menentukan rute paling efektif untuk pengiriman menjadi lebih mudah.</p>
<p>Untuk para kurir yang mengirim pesanan, Arif memperkerjakan pemuda-pemuda di sekitar tempat tinggalnya. “Mereka kan tak punya pekerjaan, sebagian juga sudah putus sekolah,” jelasnya. Selain memberi penghidupan bagi mereka dan keluarganya, Arif sedikit banyak ikut mengawasi mereka agar tak terjerumus ke hal-hal yang negatif seperti minuman keras maupun narkoba. Di hari-hari biasa ada enam pemuda yang membantu Arif, tapi di saat pesanan sedang banyak mereka biasanya memanggil teman-temannya untuk membantu.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-4513" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="i3" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/i3.jpg" alt="i3" width="300" height="222" />nasiboks.com</strong><br />
Ke depannya, Arif akan mengembangkan katering ini menjadi layanan khusus nasi boks. Ia membuka laman khusus beralamat <em><strong>www.nasiboks.com</strong></em>. Namun saat ini belum diluncurkan mengingat sumber dayanya belum mencukupi.<br />
Nasiboks.com menawarkan nasi dalam boks kertas. Arif memilih boks kertas karena dinilai lebih higienis. Sebelumnya ia pernah memakai tempat dari plastik dan rantang, namun beberapa kantor menyarankan untuk tak memakai plastik atau rantang. “Kesannya bekas dipakai orang,” kata Arif.<br />
Arif juga memunyai rencana untuk membenahi armada pengirimannya. Menurutnya, selain masalah kualitas rasa, ketepatan pengiriman itu merupakan salah satu kunci utama bisnis katering seperti yang akan ia jalankan. « <strong>[imam]</strong></p>
<p>Box<br />
<strong> Tips Usaha ala PeDe Catering</strong></p>
<ol>
<li> Memperhatikan kualitas rasa, jangan sampai pesanan 20 porsi dan 2.000 porsi rasanya berbeda.</li>
<li>Memberi kepastian pengiriman, jangan sampai terlambat.</li>
<li>Bersabar dalam melayani pelanggan. Setiap komplain dari pelanggan adalah masukan untuk perbaikan.</li>
<li>Selalu belajar, menambah pengetahuan masak-memasak dari buku atau kursus-kursus.</li>
</ol>
<p>Box<br />
<strong> PeDe Catering</strong><br />
<em> http://pedecatering.multiply.com</em><br />
Jl. Mampang Prapatan 9 No.27E<br />
Tel 021-7992834, 0817-135490<br />
SMS 0813-80330022<br />
Surel <em>arifisnadi@yahoo.com</em></p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F09%2F07%2Fpede-catering-memanfaatkan-peluang-manis-bulan-ramadhan%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F09%2F07%2Fpede-catering-memanfaatkan-peluang-manis-bulan-ramadhan%2F&amp;linkname=PeDe%20Catering%3A%20Memanfaatkan%20Peluang%20Manis%20Bulan%20Ramadhan" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F09%2F07%2Fpede-catering-memanfaatkan-peluang-manis-bulan-ramadhan%2F&amp;linkname=PeDe%20Catering%3A%20Memanfaatkan%20Peluang%20Manis%20Bulan%20Ramadhan" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F09%2F07%2Fpede-catering-memanfaatkan-peluang-manis-bulan-ramadhan%2F&amp;linkname=PeDe%20Catering%3A%20Memanfaatkan%20Peluang%20Manis%20Bulan%20Ramadhan" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F09%2F07%2Fpede-catering-memanfaatkan-peluang-manis-bulan-ramadhan%2F&amp;linkname=PeDe%20Catering%3A%20Memanfaatkan%20Peluang%20Manis%20Bulan%20Ramadhan" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F09%2F07%2Fpede-catering-memanfaatkan-peluang-manis-bulan-ramadhan%2F&amp;linkname=PeDe%20Catering%3A%20Memanfaatkan%20Peluang%20Manis%20Bulan%20Ramadhan" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F09%2F07%2Fpede-catering-memanfaatkan-peluang-manis-bulan-ramadhan%2F&amp;linkname=PeDe%20Catering%3A%20Memanfaatkan%20Peluang%20Manis%20Bulan%20Ramadhan">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2009/09/07/pede-catering-memanfaatkan-peluang-manis-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rezeki dari Keanekaragaman Budaya Bangsa</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2009/08/06/rezeki-dari-keanekaragaman-budaya-bangsa/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2009/08/06/rezeki-dari-keanekaragaman-budaya-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 10:16:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikhtiar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/wp/?p=4088</guid>
		<description><![CDATA[Keragaman budaya Nusantara memunyai arti tersendiri bagi Ukke R. Kosasih. Impiannya memiliki usaha dan juga melakukan pemberdayaan masyarakat akhirnya tercapai. Dibantu kakaknya, Joanita, ia mendirikan Circa di awal tahun 2006. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-4193" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_1_ed29" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_1_ed29.jpg" alt="ikhtiar_1_ed29" width="300" height="186" />Keragaman budaya Nusantara memunyai arti tersendiri bagi Ukke R. Kosasih. Impiannya memiliki usaha dan juga melakukan pemberdayaan masyarakat akhirnya tercapai. Dibantu kakaknya, Joanita, ia mendirikan Circa di awal tahun 2006.</p>
