<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ALiF Magazine &#187; Kolom</title>
	<atom:link href="http://www.alifmagz.com/category/artikel/kolom/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.alifmagz.com</link>
	<description>Alhamdullillah It&#039;s Friday</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 08:06:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Anak</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2010/07/23/anak/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2010/07/23/anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 02:05:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/wp/?p=9910</guid>
		<description><![CDATA[Anak merupakan anugerah, amanah, sekaligus cobaan bagi orangtuanya. Sebagai anugerah dapat kita saksikan betapa bahagianya pasangan suami isteri saat kehadiran buah hati yang diidamkannya. Ketika anak menyambut ayah-ibunya di depan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://202.152.55.75/wp-content/uploads/2010/07/Darwis-Hude.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-9939" style="border: 0pt none; margin: 10px;" title="Darwis-Hude" src="http://202.152.55.75/wp-content/uploads/2010/07/Darwis-Hude.jpg" alt="" width="200" height="257" /></a>Anak merupakan anugerah, amanah, sekaligus cobaan bagi orangtuanya. Sebagai anugerah dapat kita saksikan betapa bahagianya pasangan suami isteri saat kehadiran buah hati yang diidamkannya. Ketika anak menyambut ayah-ibunya di depan pintu sambil berteriak dengan manja, ‘ayah&#8230;ibu&#8230;pulang,’  lalu mengulurkan kedua tangannya untuk digendong,  seketika itu juga penat ayah-ibunya hilang meski mereka telah bekerja seharian. </strong></p>
<p><strong></strong>Subhanallah!  Tapi, anak juga adalah amanah karena ia merupakan titipan Allah untuk dirawat, dibesarkan, dididik, sehingga menjadi mukallaf yang bertanggung jawab atas dirinya sebagai generasi  andalan umat seperti diisyaratkan oleh Q.S. 4: 9. Bahkan, anak merupakan cobaan atau ‘fitnah’ (Q.S. 64:15) bagi orangtuanya, terutama karena ia menjadi ajang apakah mereka mampu bersabar meluangkan waktu, tenaga, dan menyediakan segala sesuatu yang diperlukan (sebagai ‘provider’) dalam rangka mendewasakan anak sesuai dengan kehendak Allah (<em>mardhatillah</em>) ataukah hanya terus berkeluh kesah.</p>
<p>Anak terlahir fitrah, membawa potensi-potensi yang siap dikembangkan oleh lingkungannya, terutama orangtua dan keluarga batih yang menjadi ‘sekolah pertama’-nya (<em>al-umm madrasah al-ula</em>, ibu adalah sekolah pertama). Sikap dan perilaku orangtua dan keluarga akan diimitasi oleh anak yang berada di bawah kepengasuhannya. Sulit dibantah bahwa seorang anak tumbuh dan berkembang  sejalan dengan interaksinya dengan lingkungan dimana ia berada. Kurt Lewin, seorang psikolog, menyusun sebuah rumus tentang perilaku manusia sebagai berikut: B = f (P x E), dimana  B adalah behavior (tingkah laku), f adalah fungsi, P adalah person (pribadi), dan E adalah environment (lingkungan). Dengan demikian, seperti teori convergensi, bahwa perpaduan potensi bawaan dengan bentukan lingkungan yang akan mempengaruhi hidup seorang anak hingga dewasa. Oleh karena itu, nilai-nilai harus ditanamkan sejak dini bahkan sejak anak mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Mempertontonkan bagaimana sebuah nilai dipraktekkan adalah cara terbaik, karena anak adalah imitator ulung. Apa pun yang dilihat dan didengar akan ditiru dalam kesempatan lain.</p>
<p>Perlu disadari bahwa anak adalah tetap anak, bukan orang dewasa dalam bentuk mini. Pengajaran nilai-nilai tidak boleh dalam bentuk paksaan, tetapi cukup dengan meneladankan,  mempraktekkan, menyelipkan dalam dongeng atau cerita, menuntunkan, membiasakan dalam suasana yang menyenangkan. Sebab, manusia lahir tidak memiliki pengetahuan meskipun diberi berbagai potensi sejak lahir dan berbagai instrumen seperti pendengaran, penglihatan, dan pemahaman terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. (Q.S. 16:78)</p>
<p>Seperti halnya fisik yang tumbuh dan berkembang secara tertahap (<em>latarkabunna thabaqan ‘an thabaq</em>), nilai-nilai yang diinternalisasikan bertahap pada saatnya akan menjadi sikap hidup (karakter). Sejatinya, pembentukan karakter manusia terjadi secara bertahap hingga sekitar usia dua puluh satu tahun melalui tiga tahap proses. Pertama, <em>compliance</em>, yaitu tahap pembiasaan dan peneladanan terhadap nilai-nilai kebaikan yang diharapkan dapat menjadi sikap hidupnya kelak. Kedua, identifikasi, tahap ini terjadi ketika anak sudah mampu mengidentifikasi dirinya dengan nilai yang diharapkan. Ketika anak mengatakan ‘ih&#8230;jorok’ saat melihat rumah berantakan penuh dengan tumpahan sisa makanan dan atau minuman. Ketiga, tahap kristalisasi, yaitu pada saat anak sudah menjadikan nilai-nilai yang diajarkan padanya sebagai perilakunya sehari-hari. Ia sudah setia membuang bungkusan permen ke tempat sampah, setia mengucap salam ketika masuk ke dalam rumah untuk bertamu dan bertemu dengan sahabatnya, dsb.</p>
<p>Setiap kali anak menunjukkan kemajuan atau menampilkan sebuah nilai yang diharapkan ia berhak dan harus mendapat apresiasi; dengan begitu ia mempeoleh peneguhan (<em>reinforcement</em>) terhadap kebaikan yang dilakukannya. Lebih baik memberi penghargaan daripada mencela  atau menghukum. Mendahulukan <em>reward</em> (<em>targib</em>, ganjaran, apresiasi) daripada <em>punishment</em> (<em>tarhib</em>, hukuman) adalah hal terbaik bagi anak. Bukankah Allah telah mengajari kita untuk senantiasa memberi apresiasi pada setiap kebaikan? Kata Allah dalam sebuah hadis qudsi: <em>Inna rahmati sabaqat gadhabi</em>, atau, <em>inna rahmati galabat gadhabi</em> (Sungguh rahmat-Ku selalu mendahului amarah-Ku, atau, sungguh kasih sayang-Ku mengalahkan amarah-Ku). Mengapa pula banyak orang tua yang selalu mencela anaknya setiap saat? Bahkan, menurut Jack Canfield, frekuensi orangtua mencela dan berkomentar negatif kepada anaknya 460 kali daripada memberi pujian dan berkomentar positif yang hanya rata-rata 75 kali perhari. Di kalangan masyarakat kita bahkan masih banyak orang tua melakukan kekerasan kepada anaknya. Berbagai ayat Al-Qur’an menuntun kita untuk berkomunikasi dengan tutur kata yang lemah lembut, benar dan jujur, santun, memberi instruksi dengan kata yang terukur, meskipun saat tertentu dituntut pula berkata tegas jika diperlukan. Al-Qur’an menggunakan beberapa ungkapan misalnya: qaulan layyinan – tutur kata lemah lembut (Q.S. 20:44), qaulan kariman – mulia (Q.S. 17:33), qaulan ma’rufan – dikenal (Q.S. 2:230), qaulan sadidan – benar (Q.S.4:9,33:70), qaulan baligan – jelas (Q.S. 4:63), qaulan maisuran – pantas, terukur (Q.S. 17:28), qaulan tsaqilan – tegas (Q.S. 73:5). <em>Wallahu a’lam</em>. (M. Darwis Hude)<br />
*] Guru Besar Ilmu Pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an [PTIQ] Jakarta</p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F07%2F23%2Fanak%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F07%2F23%2Fanak%2F&amp;linkname=Anak" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F07%2F23%2Fanak%2F&amp;linkname=Anak" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F07%2F23%2Fanak%2F&amp;linkname=Anak" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F07%2F23%2Fanak%2F&amp;linkname=Anak" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F07%2F23%2Fanak%2F&amp;linkname=Anak" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F07%2F23%2Fanak%2F&amp;linkname=Anak">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2010/07/23/anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peranan Keluarga Dalam Islam</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2010/06/21/peranan-keluarga-dalam-islam/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2010/06/21/peranan-keluarga-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 05:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/wp/?p=9449</guid>
		<description><![CDATA[Hai orang-orang beriman ! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari [kemungkinan siksaan] api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah para malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/06/aminsuma.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-9450" style="margin: 5px;" title="aminsuma" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/06/aminsuma.jpg" alt="" width="111" height="111" /></a><strong>Hai orang-orang beriman !  Peliharalah dirimu dan keluargamu dari [kemungkinan siksaan] api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah para malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (Altahrim (66): 6).</strong></p>