<p>Sejak kecil, kelahiran 3 Januari 1966 ini memang menyukai boneka. Ia juga terbiasa merajut baju dan sepatu bayi. Dalam lingkungan keluarganya, ada tiga hal yang menjadi kebiasaan turun-temurun yaitu membuat kerajinan, menyukai seni budaya, dan merawat tanaman. Namun, ia lebih cenderung tertarik bidang seni budaya dan kerajinan.</p>
<p>Dahulu, keluarganya sering berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain mengikuti ayahnya yang bertugas di PT. Perkebunan Nusantara. Ia melihat, ternyata Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa dengan seni budayanya masing-masing.</p>
<p>Hasilnya, mucul keinginan dalam dirinya untuk mempelajari pola hubungan antarsuku bangsa tersebut. Ia memunyai keyakinan bahwa dengan hubungan yang baik antarsuku bangsa, banyak hal baik yang bisa kita peroleh. Ia pun masuk jurusan Antropologi di Universitas Indonesia.</p>
<p>Di kemudian hari ibu satu anak ini berfikir, apa yang dapat ia lakukan untuk melestarikan kekayaan seni budaya yang dimiliki Indonesia itu dengan kemampuan yang ia miliki. Muncullah ide untuk membuat Boneka Nusantara. Circa kemudian terbentuk.</p>
<p>Menurut Ukke, Circa itu berarti suatu kurun waktu yang tak pernah habis. Ia berharap, Boneka Nusantara yang ia buat menjadi sesuatu yang terus-menerus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dulu ia diwarisi ibunya sebuah selimut. Saat memberikan kepadanya ibunya mengatakan, “Saat merajut selimut ini Ibu bertasbih.” Sampai sekarang selimut itu terus dipakainya. Seperti selimut itulah makna yang diharapkan dari Boneka Nusantara.</p>
<p>Semua boneka dikerjakan dengan tangan. Mulai membuat pola, memotong, menjahit, mengisi dakron, membuat aksesorisnya, sampai proses pembungkusan dilakukan tanpa bantuan mesin. Ia sengaja tak memakai mesin agar sentuhan manusia lebih terlihat sehingga makna Circa bisa didapatkan.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-4195" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_3_ed29" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_3_ed29.jpg" alt="ikhtiar_3_ed29" width="250" height="278" /> Boneka Nusantara terdiri dari dua pasang, laki-laki dan perempuan. Selain memakai pakaian adat dari berbagai daerah, setiap boneka dari suatu daerah diberi nama khas dari daerah tersebut. Misalnya boneka seri Bali diberi nama Putu dan Sawitri, seri Sunda Asep dan Euis, Madura Kadir dan Baria, sedangkan seri Betawi diberi nama Jiun dan Rodiah.</p>
<p>Ukke tak asal-asalan membentuk karakter Boneka Nusantara. Semua pakaian adat disesuaikan dengan pakaian asli daerah. Ia mengamati bagaimana bentuk, model dan cara membuat pakaian adat tersebut, termasuk cara membuat sanggul pada boneka perempuan. Nama-nama juga demikian, ketika orang menyebut namanya akan tahu asal daerahnya.</p>
<p>Dalam perkembangannya ternyata Circa mendapat respon positif dari pasar. Satu tahun berdiri, Circa dituntut untuk memenuhi permintaan 300 boneka perbulan. Bahkan sebuah department store di Bali minta dikirimi 100 pasang setiap bulan. Ukke kemudian memutuskan untuk fokus pada bisnis ini dan keluar gari perusahaan tempatnya bekerja.</p>
<p>Circa terus berkembang, di tahun 2009 omsetnya meningkat sampai 20 juta rupiah perbulan. Peminat seri Boneka Nusantara juga berasal dari luar negeri. Ke depannya, Ukke ingin membuat Boneka Nusantara ini lebih berkarakter lagi. Tak hanya dari pakaiannya saja tetapi juga bentuk wajah kalau bisa dibuat khas masing-masing daerah. Ia juga menambah beberapa seri seperti Kiddies, Country, dan boneka karakter binatang.</p>
<p><strong>Pemberdayaan</strong><br />
Selain memiliki usaha sendiri, Ukke memunyai cita-cita ingin membantu masyarakat, terutama perempuan-perempuan di sekitar tempat tinggalnya untuk bisa mandiri secara ekonomi. Keinginan ini timbul saat melihat banyak perempuan yang tak terlalu beruntung, putus sekolah tanpa memunyai keahlian apa-apa. Banyak dari mereka yang menikah dan ditinggal pergi begitu saja oleh suaminya.</p>
<p>Ukke mulai mewujudkan impiannya itu dengan mengajak anak tukang kebun keluarganya bergabung dengan Circa. Ternyata setelah diajari, anak itu bisa mengerjakan pekerjaan yang rumit dengan hasil yang memuaskan.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-4194" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_2_ed29" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_2_ed29.jpg" alt="ikhtiar_2_ed29" width="200" height="354" /> Saat ini Circa memunyai 10 pekerja. Ukke mengajari para pekerjanya itu seluruh rangkaian proses produksi. Ia juga memberi pengetahuan bagaimana berhadapan dengan para pelanggan sampai pekerjanya itu tahu persis karakter-karakter pelanggannya. Dengan begitu, karyawannya memunyai kemampuan seandainya ingin membuka usaha sendiri.</p>
<p>Circa juga membuka seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin belajar. Seluruh sistem kerjanya dapat diduplikasi siapa pun agar pemberdayaan bisa meluas. Biasanya ada inisiatif dari pekerja lama untuk mengajak beberapa temannya belajar di workshop Circa. Namun tak mudah menemukan orang yang mau dan telaten. “Dari delapan yang belajar, hanya dua yang terus melanjutkan,” kata Ukke.</p>