<p>Keluarga, yang biasa diartikan dengan ibu dan bapak beserta anak atau anak-anaknya; belakangan diartikan dengan semua dan setiap orang yang ada dalam sebuah keluarga/rumah tangga (lihat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tanggga, Pasal 2). Keluarga, dalam sistem hukum apapun dan di manapun, apalagi dalam perspektif hukum Islam, dipastikan memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan tingkat manapun. Terutama di tingkat rukun tetangga (RT) yang daripadanya terhimpun rukun warga, desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, dan seterusnya sampai masyarakat dunia. Tanpa keluarga, yang sejatinya menjadi unit terkecil dalam sebuah komunitas, mustahil ada apa yang dikenal dengan sistem sosial itu sendiri mulai dari sistem sosial yang sangat terbatas atau bahkan dibatasi; sampai komunitas yang bersekala nasional, regional dan intrenasional.</p>
<p>Sekedar untuk menunjukan arti penting keluarga, ada ungkapan  yang menyatakan bahwa “Keluarga adalah tiang masyarakat dan sekaligus tiang negara; bahkan juga tiang agama.” Atas dasar ini, maka mudahlah difahami manakala agama Islam menaruh perhatian sangat serius terhadap perkara keluarga. Di antara indikatornya, dalam Al-qur’an dan atau Al-hadits, tidak hanya dijumpai sebutan keluarga dengan istilah “<em>al-ahl</em>” – jamaknya “<em>al-ahluna,</em>” atau “<em>dzul qurba</em>,” “<em>al-aqarib</em>” dan lainnya; akan tetapi, juga di dalamnya dijumpai sejumlah ayat dan bahkan surat Al-qur’an yang mengatur ihwal keluarga dan kekeluargaan.</p>
<p>Di antara surat yang menyimbolkan arti penting tentang peran keluarga dalam kehidupan sosial adalah surat ketiga, yakni surat Ali Imran (3) yang terdiri atas: 200 ayat, 3,460 kata dan 14,525 huruf. Secara umum dan garis besar, surat Ali Imran memuat perihal: keimanan, hukum, dan kisah di samping lain-lain. Yang menariknya lagi surat Ali Imran ini diiringi surat An-Nisa (4), yang mengisyaratkan arti penting bagi kedudukan seorang ibu khususnya dan kaum wanita pada umumnya dalam hal pembentukan dan pembinaan keluarga ideal yang disimbolkan dengan Keluarga Imran.</p>
<p>Masih dalam konteks peduli Al-qur’an terhadap peran keluarga, bisa difahami dari isi kandungan ayat 6 surat Al-tahrim yang telah dikutibkan sebelum ini. Ayat tersebut pada dasarnya mengingatkan semua kepala keluarga dalam hal ini Bapak dan atau Ibu bahkan para wali, supaya membangun, membina, memelihara dan atau melindungi semua dan setiap anggota keluarga  yang menjadi tanggungannya dari kemungkinan mara bahaya yang disimbolkan dengan siksaan api neraka. Sebab, dalam pandangan Islam, berkeluarga itu tidak hanya untuk sebatas dalam kehidupan duniawi; akan tetapi juga sampai ke kehidupan akhirat.</p>
<p>Indikator lain dari peduli Islam terhadap eksistensi dan peran keluarga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan ialah adanya hukum keluarga Islam yang secara spesifik mengatur persoalan-persoalan hukum keluarga mulai dari perkawinan, hadhanah (pengasuhan dan pendidikan anak), sampai kepada hukum kewarisan dan lain-lain yang lazim dikenal dengan sebutan  “al-ahwal al-syakhshiyyah,” “<em>ahkam al-usrah,” Islamic family law </em>dan lainnya. Hukum Keluarga Islam benar-benar mengatur semua dan setiap urusan keluarga mulai dari  hal-hal yang bersifat filosofis dan edukatif, sampai hal-hal yang bersifat akhlaqi yang teknis operasional sekalipun. Itulah sebabnya mengapa Islam memerintahkan pemeluknya agar selalu saling menyayangi dan bekerjasama antara sesama keluarga. Termasuk dalam hal mendoa. Amin !</p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F06%2F21%2Fperanan-keluarga-dalam-islam%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F06%2F21%2Fperanan-keluarga-dalam-islam%2F&amp;linkname=Peranan%20Keluarga%20Dalam%20Islam" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F06%2F21%2Fperanan-keluarga-dalam-islam%2F&amp;linkname=Peranan%20Keluarga%20Dalam%20Islam" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F06%2F21%2Fperanan-keluarga-dalam-islam%2F&amp;linkname=Peranan%20Keluarga%20Dalam%20Islam" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F06%2F21%2Fperanan-keluarga-dalam-islam%2F&amp;linkname=Peranan%20Keluarga%20Dalam%20Islam" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F06%2F21%2Fperanan-keluarga-dalam-islam%2F&amp;linkname=Peranan%20Keluarga%20Dalam%20Islam" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F06%2F21%2Fperanan-keluarga-dalam-islam%2F&amp;linkname=Peranan%20Keluarga%20Dalam%20Islam">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2010/06/21/peranan-keluarga-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tetap Sehat Menghadapi Perubahan Iklim Global</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2010/05/11/tetap-sehat-menghadapi-perubahan-iklim-global/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2010/05/11/tetap-sehat-menghadapi-perubahan-iklim-global/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 04:12:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/wp/?p=8906</guid>
		<description><![CDATA[Dunia sudah semakin tua dan semakin ganas akibat ulah manusia. Tidak ada lagi jaminan bagi kita untuk bisa makan dan minum dengan sehat. Makan sayur, ada pestisida. Makan daging, ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8929" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/05/amarullah.jpg"><img class="size-full wp-image-8929" title="amarullah" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/05/amarullah.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">amarullah h siregar</p></div>
<p>Dunia sudah semakin tua dan semakin ganas akibat ulah manusia.  Tidak ada lagi jaminan bagi kita untuk bisa makan dan minum dengan sehat. Makan sayur, ada pestisida. Makan daging, ada zat kimia yang disuntikan. Makan ikan, ada paparan logam. Udara yang dihirup sangat polusi. Dan yang tidak kalah hebatnya adalah tingkat stres yang sangat besar. Jangan dibayangkan bahwa stres tersebut hanya yang bersumber dari pikiran saja. Perubahan iklim yang sangat ekstrim seperti sekarang ini tanpa kita sadari akan menimbulkan stres yang hebat kedalam sel sel tubuh kita, dimana sel akan membutuhkan energi yang berlipat. Bayangkan betapa terbebannya tubuh kita untuk melakukan kerjanya. Global warming yang terjadi juga akibat ulah kita; sebagaimana yang tercantum dalam Ar Ruum 41.</p>
<p>Untuk melawan semua itu agar kita mampu untuk mengantisipasinya sehingga tidak terganggu olehnya dan tidak timbul masalah ataupun penyakit, maka kita membutuhkan sistem tubuh yang kuat, karena sesuai dengan hadits Rasul SAW  bahwa sebenarnya penyakit tersebut juga akibat kesalahan dan kelemahan kita (HR Ahmad), sejalan juga dengan yang tercantum dalam  As Syura 30.</p>
<p>Tubuh yang kuat membutuhkan sel sel yang kuat; sebagaimana halnya negara yang kuat membutuhkan rakyat yang kuat dan sejahtera. Prioritas utama agar sel kita tidak terbeban adalah mengkonsumsi makanan yang baik – thoyib. Makanan yang halal belum tentu baik. Fast food, processing food, makanan dengan penyedap adalah halal tetapi tidak thoyib bagi tubuh kita. Jadi halalan thoyiban. Sederhana memang tetapi harus diingat “you are what you eat”. Memang betul hanya makanan yang didalam Al Baqarah ayat 173  atau  Al Maidah ayat 3 yang dilarang oleh Allah; tetapi bukan berarti diluar yang tercantum di ayat tersebut kita boleh makan seenaknya. Ada ayat lain yang Allah mengatakan jangan berlebihan, Al Araf ayat 31 dan Al An’am ayat 141; sehingga disunnahkan oleh Rasul SAW isi perut 1/3 makanan, 1/3 minuman dan 1/3 udara. Tidak boleh penuh penuh. Coba bayangkan bila kita makan terlalu banyak, apa yang kita rasakan? Makan siang kebanyakan, setelahnya kerjapun berat dan konsentrasi sudah tidak mampu lagi.  Pada saat berbuka puasa makan dan minum sepuasnya tanpa ada udara dilambung kita sehingga untuk shalatpun susah.</p>
<p>Itu artinya bahwa sel sudah terbeban akibat kerja berat karena energi yang dipakai untuk mengolah, mencerna dan membakar makanan tersebut terlalu banyak. Bayangkan bila  energi kita sudah berkurang atau melemah, bagaimana lagi kita bisa melakukan aktifitas kerja rutin. Apalagi untuk melawan atau berperang melawan pengganggu  dan perusuh yang menyerang kita.</p>
<p>Rasul SAW selalu makan dengan seimbang. Dalam shahih Bukhari Muslim diriwayatkan bahwa Abullah bin Ja’far berkata: “Saya melihat Rasulullah SAW memakan kurma segar dan ketimun”. Kurma bersifat panas dan lembab sehingga bisa memprovokasi metabolisme lebih cepat. Ketimun bersifat dingin, mendinginkan perut dan mengurangi beban energi tubuh. Tidak ada wadah yang sangat buruk diisi oleh manusia selain perutnya (HR Tirmidzi)</p>
<p>Selain mengatur asupan makanannya Rasul SAW juga mempergunakan herbal untuk meningkatkan vitalitas tubuhnya; seperti  Raihan (sejenis kemangi), Zanjabil (jahe), Habbatus sauda (jintan hitam); yang semuanya itu sangat baik untuk memperbaiki dan melancarkan sistem sirkulasi agar seluruh nutrisi bisa sampai ke sel dengan optimal. Juga tidak kalah pentingnya menambah asupan buah buah untuk menangkal radikal bebas dan meningkatkan kadar anti antioksidan seperti  Rumman (delima), Safarjal (sejenis jambu), Thalh (pisang), ‘Inab (anggur).</p>