<p>Selain mengajarkan membuat boneka, istri seorang fotografer itu juga sering mengajak pekerjanya berdiskusi mengenai isu yang sedang hangat dibicarakan. Misalnya mengenai pasokan listrik. Ia mengatakan kepada para pekerja bahwa suatu saat kita akan kekurangan pasokan listrik. Ukke mengajak pekerjanya berfikir apa yang akan dilakukan seandainya krisis listrik itu benar-benar terjadi.</p>
<p>Ternyata para pekerjanya mau berfikir. Ada yang kemudian menelepon PLN minta jadwal pemadaman. Dengan mengetahui jadwal pemadaman, akan dapat dierncanakan pekerjaan apa yang akan dilakukan saat listrik padam. Sehingga pemadaman listrik itu tak begitu mengganggu proses produksi.</p>
<p>Ukke juga berpesan kepada mereka agar selalu menomorsatukan kualitas. Ia mengatakan kepada pekerjanya, “Ketika orang membeli produk kamu, jangan sampai karena kamu miskin dan bodoh. Orang membeli bukan karena kasihan, tapi karena mereka tahu produkmu memang berkualitas”. « [imam]</p>
<p><strong>Box</strong><br />
Tips usaha ala Circa<br />
1.    Menomorsatukan kualitas.<br />
2.    Membuat produk itu berkesan sehingga diwariskan kepada anak-cucunya.<br />
3.    Memulai usaha dari lingkungan sekitar.<br />
4.    Memilih usaha sesuai dengan keinginan dan kemampuan yang dimiliki.</p>
<p><strong>Box</strong></p>
<h2><strong>Circa</strong></h2>
<p>Kontak:</p>
<p>Ukke 0811-810454<br />
Pesona Bukit Bintaro F/38,<br />
Bintaro, Tangerang</p>
<p>Itta 0815-63367174<br />
Cihanjuang Km. 4 No. 47,<br />
Cihanjuang-Parompong, Cimahi 40559</p>
<p>Surel: <em>circacraft@gmail.com</em></p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F08%2F06%2Frezeki-dari-keanekaragaman-budaya-bangsa%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F08%2F06%2Frezeki-dari-keanekaragaman-budaya-bangsa%2F&amp;linkname=Rezeki%20dari%20Keanekaragaman%20Budaya%20Bangsa" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F08%2F06%2Frezeki-dari-keanekaragaman-budaya-bangsa%2F&amp;linkname=Rezeki%20dari%20Keanekaragaman%20Budaya%20Bangsa" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F08%2F06%2Frezeki-dari-keanekaragaman-budaya-bangsa%2F&amp;linkname=Rezeki%20dari%20Keanekaragaman%20Budaya%20Bangsa" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F08%2F06%2Frezeki-dari-keanekaragaman-budaya-bangsa%2F&amp;linkname=Rezeki%20dari%20Keanekaragaman%20Budaya%20Bangsa" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F08%2F06%2Frezeki-dari-keanekaragaman-budaya-bangsa%2F&amp;linkname=Rezeki%20dari%20Keanekaragaman%20Budaya%20Bangsa" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F08%2F06%2Frezeki-dari-keanekaragaman-budaya-bangsa%2F&amp;linkname=Rezeki%20dari%20Keanekaragaman%20Budaya%20Bangsa">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2009/08/06/rezeki-dari-keanekaragaman-budaya-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengintip Usaha Kamar Anak</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2009/07/23/mengintip-usaha-kamar-anak/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2009/07/23/mengintip-usaha-kamar-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 18:36:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikhtiar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/wp/?p=3923</guid>
		<description><![CDATA[Diawali kebutuhan mendandani kamar anak sendiri, tiga ibu akhirnya bersatu membuat usaha mendandani kamar anak lewat desain mereka yang lucu-lucu. Meski dimulai dengan kebutuhan yang sama, namun menyatukan tiga ‘kepala’ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_1_ed28.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3924" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_1_ed28" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_1_ed28.jpg" alt="ikhtiar_1_ed28" width="300" height="195" /></a>Diawali kebutuhan mendandani kamar anak sendiri, tiga ibu akhirnya bersatu membuat usaha mendandani kamar anak lewat desain mereka yang lucu-lucu. Meski dimulai dengan kebutuhan yang sama, namun menyatukan tiga ‘kepala’ dalam satu usaha ternyata membutuhkan cara-cara tersendiri.</p>
<p>Awalnya bermula dari kebutuhan Aldira Meria atau Dira [37] dan Dina Rahadian atau Dina [36] mendandani kamar bagi anak-anak mereka. Sayangnya furniture anak yang ada di pasaran sangat terbatas. Terutama dari segi desain. Mulailah mereka membuat desain yang diberikan pada tukang kayu untuk diwujudkan. Ternyata hasilnya cukup memuaskan. Dira yang saat itu baru keluar dari pekerjaannya, dan Dina yang baru pulang dari Amerika, akhirnya mencoba menjadikan kemampuan mereka membuat dekorasi kamar anak menjadi suatu usaha di tahun 2002.</p>