<p>Oleh: dr. Amarullah H. Siregar , DNMed, DIHom, MSc, PhD<br />
Dokter ahli naturopati. Menangani kasus secara holistik dengan pendekatan ilmu naturopati.</p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F11%2Ftetap-sehat-menghadapi-perubahan-iklim-global%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F11%2Ftetap-sehat-menghadapi-perubahan-iklim-global%2F&amp;linkname=Tetap%20Sehat%20Menghadapi%20Perubahan%20Iklim%20Global" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F11%2Ftetap-sehat-menghadapi-perubahan-iklim-global%2F&amp;linkname=Tetap%20Sehat%20Menghadapi%20Perubahan%20Iklim%20Global" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F11%2Ftetap-sehat-menghadapi-perubahan-iklim-global%2F&amp;linkname=Tetap%20Sehat%20Menghadapi%20Perubahan%20Iklim%20Global" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F11%2Ftetap-sehat-menghadapi-perubahan-iklim-global%2F&amp;linkname=Tetap%20Sehat%20Menghadapi%20Perubahan%20Iklim%20Global" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F11%2Ftetap-sehat-menghadapi-perubahan-iklim-global%2F&amp;linkname=Tetap%20Sehat%20Menghadapi%20Perubahan%20Iklim%20Global" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F11%2Ftetap-sehat-menghadapi-perubahan-iklim-global%2F&amp;linkname=Tetap%20Sehat%20Menghadapi%20Perubahan%20Iklim%20Global">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2010/05/11/tetap-sehat-menghadapi-perubahan-iklim-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karakter Kepemimpinan al-Khulafau al-Rasyidun: Menurut Said Nursi</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2010/05/10/karakter-kepemimpinan-al-khulafau-al-rasyidun-menurut-said-nursi/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2010/05/10/karakter-kepemimpinan-al-khulafau-al-rasyidun-menurut-said-nursi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 06:45:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/wp/?p=8888</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Andi Faisal Bakti*] Badiuzzaman Said Nursi, salah seorang mufasir asal Turki awal abad ke-20, dalam karyanya Risalah Nur (Al-Lama’at, Bab 6), menjelaskan makna ayat Surah al-Fath: 29, selain mengenai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Andi Faisal Bakti*]</strong></p>
<p><a href="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/05/andi-faisal-bakti.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-8889" style="margin: 10px;" title="andi faisal bakti" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/05/andi-faisal-bakti.jpg" alt="andi faisal bakti" width="150" height="187" /></a>Badiuzzaman Said Nursi, salah seorang mufasir asal Turki awal abad ke-20, dalam karyanya Risalah Nur (Al-Lama’at, Bab 6), menjelaskan makna ayat Surah al-Fath: 29, selain mengenai kerasulan Muhammad SAW, juga tentang karakteristik keempat sahabat beliau itu. Bagi Said Nursi, ayat tersebut dengan jelas memberitahukan kepada kita mengenai sifat istimewa dan akhlak mulia mereka. Juga bagi para ahli hakikat ayat ini menerangkan dengan makna isyari (implisit) urutan khalifah yang empat itu, yang akan menggantikan setelah Nabi SAW wafat. Lebih jauh lagi, ia mengemukakan sifat yang paling menonjol yang dimiliki oleh masing-masing mereka itu sehingga mereka wajar disebut sebagai al-Khulafa al-Rasyidun.</p>
<p>Ungkapan ayat: <em>al-ladzina ma’ahu</em> (setia bersama dengan Nabi SAW), menurut Said Nursi, mengarah kepada Sayyidina Abu Bakar al-Shiddiq RA, yang secara tanpa pamrih mendampingi beliau pada saat hijrah, dan menjadi sahabat setia beliau. Beliau pun dikenal sebagai tokoh yang getol mempertahankan kebenaran, sekalipun itu pahit. Beliau mengakui kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW (Muhammadun Rasulullah).</p>
<p>Kemudian sambungan ayat itu: <em>asyiddau ‘alaa al-kuffar</em> (keras terhadap orang-orang yang mengingkari kebenaran Islam), digambarkan sebagai perangai mulia Sayyidina Umar RA. Beliau dikenal sebagai halilintar atau macan padang pasir, karena beliau adalah figur yang sangat berwibawa dalam menegakkan keadilan melawan kaum zalim, tanpa pandang bulu dan pilih kasih. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat tegas dan teguh dalam pendirian.</p>
<p>Karena tingginya rasa kasih sayangnya kepada orang-orang beriman, sehingga gambaran al-Qur’an dengan ungkapan: <em>ruhamau baynahum</em> (kasih sayang terhadap sesama mereka), dianggap sangat sesuai dengan pribadi Sayyidina Usman RA. Beliau tidak rela bila terjadi pertumpahan darah di kalangan umat Islam ketika terjadi fitnah besar. Ia pun berjuang keras sampai titik darah penghabisan, agar umat Islam senantiasa bersatu padu.</p>
<p>Adapun Sayyidina Ali RA, al-Qur’an menggambarkannya dengan ungkapan: <em>Tarahum rukka’an sujjadan yabtaghuna fadhlan min Allah wa ridhwana</em> (kamu saksikan mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan ridha-Nya). Ungkapan ini menjelaskan kepribadian yang satu ini, bahwa meskipun sedang memangku tugas berat sebagai khalifah, beliau senatiasa ruku’ dan sujud di hadapan Khaliknya, yang menggambarkan betapa tingginya tingkat kezuhudannya dalam bribadah. Sekalipun kekuasaannya semakin meluas sampai Persia, beliau tetap hidup sangat sederhana. Beliau tidak bermewah-mewah. Memang beliau dikenal sebagai ahli ibadah yang luar biasa, selain kedalaman ilmunya yang juga diakui oleh banyak kalangan.</p>
<p>Dari penjelasan tersebut dapatlah kita memetik pelajaran berharga untuk kita sekarang ini bahwa ciri-ciri pemimpin yang ditunjukkan oleh al-Khulafau al-Rasyidun itu ada empat juga:</p>
<p>1. Pemimpin itu harus setia kepada kebenaran. Maksudnya, selain membenarkan ayat-ayat Allah SWT dan kerasulan Nabi SAW, seorang pemimpin juga haruslah selalu mempertahankan kebenaran (<em>shiddiq</em>).</p>
<p>2. Selain itu, seorang pemimpin dituntut untuk selalu tegas dan berani mengambil keputusan dengan penuh rasa keadilan (<em>‘adil</em>), serta menegakkannya dengan penuh keteguhan hati, tanpa rasa gamang dan keraguan;</p>
<p>3. Sifat lain pemimpin itu adalah memiliki rasa kasih sayang yang mendalam kepada umatnya, dan senantiasa membangun silaturrahim yang solid. Dia tidak ingin menjerumuskan bangsanya ke jurang kebingungan tanpa kepastian. Dia pun pemurah dan rela berkorban demi kepentingan rakyatnya, bukan sebaliknya: bersenang-senang di atas penderitaan rakyatnya;</p>
<p>4. Pemimpin itu, selain mesti senantiasa melayani rakyatnya dengan penuh dedikasi, hendaknya juga selalu rajin beribadah (ahli ibadah), sehingga tidak melupakan Tuhannya.</p>
<p>Bila seorang pemimpin memiliki empat sifat ini, maka Allah SWT akan selalu melindunginya dan senantiasa melimpah-ruahkan rahmat-Nya kepadanya dan bangsanya. Semoga pemimpin kita dapat selalu bercermin pada sifat-sifat mulia ini dalam setiap derap langkah kepemimpinannya.</p>
<p><em>*]Guru Besar Ilmu Komunikasi Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dan Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.</em></p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F10%2Fkarakter-kepemimpinan-al-khulafau-al-rasyidun-menurut-said-nursi%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F10%2Fkarakter-kepemimpinan-al-khulafau-al-rasyidun-menurut-said-nursi%2F&amp;linkname=Karakter%20Kepemimpinan%20al-Khulafau%20al-Rasyidun%3A%20Menurut%20Said%20Nursi" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F10%2Fkarakter-kepemimpinan-al-khulafau-al-rasyidun-menurut-said-nursi%2F&amp;linkname=Karakter%20Kepemimpinan%20al-Khulafau%20al-Rasyidun%3A%20Menurut%20Said%20Nursi" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F10%2Fkarakter-kepemimpinan-al-khulafau-al-rasyidun-menurut-said-nursi%2F&amp;linkname=Karakter%20Kepemimpinan%20al-Khulafau%20al-Rasyidun%3A%20Menurut%20Said%20Nursi" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F10%2Fkarakter-kepemimpinan-al-khulafau-al-rasyidun-menurut-said-nursi%2F&amp;linkname=Karakter%20Kepemimpinan%20al-Khulafau%20al-Rasyidun%3A%20Menurut%20Said%20Nursi" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F10%2Fkarakter-kepemimpinan-al-khulafau-al-rasyidun-menurut-said-nursi%2F&amp;linkname=Karakter%20Kepemimpinan%20al-Khulafau%20al-Rasyidun%3A%20Menurut%20Said%20Nursi" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F05%2F10%2Fkarakter-kepemimpinan-al-khulafau-al-rasyidun-menurut-said-nursi%2F&amp;linkname=Karakter%20Kepemimpinan%20al-Khulafau%20al-Rasyidun%3A%20Menurut%20Said%20Nursi">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2010/05/10/karakter-kepemimpinan-al-khulafau-al-rasyidun-menurut-said-nursi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peperangan</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2010/04/20/peperangan/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2010/04/20/peperangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 08:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[ferrasta 'pepeng' soebardi]]></category>
		<category><![CDATA[peperangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/wp/?p=8579</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ferrasta “Pepeng” Soebardi *] Menang adalah kebanggaan. Mimpi tiap orang. Sakit parah, medan perang yang berat. Perlu taktik dan strategi untuk memenangkannya. Penolakan atau amarah bisa saja dipahami. Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-8580" style="margin: 5px 7px;" title="kolom_pepeng_ed55" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/04/kolom_pepeng_ed55.jpg" alt="kolom_pepeng_ed55" width="108" height="149" />Oleh </strong>Ferrasta “Pepeng” Soebardi *]</p>
<p>Menang adalah kebanggaan. Mimpi tiap orang. Sakit parah, medan perang yang berat. Perlu taktik dan strategi untuk memenangkannya. Penolakan atau amarah bisa saja dipahami. Tapi jika berkepanjangan, kita kalah perang. Secara psikologis masalah tak selesai. Menyulitkan, dan menghambat proses kesembuhan. Masalah psikis melemahkan sistem syaraf dan imunitas. Itu yang saya baca dan alami.</p>
<p>Allah sebagaimana prasangka kita. Jika kita yakin. Ikhlas menerima. Sabar. Maka hati akan teduh. Secara teori, akan datang kesembuhan. Demikianlah kebenarannya, itu janji Sang Maha Benar. Setiap penyakit ada obatnya. Obat terdekat adalah hati. Saya rasakan dan buktikan lima tahun terakhir ini. Jiwa saya sehat. Penyakit berangsur hilang. <em>Wallâhu a&#8217;lam bisshawâb</em>. «<strong> []</strong></p>
<p>*] Mantan penyiar di <em>Radio Prambors </em>dan <em>Delta FM</em>, presenter sejumlah acara teve, kini tengah menjalani penyembuhan dari penyakit <em>multiple sclerosis</em>. Pepeng bisa dihubungi via surat elektronik di <em>pepeng@soebardi.com</em>.</p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F20%2Fpeperangan%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F20%2Fpeperangan%2F&amp;linkname=Peperangan" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F20%2Fpeperangan%2F&amp;linkname=Peperangan" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F20%2Fpeperangan%2F&amp;linkname=Peperangan" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F20%2Fpeperangan%2F&amp;linkname=Peperangan" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F20%2Fpeperangan%2F&amp;linkname=Peperangan" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F20%2Fpeperangan%2F&amp;linkname=Peperangan">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2010/04/20/peperangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Budaya Hijau</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2010/04/07/membangun-budaya-hijau/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2010/04/07/membangun-budaya-hijau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 04:17:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[budaya hijau]]></category>
		<category><![CDATA[hari bumi]]></category>
		<category><![CDATA[membangun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/?p=8202</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Nirwono Joga *] Untuk kesekian kali, dalam menyambut Hari Bumi [Earth Day] dirayakan manusia sejagat pada tanggal 22 April. Untuk kesekian kali pula, upaya penyelamatan bumi digaungkan kembali. Ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-8203" style="margin: 5px 7px;" title="kolom_nirwono1_ed53" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/04/kolom_nirwono1_ed53-150x150.jpg" alt="kolom_nirwono1_ed53" />Oleh </strong>Nirwono Joga *]</p>
<p>Untuk kesekian kali, dalam menyambut Hari Bumi [<em>Earth Day</em>] dirayakan manusia sejagat pada tanggal 22 April. Untuk kesekian kali pula, upaya penyelamatan bumi digaungkan kembali. Ini merupakan momentum yang tepat untuk merefleksi diri seberapa besar ikhtiar yang sudah dilakukan? Kalau belum, lalu rencana apa yang akan dilaksanakan?</p>
<p>Alam adalah pengejawantahan Tuhan. Alam diciptakan oleh Tuhan untuk manusia. Karenanya, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menjaganya. Sulitkah melakukan itu? Jawabannya tentu tergantung pada diri kita sendiri.</p>
<p>Alam adalah tempat tinggal kita berpijak. Keberlanjutan alam merupakan aset bagi keberlangsungan hidup ras manusia, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak membuat alam tersenyum bahagia melihat tubuhnya terjaga.</p>
<p>Jadikan “Budaya Hijau” [<em>green culture</em>] sebagai resolusi hidup hijau di Hari Bumi ini. Sebuah komitmen positif yang universal, yakni keselarasan dengan Tuhan, manusia, alam dan lingkungan sekitar tempat tinggal. Kita harus mulai belajar menghargai alam. <img class="alignright size-full wp-image-8204" style="margin: 5px 7px;" title="kolom_bumi_ed53" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/04/kolom_bumi_ed53.jpg" alt="kolom_bumi_ed53" width="300" height="232" /></p>
<p>Cukup sudah kampanye-kampanye lingkungan, kini saatnya bertindak nyata, berbudaya hijau. Mari kita mulai dari hal-hal kecil [kebiasaan sehari-hari] di lingkungan terdekat [keluarga, rumah, kantor/sekolah]. Caranya?</p>
<p><strong>1. Transportasi Hijau </strong>- Kita dapat turut serta dalam mengurangi masalah kemacetan dan pencemaran udara. Cobalah untuk menggunakan kendaraan pribadi secara lebih bijak. Gunakan alat transportasi massal yang ada dengan cerdas. Untuk jarak yang relatif dekat, biasakan kita berjalan kaki atau bersepeda.</p>
<p>Untuk jarak sedang-jauh, gunakan bus transjakarta dan kereta api listrik dipadu dengan bersepeda atau berjalan kaki. Agar nyaman, atur jadwal waktu bepergian dengan cermat. Untuk menghindari berdesak-desakkan, berangkatlah lebih awal ke kantor, sekolah, atau mana pun. Bagi pekerja bebas [<em>freelance</em>] dapat bepergian selepas jam sibuk keberangkatan atau kepulangan kantor.</p>
<p><strong>2. Sampah Hijau </strong>– Efisiensi penggunaan material dilakukan dengan membuat keputusan konsumsi yang ramah lingkungan, mengurangi konsumsi kertas, efisiensi konsumsi material dan menekan produksi sampah dan mensosialisasikan program 5R – <em>reduce, reuse, recycle, refuse, repair</em>.</p>
<p>Saat berbelanja, kita data membeli dan menggunakan produk-produk daur ulang. Sudah banyak toko-toko yang menjual produk daur ulang atau produk ramah lingkungan dengan harga terjangkau.</p>
<p><strong>3. Bijak Air</strong> – Budayakan 5 R – <em>reduce, reuse, recycle, recharge, recovery</em>. Efisiensi pemakaian air melalui tutup keran bila tidak diperlukan, jangan biarkan air keran menetes, hemat air saat cuci tangan dan cuci gelas/piring, pilih <em>dual flush </em>untuk toilet, pasang keran air bersensor, selalu habiskan air yang Anda minum, dan buat sumur resapan air.</p>
<p><strong>4. Hemat Listrik </strong>– Efisiensi penggunaan listrik seperti produk elektronik hemat listrik, mematikan lampu jika siang hari atau sudah tidak diperlukan, mematikan peralatan komputer jika tidak digunakan. Bukaan pintu, jendela, dan lubang angin yang saling bersilangan akan membuat sirkulasi udara ruang kantor terasa segar dan terang sepanjang hari. Pasokan listrik memanfaatkan energi alternatif seperti tenaga surya, angin, atau biogas.</p>
<p><strong>5. Buat Taman dan Tanam Pohon </strong>– Tempat tinggal/kerja dibuat hijau dengan pepohonan dan penataan taman yang asri. Ruang kamar menghadap taman. Ruang-ruang dalam dihiasi tanaman pot cantik. Biasakan beristirahat atau makan siang di taman-taman di bawah keteduhan pohon rindang.</p>
<p>Sebuah stimulan bagi kita semua untuk beraksi menyelamatkan lingkungan. Mulailah dari hal kecil sesuai dengan kemampuan kita, yang penting ada kemauan. Langkah besar dimulai dari langkah kecil, penyelamatan bumi ada di tangan kita semua. Kalau mereka bisa, kita pun tentu harus bisa bukan? Selamat Hari Bumi. «<strong> []</strong></p>
<p>*] Arsitek Lansekap, penulis buku <em>Bahasa Pohon Selamatkan Bumi</em>.</p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F07%2Fmembangun-budaya-hijau%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F07%2Fmembangun-budaya-hijau%2F&amp;linkname=Membangun%20Budaya%20Hijau" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F07%2Fmembangun-budaya-hijau%2F&amp;linkname=Membangun%20Budaya%20Hijau" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F07%2Fmembangun-budaya-hijau%2F&amp;linkname=Membangun%20Budaya%20Hijau" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F07%2Fmembangun-budaya-hijau%2F&amp;linkname=Membangun%20Budaya%20Hijau" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F07%2Fmembangun-budaya-hijau%2F&amp;linkname=Membangun%20Budaya%20Hijau" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F04%2F07%2Fmembangun-budaya-hijau%2F&amp;linkname=Membangun%20Budaya%20Hijau">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2010/04/07/membangun-budaya-hijau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggali dan Meneladani Kearifan Nabi Muhammad Saw</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2010/02/26/menggali-dan-meneladani-kearifan-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2010/02/26/menggali-dan-meneladani-kearifan-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 22:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[gali]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad Saw]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/?p=7146</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Dr. Asep Usman Ismail, MA. *] Al-Qur&#8217;an menginformasikan bahwa Nabi Muhammad Saw itu merupakan teladan agung bagi umat manusia. “Sungguh, telah ada pada [diri] Rasulullah Saw itu suri teladan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-7148" style="margin: 5px 7px;" title="kolom_teladan1_ed46" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/02/kolom_teladan1_ed46.jpg" alt="kolom_teladan1_ed46" width="199" height="300" />Oleh </strong>Dr. Asep Usman Ismail, MA. *]</p>