<p>Pada perjalanannya mereka bertemu dengan D. Menik Hendrarahayu atau Menik [39], seorang ibu muda yang juga gemar mendandani kamar anak dengan perlengkapan bedding hasil desainnya. Seprai, sarung bantal dan guling, bed cover, bantal dan gorden buatannya selalu dibuat khas dengan tambahan aplikasi khas anak di sana-sini. Desain Menik sangat serasi jika disandingkan dengan perlengkapan kamar unik buatan Dira dan Dina. Akhirnya tiga ibu muda ini sepakat untuk melebur diri dalam usaha menghias kamar anak yang dinamai Kidsroom.</p>
<p><strong><a href="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_3_ed28.jpg"><img class="size-full wp-image-3926 alignright" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_3_ed28" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_3_ed28.jpg" alt="ikhtiar_3_ed28" width="300" height="185" /></a>Bertahan Eksklusif</strong><br />
Membuka showroom di daerah Kemang memang menjadi keinginan mereka. Awalnya sebuah ruko mungil di daerah Kemang Selatan yang selalu ramai dengan arus kendaraan terpilih menjadi showroom pertama mereka. Mereka memang membidik kalangan menengah ke atas untuk menjadi pelanggan. Apalagi karya mereka cukup eksklusif dan relatif tidak murah.</p>
<p>Usaha ini ternyata berkembang pesat. Terutama setelah Menik bergabung dengan desain bedding-nya yang lucu-lucu. Mereka selalu mempertahankan desain-desain yang ekslusif. “Ada yang bilang Kidsroom punya ciri khas sendiri. Entah warna atau temanya,” ucap Menik, ibu Reiffel dan Ralfazza ini. Mereka memang konsisten mempertahankan desain mereka yang khas dengan warna cerianya dunia kanak-kanak. Misalnya gambar-gambar mobil, kapal terbang, kereta khas anak laki-laki; atau bunga-bunga, taman atau peri-peri lucu khas anak perempuan.</p>
<p>Desain khas in<strong><a href="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_2_ed28.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3925" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_2_ed28" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_2_ed28.jpg" alt="ikhtiar_2_ed28" width="250" height="375" /></a></strong>i yang mereka pertahankan hingga sekarang, sehingga mereka selalu menolak jika ada permintaan untuk meniru karakter tokoh kartun tertentu. “Kalau karakter tokoh kartun itu kan ada lisensinya. Itu ada etikanya dan kami tak mau melanggar hal itu. Apalagi kalau nantinya karakter buatan kami tidak mirip. Jadi kami lebih mempertahankan ciri khas kami saja,” jelas Dira yang enggan mengembangkan produknya menjadi produk massal.</p>
<p>Meski harganya relatif tak murah, berkisar antara Rp 17.500 hingga desain kamar lengkap yang bernilai sekitar duapuluh juta rupiah, namun showroom Kidsroom yang kini sudah pindah ke jalan Benda cukup ramai dikunjungi orang. Tak hanya orang Indonesia. Orang-orang Jepang, Belanda, Prancis, Arab, dan India juga menjadi pelanggan setianya. Banyaknya permintaan membuat mereka harus membuka gerai di Metro departemen store, Alun-Alun, dan Dharmawangsa Square.</p>
<p><strong>Tak Bebas Kendala</strong><br />
Usaha yang sudah tampak mapan ini bukan tanpa kendala. Hasil karya mereka sudah banyak dicontek orang. Bahkan ada mantan pelanggan yang mencontek hasil karya mereka mentah-mentah lalu keluar di media cetak sebagai seorang yang mengaku menjadi pionir usaha tersebut.</p>
<p>Kendala lain yang dirasakan tidak mudah adalah membina karyawan. “Sudah kami latih hingga pintar tiba-tiba memutuskan untuk keluar. Atau ngambek karena keinginannya tidak bisa kami penuhi. Kami kan juga harus mempertimbangkan keadilan bagi karyawan lain,” ucap Dira sambil menjelaskan tugas dari masing-masing karyawan yang kini sudah berjumlah 16 orang ini.</p>
<p>Padahal karena telah memiliki banyak karyawan itulah mereka bertiga mencoba bertahan dari kerasnya persaingan di bidang yang sama. Banyaknya karyawan yang menggantungkan hidupnya dari usaha ini membuat ketiga wanita ini merasa bertanggungjawab. Mereka memutar otak untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menghasilkan desain-desain baru agar tetap dapat memenangkan persaingan, maupun dalam menghadapi berbagai kendala yang mereka hadapi.</p>
<p>Misalnya bagi karyawan yang memiliki prestasi kerja yang baik, mereka beri kesempatan untuk meningkatkan kemampuannya dengan mengikutsertakan dalam kursus bahasa Inggris. Sehingga karyawannya merasa betah bekerja di tempat mereka, mereka pun diuntungkan dengan kemampuan si karyawan dalam menghadapi pelanggan asing.</p>
<p><strong>Menyatukan Tiga Kepala</strong><br />
Menyatukan tiga kepala dalam satu usaha pasti banyak menimbulkan friksi. Hal itu diakui ketiga ibu muda tersebut. Namun mereka berusaha meredamnya dengan mengadakan meeting secara regular. “Kami bertiga kan memang ibu rumahtangga. Jadi kalau antar-jemput anak ya ngetem-nya di sini,” ucap Dira, ibu Azahra dan Ashila ini sambil tertawa lebar. Di luar itu mereka berusaha untuk bertemu seminggu sekali sambil membicarakan berbagai hal mengenai usaha mereka.<br />
“Untuk menghindari friksi, kami juga berusaha untuk mengalahkan ego kami masing-masing. Misalnya ada yang memiliki ide dan merasa idenya bagus, tetapi belum tentu yang lain setuju dengan ide tersebut, atau yang lain menganggap ide tersebut bagus. Nah dalam hal itu salah satu di antara kami akan berusaha mengalah,” ucap Menik menimpali. Selain itu friksi akan membuat mereka mengingat kembali tujuan utama mereka membuka usaha. Bukan hanya untuk mendapatkan profit, namun juga untuk membawa kesejahteraan bagi para karyawan yang bekerja pada mereka bertiga. « [esthi dan imam]</p>
<p><strong>Box</strong><br />
Tips usaha kamar anak ala Kidsroom:</p>
<ul>
<li>Tak pantang menyerah.</li>
<li>Kreatif dan inovatif.</li>
<li>Tidak mengabaikan keinginan pelanggan kecil dengan melibatkan mereka dalam pemilihan gambar maupun warna yang diinginkannya.</li>
<li>Mempertimbangkan berbagai hal dalam mengelola Sumber Daya Manusia [SDM], terutama karena karyawan dinilai berdasarkan keterampilan mereka.</li>
</ul>
<p><strong>Box</strong><br />
Showroom Kidsroom<br />
Jl. Kemang Selatan VIII No. 67J, Jakarta &#8211; 12730<br />
Tel 021-7180622</p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F23%2Fmengintip-usaha-kamar-anak%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F23%2Fmengintip-usaha-kamar-anak%2F&amp;linkname=Mengintip%20Usaha%20Kamar%20Anak" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F23%2Fmengintip-usaha-kamar-anak%2F&amp;linkname=Mengintip%20Usaha%20Kamar%20Anak" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F23%2Fmengintip-usaha-kamar-anak%2F&amp;linkname=Mengintip%20Usaha%20Kamar%20Anak" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F23%2Fmengintip-usaha-kamar-anak%2F&amp;linkname=Mengintip%20Usaha%20Kamar%20Anak" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F23%2Fmengintip-usaha-kamar-anak%2F&amp;linkname=Mengintip%20Usaha%20Kamar%20Anak" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F23%2Fmengintip-usaha-kamar-anak%2F&amp;linkname=Mengintip%20Usaha%20Kamar%20Anak">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2009/07/23/mengintip-usaha-kamar-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emas di Balik Bisnis Ikan Hias</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2009/07/09/emas-di-balik-bisnis-ikan-hias/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2009/07/09/emas-di-balik-bisnis-ikan-hias/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 19:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikhtiar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/wp/?p=3789</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia memiliki banyak jenis ikan hias, baik air tawar maupun air laut. Untuk air tawar saja tak kurang dari 3.500 spesies. Hal ini menyebabkan pasar ikan hias di Indonesia tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_1_ed27.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3790" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_1_ed27" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_1_ed27.jpg" alt="ikhtiar_1_ed27" width="300" height="181" /></a>Indonesia memiliki banyak jenis ikan hias, baik air tawar maupun air laut. Untuk air tawar saja tak kurang dari 3.500 spesies. Hal ini menyebabkan pasar ikan hias di Indonesia tak pernah jenuh. Namun, karena budidaya yang kurang memadai dan infrastruktur yang kurang mendukung, Indonesia belum menguasai pasar ikan hias dunia.</p>
<p>Saat ini, pangsa pasar ikan hias terbesar masih dipegang Singapura dengan persentase sebesar 22,8 persen. Yang kedua dipegang Malaysia dengan persentase sebesar 7,9 persen. Indonesia berada pada urutan ketiga dengan persentase sebesar 7,5 persen. Kelebihan Singapura terletak pada tersedianya fasilitas penerbangan dan pelabuhan yang memadai untuk<br />
pengiriman ikan hias langsung ke negara tujuan. Ya benar, Singapura hanya negara pengepul ikan dari negara-negara tetangganya, termasuk dari Indonesia.</p>
<p>Besarnya potensi dalam bisnis ikan hias ini juga sangat dirasakan Imam Syafi’i. Ia adalah petani ikan hias di daerah Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. “Ada emas di sini,” katanya. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa menjalankan bisnis ikan hias itu perlu ketangguhan dan ketahanan mental.</p>
<p>Bagaimana cerita Imam Syafi’i menggeluti bisnis ikan hias ini sampai menemukan emas di dalamnya?</p>
<p><strong><a href="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_5_ed27.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-3794" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_5_ed27" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_5_ed27.jpg" alt="ikhtiar_5_ed27" width="200" height="150" /></a>Memanfaatkan Kemampuan<br />
</strong>Setelah lulus dari jurusan Perikanan IPB, ia mencoba memanfaatkan kemampuan yang dimiliki untuk membuka usaha sendiri. Langkah ini dipilih Imam karena tawaran pekerjaan yang ia terima tak satu pun menarik. Selain itu, perusahaan yang ingin mempekerjakannya berada di luar Jawa yang jauh dari tempat tinggalnya. Kebetulan juga, masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya banyak yang bertani ikan. Dengan modal seadanya, ia membudidayakan ikan lele di tempat tinggalnya, Bogor, Jawa Barat.</p>