<p>Al-Qur&#8217;an menginformasikan bahwa Nabi Muhammad Saw itu merupakan teladan agung bagi umat manusia. “<em>Sungguh, telah ada pada </em>[<em>diri</em>]<em> Rasulullah Saw itu suri teladan yang baik bagi kamu sekalian </em>[<em>kaum beriman</em>], <em>yaitu bagi orang yang mengharap </em>[<em>rahmat</em>] <em>Allah dan </em>[<em>kedatangan</em>] <em>Hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah</em>.” [QS al-Ahzab [33]: 21]. Keteladan Rasulullah Saw itu tidak hanya terbatas sejak beliau diangkat menjadi nabi dan rasul, tetapi juga sejak beliau dilahirkan hingga beliau wafat. Seluruh perjalanan hidup dan perjuangan beliau menjadi <em>uswah hasanah</em>, teladan yang baik, bagi umat manusia.</p>
<p>Dalam istilah agama perjalanan hidup dan perjuangan beliau dinamakan al-sunnah. Secara kebahasaan, perkataan sunnah berarti kebiasaan atau tradisi, namun dalam istilah agama sunnah adalah apa yang menjadi kebiasaan Nabi Muhammad Saw, baik berupa perkataan, perbuatan maupun persetujuan beliau tentang suatu perbuatan yang dilakukan oleh para sahabat, baik sejak diangkat menjadi nabi dan rasul maupun sebelumnya. Singkatnya. sunnah adalah <em>sîrah </em>atau perjalanan hidup Nabi Muhammad Saw sejak lahir hingga wafat yang keseluruhannya merupakan <em>uswah</em>, teladan agung, bagi umat manusia.</p>
<p>Dalam tulisan ini akan dijelaskan secara singkat model-model <em>uswah</em>, keteladanan, dan kearifan Rasulullah Saw dalam kehidupan beliau, baik ketika remaja maupun sesudah menjadi nabi dan rasul dalam kapasitas beliau sebagai kepala negara dan pemerintahan di Madinah.</p>
<p><strong>Pertama, Memiliki Kebiasaan <em>Ta&#8217;ammulât </em>yang Kuat<br />
</strong>Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib, meskipun terlahir sebagai yatim dan harus kehilangan ibunda tercinta ketika berusia 4 tahun, beliau tumbuh sebagai remaja yang cerdas [<em>fathânah</em>], jujur dan dapat dipercaya [<em>amânah</em>], serta benar [<em>shiddîq</em>] dalam ucapan dan perbuatan. Ketiga sifat terpuji yang melekat pada pribadi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib ini kemudian ketika diangkat menjadi nabi dan rasul terpadu secara simfoni dengan sifat <em>tablîgh</em> [menyampaikan pesan, misi, atau risalah] yang diwahyukan Allah kepada beliau. Keempat sifat ini merupakan sifat yang wajib, harus ada secara rasional, pada diri seorang nabi dan rasul guna menopang kompetensi beliau sebagai utusan Allah. Menurut para penulis <em>sîrah </em>[biografi] beliau, seperti Muhammad Husain Haikal, rahasia sukses Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib tidak hanya ditentukan oleh empat sifat yang menjadi kredibilitas seorang nabi dan rasul tersebut, tetapi juga karena beliau sejak remaja sudah memiliki kebiasaan <em>ta&#8217;ammulât</em>, mengamati, memikirkan, dan merenungkan keadaan sekitar, baik keadaan alam, geografi, sosial, politik, maupun kebudayaan, termasuk adat istiadat masyarakat Arab pada waktu itu.</p>
<p>Hasil dari proses <em>ta&#8217;ammulât </em>yang dilakukan secara tekun dan teliti itu mengantarkan Muhahammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib menjadi remaja yang memiliki talenta yang gemilang, antara lain seperti:</p>
<ol>
<li>Kepekaan dan responsif terhadap berbagai masalah sosial dan kemanusiaan yang terjadi di Mekah dan sekitarnya. Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa beliau terlibat aktif dalam Persekutuan <em>Hilful Fudhul</em>, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam masalah kemanusiaan. LSM ini berdiri dengan dilatarbelakangi kasus seorang petani kecil dari Bani Zubaid yang menjual hasil pertanian kepada seorang konglomerat di Mekah bernama Ashi bin Wail as-Sahmi. Petani itu terus mengirimkan berbagai komoditas kepada pedagang besar di Mekah itu, tetapi Ashi bin Wail as-Sahmi tidak mau membayarnya. Petani kecil yang dizalimi itu kemudian berdiri di muka Ka’bah, lalu menyampaikan keprihatinannya di depan publik yang biasa berkumpul di sekitar tempat suci itu. Keluhan petani ini direspon oleh Zubair bin Abdul Muthalib dengan mengajak beberapa pemuka Quraisy untuk mendirikan sebuah LSM yang diberi nama <em>Hilful Fudhul</em> [Sumpah Setia untuk Kebajikan/Kemanusiaan]. Di antara pemuka Quraisy yang menjadi penggagas LSM kemanusiaan ini berasal dari Bani Hasyim, Bani Al-Muthalib, Bani Asad bin Abdul ‘Uzza, dan Bani Ta&#8217;im bin Murrah. Mereka berkumpul di kediaman Abdullah bin Ja’dan untuk mendeklarasikan berdirinya <em>Hilful Fudhul </em>yang bertujuan: <strong>[1] </strong>Memerangi kezaliman yang dilakukan oleh siapa pun kepada siapa saja di kota Mekah;<strong> [2]</strong> Menegakkan keadilan dan menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan yang telah punah di kota Mekah dan Jazirah Arabia pada umumnya. Perihal keterlibatan Rasulullah Saw di dalam gerakan Hilful Fudhul ini, beliau menjelaskan: “<em>Ketika itu bersama para pamanku, aku terlibat aktif dalam pendirian </em>Hilful Fudhul <em>di rumah Abdullah bin Jad’an, dan turut berkiprah dalam perjuangan </em>Hilful Fudhul <em>guna mewujudkan cita-citanya yang mulia. Seandainya setelah Islam datang aku diajak mengadakan persekutuan serupa itu, pasti kusambut dengan baik</em>.”</li>
<li>Kreatif, inovatif, dan cerdas dalam mencari berbagai solusi guna menghindari konflik di kalangan tokoh Quraisy yang hampir menyulut pertengkaran dan perang dengan mewujudkan perdamaian yang bermartabat. Diriwayatkan bahwa para pemuka Quraisy dari berbagai kabilah besar di Mekah sedang berselisih pendapat tentang siapa yang paling berhak untuk mengembalikan Hajar Aswad pada posisinya yang tepat di dalam Ka’bah. Tugas mengembalikan Hajar Aswad ke dalam posisinya di Ka’bah, bagi masyarakat Mekah, merupakan hak bagi kabilah-kabilah besar, sekaligus menjadi simbol kehormatan dan kebanggaan dalam memelihara Ka’bah, tempat suci yang sangat mereka hormati. Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib, remaja yang terbiasa melakukan <em>ta&#8217;ammulat </em>t<img class="alignleft size-full wp-image-7147" style="margin: 5px 7px;" title="kolom_teladan2_ed46" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/02/kolom_teladan2_ed46.jpg" alt="kolom_teladan2_ed46" width="250" height="300" />erhadap berbagai masalah sosial di Mekah mengusulkan solusi cerdas dalam menentukan kabilah mana yang paling berhak dalam mengembalikan Hajar Aswad ke dalam posisinya pada Ka’bah. Menurut Muhammad, semua kabilah yang berselisih bisa berpartisipasi secara terhormat dalam mengembalikan Hajar Aswad ke dalam posisinya pada Ka’bah dengan cara meletakkan Hajar Aswad itu dalam sorban, kemudian keempat kabilah besar yang berselisih itu memegang keempat sudut sorban tersebut dan mengangkatnya secara bersama, kemudian memilih seorang yang bisa diterima oleh keempat kabilah itu untuk menempelkan Hajar Aswad pada Ka’bah. Usul Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib ini diterima dengan lapang dada oleh semua kabilah yang berselisih dan mereka pun sepakat mempercayakan penempelan Hajar Aswad ke dalam posisinya pada Ka’bah kepada Muhammad.</li>
</ol>
<p>Dengan demikian, sosok Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib sejak remaja adalah pribadi yang tidak menjadi sumber masalah bagi lingkungan sosialnya, tetapi kehadirannya menjadi solusi bagi berbagai masalah dengan kreatif, inovatif, dan cerdas. Solusi yang diusulkan beliau kepada pemuka Quraisy dalam menyelesaikan perselisihan tentang siapa yang berhak mengembalikan hajar aswad ke dalam posisinya pada Ka’bah adalah solusi yang cerdas dengan menjaga martabat dan kehormatan semua kabilah yang berebut untuk menjadi pelaku utama dalam melaksanakan tugas memelihara eksistensi Hajar Aswad pada Ka’bah.</p>