<p>Lama-kelamaan ia mengenal ikan hias, namun belum tahu potensi yang besar di bisnis ini. Baru setelah ia bertemu kakak angkatan waktu kuliah dulu, potensi itu terungkap. Kebetulan kakak angkatannya itu bekerja di salah satu instansi yang mengurus karantina ikan hias.</p>
<p>Mulailah ia membudidayakan ikan hias, meski tak punya modal besar. “Awalnya saya kontrak 42 akuarium,” kisahnya. Segala macamnya ia kerjakan sendiri karena masih belum punya karyawan. Mulai dari pemeliharaan induk, menetaskan telur-telurnya, dan merawat anak ikan sampai ukuran yang layak jual, ia upayakan sendiri.</p>
<p><a href="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_4_ed27.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3793" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_4_ed27" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_4_ed27.jpg" alt="ikhtiar_4_ed27" width="200" height="234" /></a>Bak gayung bersambut, Imam bertemu seorang investor yang menawarinya untuk mengembangkan bisnis ikan hias. Ia kemudian mendirikan <strong>Exofauna Aquatic </strong>di Pondok Cabe. Modal besar yang ia terima ternyata membawa tantangan yang besar juga. Jenis ikan yang dulu ia kembangkan di Bogor ternyata tak sesuai dengan kondisi lingkungan di Pondok Cabe.</p>
<p>Dua tahun pertama ia mengalami kondisi yang sulit. Ikan yang dibudidayakan tak bisa mendatangkan hasil yang signifikan. “Boleh dibilang, dua tahun pertama itu saya tak hidup,” kata bapak dua anak itu. Dari ribuan telur yang dihasilkan, hanya sedikit yang menetas. Dari yang menetas, hanya sedikit yang bisa hidup. Dari yang hidup itu, hanya sedikit yang bisa dijual. Induknya juga banyak yang mati.</p>
<p>Kondisi yang sulit itu tak membuatnya putus asa. Lagi-lagi, ia memanfaatkan ilmu yang dipelajarinya saat kuliah di perikanan dulu. “Kami dididik waktu sekolah dulu untuk belajar meneliti dan menganalisa letak kesalahannya.” Ia mulai melihat faktor-faktor yang berpengaruh, mulai dari kondisi air sampai pada perawatan anak ikan yang layak jual.</p>
<p>Akhirnya ia menemukan masalah utamanya. Jenis ikan yang dulu dikembangkannya tak sesuai dengan kondisi dan kualitas air tanah Pondok Cabe. Dari situlah ia mulai mencari jenis ikan yang paling cocok. Dan bertemulah ia dengan Corydoras, jenis ikan hias yang juga banyak diincar konsumen dari luar negeri.</p>
<p>Setelah ketemu ikan yang cocok untuk dikembangkan, ia menyusun standar pengelolaan, menyiapkan sumber daya manusia, dan mengatur bisnisnya. Sekarang, ia sudah memunyai lima pegawai. Empat orang di bagian lapangan, dan satu orang yang membantunya mengurus administrasi.</p>
<p><strong>Bisnis itu Bekerjasama<br />
</strong>Semakin berkembang, semakin banyak pula rekanan yang harus dibina Imam Syafi’i. Selain membudidayakan ikan untuk diekspor, suami Rimbawani itu juga mengembangkan pasar dalam negeri. Banyak kios-kios ikan hias yang membeli ikan padanya. “Langganan saya, kios-kios ikan mulai dari Pamulang, Ciputat, Legoso, sampai ke Cinere. Ada juga di wilayah BSD.”</p>
<p>Salah satu kunci yang turut mempermudah langkah Imam Syafi’i menjalankan bisnis ikan hias adalah membina kerjasama yang baik dengan rekanan-rekanan bisnisnya itu. Selain dengan kios-kios ikan dan pengekspor, ia juga membina hubungan yang baik dengan para petani pemasok ikan.</p>
<p>Cara bekerjasama yang diterapkan Imam dengan kios dan pengekspor adalah dengan memberi jaminan mutu. Ikan yang dijual harus bisa dipastikan dalam kondisi baik. Tidak dalam keadaan sakit. Packaging-nya pun juga harus baik agar bisa dilihat kondisi ikan di dalamnya.</p>
<p>Dengan para petani pemasok, ia menerapkan standar baku yang ketat. Ukuran ikan dan kesehatannya harus sesuai dengan standar itu. Namun Imam tak menerapkan standar itu secara serta-merta. Sebelum para petani dikenai standar mutu, Imam memberi pengarahan, bahkan memandu mereka. Ia juga membantu pengadaan induk secara cuma-cuma. “Sifatnya pinjam,” katanya. Karena, dengan sistem meminjam itu, petani lebih perhatian merawat induk-induk itu, “Mereka tahu bagaimana kewajiban orang meminjam itu.”</p>
<p>Dengan gaya bisnis seperti itu, Imam bisa menikmati hasil yang cukup besar. Ia bisa rutin memasok eksportir untuk dikirim ke luar negeri. Pasar dalam negeri juga berhasil ia kembangkan meski saat ini baru konsentrasi di Jakarta Selatan dan sekitarnya. Ke depan, Imam ingin lebih banyak membina petani ikan dan membuka pasar yang lebih luas lagi. « [imam]</p>
<p><span style="color: #800000;"><strong>Box</strong></span><br />
<strong>Tips Bisnis Ikan Hias ala Imam Syafi’i</strong></p>
<ol>
<li>Modal nomor satu adalah kejujuran. Misalnya ketika menyampaikan laporan keuangan bisnis kepada investor, sebenarnya tanggungjawab pelaporan itu tak hanya kepada investor saja, tetapi juga kepada Allah swt</li>
<li> Memiliki etos kerja. Tak mudah menyerah saat mengalami kekagalan. Terus-menerus belajar dari kegagalan untuk hasil yang lebih baik.</li>