<p>Di dalam solusi yang diusulkan Muhammad itu terdapat nilai-nilai kearifan yang bisa menjadi inpirasi bagi pejuang perdamaian, keadilan dan kemanusiaan. Pertama, nilai kebersamaan. Kabilah-kabilah Arab yang saling berebut kewenangan [otoritas], kesempatan, dan kekuasaan untuk meraih kehormatan dalam melayani tempat suci sangat menekankan ego kelompok, menguras energi, menyulut konflik yang tidak jarang pertentangan itu bermuara pada perang antar-kabilah karena mempertahankan kehormatan dan harga diri masing-masing. Antarah, seorang penyair Arab masa jahiliyah, menyatakan: “Harga diri dan kehormatan masing-masing kabilah itu adalah pertahanan terakhir yang harus dibela dengan harta dan jiwa.” Nilai kebersamaan yang diusulkan seorang pemuda bernama Muhammad bin Abdullah itu telah berhasil mengubah energi negatif yang saling menghancurkan menjadi energi positif yang saling mengisi dan memberi dalam kebersamaan dengan tidak seorang pun di antara kabilah-kabilah itu merasa kehilangan kehormatan, harkat, dan martabat masing-masing. Di dalam kebersamaan terdapat kekuatan, bahkan di dalam kata-kata hikmah disebutkan: “<em>Yadullâh ma’al jamâ’ah</em>” [tangan Tuhan berada dalam jama’ah/kebersamaan].</p>
<p><em> Kedua</em>, nilai partisipasi. Usulan Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib yang mengajak dan melibatkan semua kabilah yang berebut kesempatan dan kehormatan untuk menempelkan kembali Hajar Aswad yang lepas pada tempatnya di dalam Ka’bah dinilai telah melegakan semua pihak. Mengajak dan melibatkan kabilah-kabilah Arab yang saling berebut kesempatan dan kehormatan untuk mengambil bagian dan tanggungjawab dalam melayani tempat suci dirasakan oleh semua pihak sebagai usaha untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keutamaan yang hampir punah dalam tata pergaulan masyarakat Arab jahiliyah. Nilai partisipasi dengan mengajak dan melibatkan pihak-pihak yang berebut kesempatan dan kehormatan untuk melakukan kegiatan bersama ternyata dapat meredam konflik, karena masing-masing pihak merasa dihargai hak dan harga dirinya sebagai Kabilah Arab yang merasa memiliki Ka’bah, tempat suci yang mereka hormati.</p>
<p><strong>Kedua, mengalah beberapa langkah untuk meraih sukses yang gemilang<br />
</strong>Rasulullah Saw bersama para sahabat Muhajirin tidak terasa sudah enam tahun menetap di Madinah. Beliau merasakan kerinduan yang mendalam untuk melihat Ka’bah. Kerinduan untuk melihat Ka’bah ini terkendala oleh realitas sosial politik yang terjadi di antara Madinah dan Mekah. Rasulullah Saw adalah Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Madinah, selain kedudukan beliau sebagai nabi dan rasul. Di antara dua negara kota ini sedang terjadi konflik dan ketegangan serta perang dingin, bahkan beberapa kali meletus menjadi perang terbuka seperti Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq. Akar masalah yang menjadi penyebab terjadinya perang di antara dua negara kota ini, Mekah dan Madinah, adalah perbedaan keyakinan agama. Rasulullah Saw mengajarkan prinsip tauhid [monoteisme] yang menekankan prinsip tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah yang bersumber pada wahyu dari Allah. Sementara itu, para petinggi Mekah mempertahankan agama leluhur yang berpijak pada tradisi pemujaan dewa-dewa sebagai médium untuk menghadap Allah. Perang di antara kaum Muslimin dan kaum musyrikin berlangsung sesuai dengan hukum alam, kalah dan menang saling berganti sebanding lurus dengan kekuatan motivasi, strategi, konsistensi, manajemen, sumber daya manusia, persenjataan, dan berbagai sarana penunjang. Perang Badar menjadi kemenangan bagi kaum Muslimin, sedangkan Perang Uhud merupakan pengalaman kalah yang sangat berharga bagi Nabi dan kaum beriman, serta kemenangan bagi kaum musyrikin Mekah.</p>
<p>Dalam suasana ketegangan dan perang dingin ini, Rasulullah Saw menulis surat kepada Abu Sufyan bin Harab, Walikota Mekah, meminta izin untuk mengunjungi Mekah guna melaksanakan ‘umrah. Untuk membuktikan bahwa kunjungan ini murni bermotif agama, tidak ada muatan politik dan motif perang yang terselubung, Rasulullah Saw menyatakan bahwa rombongan ini sudah memakai kain ihram sejak mereka keluar rumah, tidak membawa senjata dan perlengkapan perang. Walikota Mekah mengizinkan Rasulullah Saw bersama rombongan untuk mengunjungi Mekah dengan satu tujuan, menunaikan ibadan ‘umrah. Ketika Rasulullah Saw sampai di Hudaibiyah, batas kota Mekah, Abu Sufyan berubah pikiran. Walikota Mekah itu menolak Nabi dan rombongan untuk masuk ke kota Mekah. Setelah melewati keadaan yang tidak menentu dan diliputi ketegangan, karena rombongan Nabi tertahan beberapa hari di Hudaibiyah, serta beredarnya kabar burung bahwa Usman bin ‘Affan, utusan khusus Nabi untuk melobi Abu Sufran, terbunuh, akhirnya Walikota Mekah mengajukan proposal perjanjian yang terkenal dengan Perjanjian Hudaibiyah, karena ditanda-tangani di Hudaibiyah.</p>
<p>Substansi Perjanjian Hudaibiyah tersebut meliputi tiga masalah pokok sebagai berikut:</p>
<p><em><strong>Pertama</strong></em>, Muhammad bersama rombongan ‘umrah yang sudah berada di pintu gerbang kota Mekah tidak diizinkan masuk kota Mekah hingga tahun berikutnya [tahun ke-7 Hijrah];<br />
<em><strong>Kedua</strong></em>, orang-orang Muslim yang berdomisili di Mekah [belum mengikuti hijrah ke Madinah hingga ditanda-tanganinya perjanjian ini], jika menghadap kepada Muhammad di Madinah dan menyatakan keinginannya untuk hijrah, maka mereka harus ditolak dan dikembalikan ke Mekah dengan biaya sendiri tanpa jaminan keamanan.<br />
<em><strong>Ketiga</strong></em>, jika orang-orang Muslim di Madinah [sahabat Muhajirin] menyatakan keinginannya untuk kembali ke Mekah, maka Muhammad tidak boleh melarang mereka, sebaliknya Muhammad harus mengembalikan mereka ke Mekah dengan biaya perjalanan ditanggung oleh Muhammad.</p>
<p>Rumusan perjanjian di atas secara keseluruhan merugikan pihak Rasulullah Saw dan kaum Muslimin. Para sahabat Nabi menolak rumusan perjanjian yang merugikan kaum Muslimin itu. Mereka marah, kesal dan kecewa terhadap Nabi karena beliau menyutujui butir-butir yang tercantum di dalam draf perjanjian tersebut dan beliau segera akan menanda-tanganinya. Kemarahan dan kekecewaan para sahabat itu bertambah, ketika delegasi Mekah yang mewakili Walikota menolak membubuhkan tandatangan sebelum beberapa kalimat pada naskah perjanjian itu dicoret. Delegasi Mekah itu keberatan karena di dalam nasakah perjanjian itu tertulis Muhammad Rasulullah. Tokoh musyrikin Mekah itu mengusulkan agar “<em>Muhammad Rasulullah</em>” diganti menjadi Muhammad bin Abdullah. Ia beralasan bahwa Pemerintah Kota Mekah bersama masyarakat Mekah tidak meyakini dan tidak mengakui Muhammad Rasulullah, mereka hanya mengenal dan mengakui Muhammad bin Abdullah. Menanggapi keberatan ini, Rasulullah Saw menerima dengan lapang dada, tanpa ada komentar dan tanda-tanda penolakan sedikit pun di wajah beliau. Beliau memerintahkan agar Muhammad Rasulullah pada naskah perjanjian itu dicoret dan diganti dengan Muhammad bin Abdullah seperti diusulkan pihak Mekah tersebut.</p>
<p>Akibat perjanjian Hudaibiyah yang merugikan kaum Muslimin ini, Rasulullah Saw bersama rombongan umrah harus menerima resiko dipermalukan dalam diplomasi hubungan antara negara. Mereka pun harus menunda pelaksanaan umrah, padahal mereka sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari dan sudah berada di di pintu gerbang kota Mekah. Peristiwa ini benar-benar menunjukkan arogansi Abu Sufyan bin Harab, padahal Rasulullah Saw sudah mengirimkan surat permohonan izin kepada Abu Sufyan untuk menunaikan ibadah umrah dan Walikota Mekah pun sudah mengizinkannya, tetapi Abu Sufyan secara sepihak mencabut izin itu dan mengubahnya dengan proposal perjanjian yang merugikan.</p>
<p>Perjanjian Hudaibiyah jika dilihat dengan kasat mata sangat merugikan kaum Muslimin, tetapi di balik butir-butir perjanjian yang pahit itu terdapat madu yang terasa manis yang membawa kebaikan dan kemenangan yang gemilang bagi perkembangan Islam dan kaum Muslimin.</p>
<p><em><strong>Pertama</strong></em>, dengan penanda-tanganan perjanjian Hudaibiyah ini perang dingin yang terjadi di antara Madinah dan Mekah memasuki masa jeda sehingga Nabi memiliki waktu cukup untuk melakukan hubungan internasional dengan mengirimkan beberapa orang dusta besar ke berbagai negara di Timar Tengah.<br />
<em><strong>Kedua</strong></em>, perihal butir kedua yang mengharuskan Nabi menolak Bani Khaza’ah, kaum Muslimin yang tetap tinggal di Mekah, ketika mereka menghadap kepada Nabi dan menyatakan kehendaknya untuk bergabung dengan saudara-saudaranya seiman di Madinah, ternyata ketentuan ini membawa manfaat yang tidak terduga bagi kaum Muslimin. <strong>[1] </strong>terbukti bahwa Nabi adalah seorang negarawan yang memiliki prinsip dan konsisten memegang teguh perjanjian, meskipun perjanjian itu terasa pahit bagi kaum Muslimin.<strong> [2] </strong>Bani Khaza’ah yang ditolak oleh Nabi dan tidak tahan menjadi kelompok minoritas tertindas terhadap kezaliman Pemerintah dan masyarakat Mekah akhirnya menjadi duri dalam daging bagi Pemerintah Kota Mekah pimpinan Abu Sufyan. Bani Khaza’ah sering membalas kezaliman pemerintah dengan mengganggu jalur perdagangan Pemerintah Kota Mekah. Kondisi ini menimbulkan ketidak-amanan bagi masyarakat Mekah sehingga sebagian mereka mengusulkan kepada pemerintah agar perjanjian Hudaibiyah ini dibatalkan saja.<br />