<li>Membina kerjasama yang baik dengan rekanan.</li>
</ol>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F09%2Femas-di-balik-bisnis-ikan-hias%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F09%2Femas-di-balik-bisnis-ikan-hias%2F&amp;linkname=Emas%20di%20Balik%20Bisnis%20Ikan%20Hias" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F09%2Femas-di-balik-bisnis-ikan-hias%2F&amp;linkname=Emas%20di%20Balik%20Bisnis%20Ikan%20Hias" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F09%2Femas-di-balik-bisnis-ikan-hias%2F&amp;linkname=Emas%20di%20Balik%20Bisnis%20Ikan%20Hias" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F09%2Femas-di-balik-bisnis-ikan-hias%2F&amp;linkname=Emas%20di%20Balik%20Bisnis%20Ikan%20Hias" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F09%2Femas-di-balik-bisnis-ikan-hias%2F&amp;linkname=Emas%20di%20Balik%20Bisnis%20Ikan%20Hias" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F07%2F09%2Femas-di-balik-bisnis-ikan-hias%2F&amp;linkname=Emas%20di%20Balik%20Bisnis%20Ikan%20Hias">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2009/07/09/emas-di-balik-bisnis-ikan-hias/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sabun, Sederhana tapi Mendunia</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2009/06/25/sabun-sederhana-tapi-mendunia/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2009/06/25/sabun-sederhana-tapi-mendunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 21:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ikhtiar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/wp/index.php/?p=3636</guid>
		<description><![CDATA[Punya ayah terkenal justru melecut Anya Madiapoera [32] untuk berkarya. Ia ingin membuktikan bahwa tak perlu menjadi seorang seniman seperti ayahnya jika mau sukses. Dengan mengerjakan hal-hal sederhana namun tekun, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-3638" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_1_ed26" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_1_ed26.jpg" alt="ikhtiar_1_ed26" width="300" height="227" /><em><strong>Punya ayah terkenal justru melecut Anya Madiapoera [32] untuk berkarya. Ia ingin membuktikan bahwa tak perlu menjadi seorang seniman seperti ayahnya jika mau sukses. Dengan mengerjakan hal-hal sederhana namun tekun, seperti membuat sabun, ia yakin bisa maju. Sedikit demi sedikit, tekadnya tersebut terbukti.</strong></em></p>
<p>Tak mudah memiliki ayah seorang pesohor. Apalagi sekaliber Nyoman Nuarta, seorang mualaf seniman patung terkenal dari Bali yang bertempat tinggal di Bandung. Anya kecil yang hidupnya dikelilingi seniman-seniman besar, sahabat sang ayah, diharapkan untuk mengikuti jejak sang ayah. Bergerak di bidang seni. Namun istri Alka Madiapoera [32] ini ternyata menapaki jalan yang berbeda.</p>
<p><strong>&#8216;Terbang&#8217; sendiri</strong><br />
Pilihannya adalah membuat sabun sendiri dan memasarkannya. Tentu saja pilihan ini mengagetkan banyak orang. Sang ayah saja menjadi skeptis menghadapi jalan hidup putri tercintanya. Begitu pula saudaranya yang lain. “Biarkan aku terbang sendiri,” ucapnya sekali waktu. Tekadnya sudah sangat bulat. Pengalamannya ikut membuat sabun pada bisnis rumahan di Amerika ternyata tertanam kuat di ingatannya dan perlahan diwujudkannya. Anya membuktikan diri lewat usaha.</p>
<p>Mungkin sudah ratusan batang sabun terbuang saat proses uji coba. Ia mengolah sendiri dengan tangannya untuk mencari formula yang tepat. Akhirnya Anya memilih susu kambing sebagai produk unggulannya. “Selain bahan harus ramah lingkungan dan halal, Nabi Muhammad Saw juga selalu menyarankan untuk meminum susu kambing,” ucap wanita yang mengaku banyak membeli dan membaca buku cara pembuatan sabun, bahkan dari zaman nabi. Ternyata hasil buatannya banyak disukai orang.</p>
<p>Tak hanya berhenti di sabun. Ia pun merambah ke produk kosmetik lain, seperti garam mandi dan sugar scrub yang diolahnya sendiri dan dikemas sangat indah dan unik. Selain itu jiwa seni Anya pun membawa ibu Narendra [5] dan Bianca [3] ini untuk membuat pernak-pernik lain seputar kegiatan mandi dan kecantikan. Di antaranya tas, scrub mandi dari loofah [sejenis gambas yang setelah diolah dan dikeringkan dapat digunakan sebagai penggosok tubuh saat mandi] sandal loofah, dan sebagainya.</p>
<p><strong><img class="alignright size-full wp-image-3639" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_2_ed26" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_2_ed26.jpg" alt="ikhtiar_2_ed26" width="200" height="156" />Dekat dengan Petani</strong><br />
Kedekatan dengan sang ayah membuatnya mengikuti petuahnya untuk tidak merusak lingkungan. Hal itu membuatnya mencari bahan-bahan ramah alam untuk produk usahanya. Di antara yang dihasilkan dan menjadi salah satu produk unggulannya adalah loofah.</p>
<p>Loofah memang sudah sangat dikenal di luar negeri, namun di negeri tropis seperti Indonesia, yang jadi tempat tumbuhnya tanaman merambat ini, justru kurang dikenal sebagai alat mandi. “Padahal loofah itu adalah pemberian Allah yang luar biasa. Kalau matang dagingnya dibuang dijadikan kompos. Biji dijemur untuk ditanam kembali, lalu bagian yang berserat dikeringkan dan menjadi semacam spons. Spons loofah bagus sekali, dapat merangsang kulit menjadi lembab. Jadi tak ada bagian yang terbuang dari tanaman ini,” ucap Anya sambil menunjukkan kebun gambas miliknya yang terletak di satu lereng kompleks galeri NuArt di Bandung Utara.</p>
<p>Selain sepetak kebun tersebut, Anya juga bekerjasama dengan petani di Bandung Selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur untuk menanam gambas. Kebahagiaan dirasakannya ketika ada petani yang mengucap syukur atas tambahan penghasilan bagi keluarganya yang didapat dari penjualan loofah. “Saya terharu. Barang yang sederhana ini ternyata banyak manfaatnya. Karena bermanfaat buat banyak orang, barang ini lakunya luar biasa. Mungkin sekarang masih sedikit keluarga petani yang merasakan manfaatnya, semoga tahun depan bisa bertambah. Cita-cita saya begitu saja deh, berbagi!” ucap lulusan sekolah desain di San Francisco ini.</p>
<p><strong>Dewasa lewat Pameran</strong><br />
<strong><img class="alignleft size-full wp-image-3640" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="ikhtiar_3_ed26" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/ikhtiar_3_ed26.jpg" alt="ikhtiar_3_ed26" width="200" height="124" /></strong>Walau banyak yang meragukan, Anya tetap tekun menjalani pekerjaan tersebut sejak tahun 2003. Pembuktiannya berhasil. Sabunnya saja kini sudah diproduksi sekitar 360 batang per hari. Belum lagi produk lainnya. Beragam barangnya pun, meski belum terlalu banyak, namun sudah mulai dilirik peminat dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan, mancanegara. Seperti Singapura, Jepang, Malaysia, Jerman, Amerika, dan Inggris.</p>
<p>Yang menggembirakan, setelah empat tahun sang ayah meragukan jalan hidupnya, maka tahun lalu Anya mendapatkan restu dengan sepenuh hati, “Begitu orangtua sudah meridhai, terus terang rezeki jadi lebih banyak..” Meski produksinya dihargai agak mahal karena buatan tangan, namun showroom mungil, unik, dan ekslusif di galeri sang ayah juga makin kerap didatangi orang.</p>
<p>Selain talenta yang dimiliki dan restu orangtua, keberhasilan yang diperolehnya tak lepas dari keuletannya untuk memamerkan produk dengan mengikuti pameran besar yang diadakan tiap tahun di Jakarta. “Pameran itu mendewasakan saya. Saya sudah tiga kali ikut pameran, dan di situ saya melihat berbagai macam manusia dengan perilaku yang bermacam-macam. Lucunya, saya banyak mendapat doa dari orang yang tak saya kenal. Alhamdulillah, itu berkah,” tutur anak pertama dari dua bersaudara yang pantang berutang ini</p>
<p>Tak ada usaha yang tak lepas dari kendala, namun itu tak membuatnya gentar. “Santai sajalah. Saya bersyukur usaha saya didukung penuh oleh suami. Selain itu saya percaya ada [Allah] yang menjaga saya. Saya percaya semua ini dari-Nya. Tiap malam saya berkontemplasi, seperti mengajak Allah bercakap-cakap, dan saya seperti diberi karunia dengan ditunjukkan jalan. Ini membuat saya yakin,” ucapnya sambil tersenyum lebar. « [esthi]</p>
<p><strong>Box</strong><br />
Tips Usaha ala Anya:</p>
<ul>
<li>Gigih dan tekun.</li>
<li>Harus yakin dengan yang akan dikerjakan, lalu fokus terhadap bidang usaha tersebut.</li>
<li>Sesuaikan bidang usaha dengan passion. Ini penting untuk memotivasi seseorang mengerjakan usaha tersebut.</li>
<li>Jangan terlalu naif sehingga mudah dibohongi. Bekali diri dengan ilmu yang didapat dari belajar dan pengalaman.</li>
</ul>
<p><strong>Box</strong><br />
Soaphisticated<br />
Jl. Setra Duta Kencana II/11,<br />
Bandung &#8211; 40151<br />
Tel 022-2017812<br />
<a href="www.soaphisticated.com" target="_blank">www.soaphisticated.com</a><br />
shop.soap@gmail.com</p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F06%2F25%2Fsabun-sederhana-tapi-mendunia%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F06%2F25%2Fsabun-sederhana-tapi-mendunia%2F&amp;linkname=Sabun%2C%20Sederhana%20tapi%20Mendunia" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F06%2F25%2Fsabun-sederhana-tapi-mendunia%2F&amp;linkname=Sabun%2C%20Sederhana%20tapi%20Mendunia" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F06%2F25%2Fsabun-sederhana-tapi-mendunia%2F&amp;linkname=Sabun%2C%20Sederhana%20tapi%20Mendunia" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F06%2F25%2Fsabun-sederhana-tapi-mendunia%2F&amp;linkname=Sabun%2C%20Sederhana%20tapi%20Mendunia" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F06%2F25%2Fsabun-sederhana-tapi-mendunia%2F&amp;linkname=Sabun%2C%20Sederhana%20tapi%20Mendunia" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2009%2F06%2F25%2Fsabun-sederhana-tapi-mendunia%2F&amp;linkname=Sabun%2C%20Sederhana%20tapi%20Mendunia">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2009/06/25/sabun-sederhana-tapi-mendunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