<em><strong>Ketiga</strong></em>, perihal butir ketiga dalam Perjanjian Hudaibiyah yang di atas kertas merugikan kaum Muslimin, ternyata secara faktual tidak ada seorang pun di antara sahabat Muhajirin yang hendak kembali ke Mekah.</p>
<p>Dengan demikian, Nabi memiliki kecerdasan emosi dan spiritual yang luar biasa. Dengan kebiasaan melakukan <em>ta&#8217;ammulat</em>, kecerdasan intelek dan kecerdasan emosinya terlatih dengan tajam sehingga bisa mengalah sedemikan rupa dalam menerima proposal perjanjian Hudaibiyah, tetapi di balik itu semua terbuka lebar jalan menuju kemenagan Islam dan kaum Muslimin. Perjanian Hudaibiyah menjadi titik masuk untuk meraih Futuh Mekah pada tahun ke-8 Hijriah. Sebuah pelajaran yang sangat bermakna dari kearifan Rasulullah Saw. « <strong>[]</strong></p>
<p>* ] Dosen Tasawuf dan Tafsir al-Qur&#8217;an Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta</p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F26%2Fmenggali-dan-meneladani-kearifan-nabi-muhammad-saw%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F26%2Fmenggali-dan-meneladani-kearifan-nabi-muhammad-saw%2F&amp;linkname=Menggali%20dan%20Meneladani%20Kearifan%20Nabi%20Muhammad%20Saw" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F26%2Fmenggali-dan-meneladani-kearifan-nabi-muhammad-saw%2F&amp;linkname=Menggali%20dan%20Meneladani%20Kearifan%20Nabi%20Muhammad%20Saw" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F26%2Fmenggali-dan-meneladani-kearifan-nabi-muhammad-saw%2F&amp;linkname=Menggali%20dan%20Meneladani%20Kearifan%20Nabi%20Muhammad%20Saw" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F26%2Fmenggali-dan-meneladani-kearifan-nabi-muhammad-saw%2F&amp;linkname=Menggali%20dan%20Meneladani%20Kearifan%20Nabi%20Muhammad%20Saw" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F26%2Fmenggali-dan-meneladani-kearifan-nabi-muhammad-saw%2F&amp;linkname=Menggali%20dan%20Meneladani%20Kearifan%20Nabi%20Muhammad%20Saw" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F26%2Fmenggali-dan-meneladani-kearifan-nabi-muhammad-saw%2F&amp;linkname=Menggali%20dan%20Meneladani%20Kearifan%20Nabi%20Muhammad%20Saw">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2010/02/26/menggali-dan-meneladani-kearifan-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anjuran Berbisnis Bagi Muslim</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2010/02/22/anjuran-berbisnis-bagi-muslim/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2010/02/22/anjuran-berbisnis-bagi-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 22:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[anjuran]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/?p=7189</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Dr. H. M. Syafii Antonio *] Entrepreneurship atau kewirausahaan sebenarnya sangat lekat dengan seorang Muslim, baik dari sisi kesejarahan [historis] maupun normatif. Dari sisi sejarah kenabian, kita mengetahui bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-7190" style="margin: 5px 7px;" title="kolom_bisnis_ed47" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/02/kolom_bisnis_ed47.jpg" alt="kolom_bisnis_ed47" width="202" height="300" />Oleh </strong>Dr. H. M. Syafii Antonio *]</p>
<p><em>Entrepreneurship </em>atau kewirausahaan sebenarnya sangat lekat dengan seorang Muslim, baik dari sisi kesejarahan [historis] maupun normatif. Dari sisi sejarah kenabian, kita mengetahui bahwa Nabi Muhammad Saw adalah seorang pebisnis. Beliau telah merintis usaha bisnis ini sejak usia dini [± 12 tahun] ketika beliau menemani pamannya Abu Thalib berdagang ke negeri Syam. Kemudian, di masa remaja hingga menjelang pernikahan beliau melakukan berbagai usaha seperti menggembala ternak dan berdagang. Hingga akhirnya beliau dipercaya untuk mengelola barang perniagaan milik Khadijah yang akhirnya menjadi istri beliau. Nabi Muhammad Saw terus melanjutkan usaha perdagangan ini yang wilayahnya melingkupi sebagian besar Jazirah Arab. Beliau telah menjadi pedagang regional yang melakukan bisnis ekspor-impor di pada usia yang masih relatif muda. Pekerjaan ini beliau lakukan hingga beliau diangkat menjadi rasul pada waktu beliau berusia sekira 40 tahun. Kalau dihitung lamanya beliau melakukan usaha ini hingga masa permulaan kenabian adalah sekira 25 tahun, sedikit lebih lama dari masa kerasulan beliau yang berlangsung selama lebih kurang 23 tahun.</p>
<p>Kewirausahaan juga milik para nabi dan rasul sebelum beliau. Mereka ada yang menjadi peternak, petani, tukang kayu, dan pedagang. Sebagian mereka juga merupakan pelaku pasar [QS al-Furqân [25]: 7 dan 20]. Mereka tidak segan-segan melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar meskipun mereka adalah utusan Allah.</p>
<p>Jiwa dan semangat ini diteladani oleh para sahabat Rasulullah Saw. Di antara mereka ada yang menjadi pedagang sukses seperti Abu Bakar Shiddiq, Utsman bin Affan, dan Abdurrahman bin Auf. Sebagian lain ada yang menjadi petani dan peternak.</p>
<p>Penyebaran Islam hingga mencapai Nusantara dilakukan oleh para pedagang Muslim. Mereka mengikuti jalur-jalur perdagangan pada waktu itu dan singgah di beberapa pantai Nusantara. Mereka melakukan bisnis dengan penduduk. Lama-kelamaan muncul ketertarikan penduduk setempat dengan agama para pedagang tersebut dan mereka memeluknya dengan sukarela.</p>
<p>Dari segi normatif banyak sekali ayat al-Qur&#8217;an dan hadits yang secara tersurat maupun tersirat menganjurkan menjadi seorang pebisnis. Mafhum dari ayat-ayat terakhir surah al-Jumu’ah adalah bahwa seorang Muslim seharusnya menjadi pebisnis yang berskala global karena adanya perintah untuk bertebaran di muka bumi untuk mencari karunia Allah. Beberapa hadits Rasulullah Saw juga menganjurkan untuk menjadi pebisnis seperti hadits yang menyatakan bahwa Allah lebih menyukai hamba-Nya yang makan dari hasil tangannya sendiri, Allah menyukai orang yang berpagi-pagi dalam mencari rezeki, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, dan sebagainya.</p>
<p>Di samping itu, kalau kita perhatikan hampir semua amal ibadah yang diwajibkan kepada setiap Muslim memunyai sisi ekonomi atau bisnisnya. Perintah shalat misalnya, memerlukan penutup aurat seperti pakaian, mukena dan kain sarung, serta sajadah. Semua itu memerlukan suatu industri tekstil yang melingkupi pertanian kapas, pabrik benang, pabrik kain, konveksi, dan pedagang perangkat alat shalat. Dapat kita bayangkan seberapa besar bisnis yang digerakkan dan tenaga kerja yang diserap oleh satu perintah Allah ini. Tetapi sayangnya industri-industri tekstil berskala besar masih dikuasai saudara kita yang non-Muslim. <img class="alignright size-full wp-image-7191" style="margin: 5px 7px;" title="kolom_bisnis2_ed47" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/02/kolom_bisnis2_ed47.jpg" alt="kolom_bisnis2_ed47" width="300" height="201" /></p>
<p>Perintah puasa Ramadhan juga menggerakkan bisnis yang tidak kalau besarnya. Bisnis yang digerakkan selama bulan Ramadhan meliputi industri makanan, pakaian, bingkisan, transportasi, ekspedisi, dan sebagainya. Bayangkan berapa besar uang beredar selama bulan Ramadhan dan awal Syawal.</p>
<p>Perintah haji juga tidak kalah dahsyatnya dari segi bisnis. Kita masih memerlukan usaha-usaha tour dan travel yang melayani jamaah haji dan umrah. Kita memerlukan bisnis transportasi udara, laut, dan darat untuk mengangkut para jamaah. Belum lagi bisnis makanan dan penginapan selama mereka melakukan ibadah di tanah suci. Bagi yang tidak berangkat, masih ada peluang peternakan kambing dan sapi untuk hewan kurban. Kalau dalam 1.000 penduduk ada 1 ekor sapi yang dikurbankan, maka ada permintaan 230 ribu ekor sapi untuk hewan kurban di Indonesia setiap tahun.<br />
Semua ini merupakan peluang bisnis yang sangat besar bagi kaum Muslim. Bisnis yang menunjang ibadah-ibadah ini bisa dikatakan sebagai fardhu kifayah bagi kaum Muslim. Hal ini karena dalam <em>ushul fiqh </em>adalah qaidah yang berbunyi, <em>amrun bis-syai’ amrun bi wasâilihi </em>[perintah terhadap sesuatu, adalah perintah juga untuk sarana-sarananya]. Juga ada qaidah yang berbunyi, <em>ma la yatimmu al-wâjibu illâ bihi fa huwa wâjib</em> [apa yang yang tidak sempurna sesuatu yang wajib kecuali dengan adanya sesuatu itu, maka ia juga menjadi wajib]. Contoh, mendirikan shalat adalah wajib, maka aneka bisnis yang mendukung adanya alat-alat shalat juga wajib. Demikian juga dengan perintah haji, maka kaum Muslim wajib mengadakan bisnis transportasi, katering, dan akomodasi bagi para jamaah. «<strong> []</strong></p>
<p>*] Pakar Ekonomi Syariah</p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F22%2Fanjuran-berbisnis-bagi-muslim%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F22%2Fanjuran-berbisnis-bagi-muslim%2F&amp;linkname=Anjuran%20Berbisnis%20Bagi%20Muslim" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F22%2Fanjuran-berbisnis-bagi-muslim%2F&amp;linkname=Anjuran%20Berbisnis%20Bagi%20Muslim" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F22%2Fanjuran-berbisnis-bagi-muslim%2F&amp;linkname=Anjuran%20Berbisnis%20Bagi%20Muslim" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F22%2Fanjuran-berbisnis-bagi-muslim%2F&amp;linkname=Anjuran%20Berbisnis%20Bagi%20Muslim" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F22%2Fanjuran-berbisnis-bagi-muslim%2F&amp;linkname=Anjuran%20Berbisnis%20Bagi%20Muslim" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F22%2Fanjuran-berbisnis-bagi-muslim%2F&amp;linkname=Anjuran%20Berbisnis%20Bagi%20Muslim">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2010/02/22/anjuran-berbisnis-bagi-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahagia adalah Hak Setiap Orang</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2010/02/03/bahagia-adalah-hak-setiap-orang/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2010/02/03/bahagia-adalah-hak-setiap-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 07:18:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[hak]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/?p=6843</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Dr. Ali Nurdin, MA Nasaruddin al-Hojja suatu ketika mencari-cari sesuatu di tengah jalan di depan rumahnya. Kawannya yang kebetulan lewat bertanya; “Sedang mencari apa, Anda?” “Kunci..” jawab Nasruddin. “Memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-6845" style="margin: 5px 7px;" title="kolom_alinurdin_ed44" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/02/kolom_alinurdin_ed44.jpg" alt="kolom_alinurdin_ed44" width="180" height="224" />Oleh </strong>Dr. Ali Nurdin, MA</p>
<p>Nasaruddin al-Hojja suatu ketika mencari-cari sesuatu di tengah jalan di depan rumahnya. Kawannya yang kebetulan lewat bertanya; “Sedang mencari apa, Anda?” “Kunci..” jawab Nasruddin. “Memang jatuhnya di mana kunci Anda?” “Di dalam rumah,” jawab Nasruddin. “Mengapa Anda mencarinya di luar?” Nasruddin sambil terus mencari menjawab, “Di luar cahayanya terang.”</p>
<p>Kisah di atas merupakan sindiran bagi sebagian besar orang yang berusaha mencari kunci kebahagiaan hidupnya di luar dirinya [baik berupa tumpukan harta, jabatan, maupun asesoris hidup lainnya], padahal kunci itu sepenuhnya ada dalam dirinya. Sungguh tidak adil sekiranya kebahagiaan itu hanya milik orang-orang yang memiliki harta dan jabatan.</p>
<p><strong>Bahagia Tidak Identik dengan Senang<br />
</strong>Salah satu faktor penyebab mengapa bahagia bagi sementara orang adalah sesuatu yang sulit dicapai, karena orang mengidentikkan bahagia dengan senang. Senang konotasinya adalah terpenuhinya segala keinginan, sedangkan keinginan manusia itu tidak ada batasnya. Bahagia adalah sebuah penyikapan yang tepat atas apa yang menimpanya. Seseorang yang hartanya terus bertambah mungkin dia akan senang, tetapi belum tentu berbahagia. Sebaliknya seseorang yang tertimpa kesulitan maka tidak otomatis tidak bahagia. Ketika kesulitan yang datang menghampiri kemudian sikap tegar dan sabar yang dipilih maka buahnya kebahagiaan. Ketika anugerah kesenangan yang datang kemudian sikap selalu bersyukur yang dipilih maka rasa bahagia pun akan makin bertambah.</p>
<p>Kalau diurai lebih dalam akan jelas terlihat bahwa mengapa orang sulit berbahagia karena kebahagiaannya ditentukan oleh apa yang ada di luar dirinya. Sedangkan apa yang di luar diri, manusia tidak dapat memastikannya. Apa yang akan menimpa esok sama sekali manusia tidak dapat memastikan karena hal itu ada dalam wilayah kewenangan Tuhan. Kalau toh esok hari yang menimpa seseorang sesuai dengan yang direncanakan itu harus diyakini bahwa Tuhan mengizinkan. Hal ini menjadi penting supaya manusia mudah untuk selalu berbahagia.<br />
<img class="alignright size-full wp-image-6844" style="margin: 5px 7px;" title="kolom_bahagia_ed44" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/02/kolom_bahagia_ed44.jpg" alt="kolom_bahagia_ed44" width="299" height="300" /><br />
<strong>Masa Lalu, Sekarang, dan Masa Depan<br />
</strong>Dua kondisi yang biasanya merampas kebahagiaan seseorang adalah kesedihan menyangkut sesuatu yang telah terjadi dan kekuatiran akan sesuatu yang belum terjadi. Dua hal ini menjadikan orang sering lupa untuk mensyukuri keadaannya sekarang. Masa lalu bagaimanapun keadaannya tidak akan pernah dapat diputar kembali. Maka sekiranya seseorang tertimpa masalah di masa lampau, bersedih bukanlah sikap yang tepat. Karena kesedihan tersebut tidak akan mengubah apa pun yang ada, justru kita akan kehilangan kesempatan untuk berbahagia. Ketika seorang tokoh yang kehilangan satu kakinya karena diamputasi demi menyelamatkan jiwanya ditanya bagaimana dapat bersikap tegar seperti itu, dia menjawab, “Sekiranya dengan menangis dapat mengembalikan kaki saya, saya akan mengerahkan segala kemampuan saya untuk menangis.”</p>
<p>Sebaliknya, masa depan yang sering datang menghantui dalam bentuk rasa kuatir apabila dosisnya tidak tepat juga akan merampas kebahagiaan. Padahal yang dikuatirkan itu belum tentu terjadi. Seringkali kepedihan merasakan kuatir jauh lebih dahsyat dibanding ketika yang dikuatirkan itu benar-benar terjadi. Kekuatiran yang dosisnya tepat adalah yang dapat dikonversi menjadi energy untuk saat ini [present] dalam bentuk perencanaan yang matang, berusaha yang maksimal, dan berserah diri dalam doa-doa yang khusyu’. Dari bangunan argumen di atas maka bahagia atau tidak bahagia adalah sebuah pilihan. Karena pilihan, maka menjadi berbahagia adalah sesuatu yang mudah dan merupakan hak setiap orang. <em>Wallâhu a‘lam</em>. «<strong> []</strong></p>
<p>*] Dekan Fakultas Ushuluddin Institut PTIQ Jakarta, Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur&#8217;an.</p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F03%2Fbahagia-adalah-hak-setiap-orang%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F03%2Fbahagia-adalah-hak-setiap-orang%2F&amp;linkname=Bahagia%20adalah%20Hak%20Setiap%20Orang" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F03%2Fbahagia-adalah-hak-setiap-orang%2F&amp;linkname=Bahagia%20adalah%20Hak%20Setiap%20Orang" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F03%2Fbahagia-adalah-hak-setiap-orang%2F&amp;linkname=Bahagia%20adalah%20Hak%20Setiap%20Orang" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F03%2Fbahagia-adalah-hak-setiap-orang%2F&amp;linkname=Bahagia%20adalah%20Hak%20Setiap%20Orang" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F03%2Fbahagia-adalah-hak-setiap-orang%2F&amp;linkname=Bahagia%20adalah%20Hak%20Setiap%20Orang" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F02%2F03%2Fbahagia-adalah-hak-setiap-orang%2F&amp;linkname=Bahagia%20adalah%20Hak%20Setiap%20Orang">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2010/02/03/bahagia-adalah-hak-setiap-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Pikiran</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/2010/01/21/manajemen-pikiran/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/2010/01/21/manajemen-pikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 08:40:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/?p=6598</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Taufiq Pasiak *] “Membaca tidak selalu berkaitan dengan berpikir,” kata seorang kawan. “Bukankah membaca membutuhkan keterlibatan pikiran?,” kata saya, membuat antitesis terhadap pernyataan sang kawan. Membaca dan berpikir memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-6599" style="margin: 5px 7px;" title="kolom_taufiq_ed42" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/01/kolom_taufiq_ed42.jpg" alt="kolom_taufiq_ed42" width="213" height="300" />Oleh </strong>Taufiq Pasiak *]</p>
<p>“Membaca tidak selalu berkaitan dengan berpikir,” kata seorang kawan. “Bukankah membaca membutuhkan keterlibatan pikiran?,” kata saya, membuat antitesis terhadap pernyataan sang kawan. Membaca dan berpikir memang berhubungan erat, tetapi laiknya perasaan cinta pada pacar yang voltasenya naik-turun, hubungan membaca dan berpikir pun sering naik turun. Maksudnya?</p>
<p>Adakalanya orang membaca tanpa mengerti, adakalanya membaca juga sedikit mengerti. Lebih parah lagi, ada yang membaca dan mengerti, tetapi tidak berimplikasi dalam kehidupan praktis. Bahkan, apa yang dibaca tidak memiliki implikasi etis dan moral. Orang yang membaca tanpa mengerti hanya berada pada level <strong><em>sensasi </em></strong>[level 1]. Membaca dan mengerti berada pada level <em><strong>persepsi</strong></em> [level 2]. Membaca, mengerti, dan berimplikasi praktis pada level <em><strong>praksis</strong></em> [level 3]. Membaca, mengerti, implikasi praktis dan implikasi etis, pada level <em><strong>makna </strong></em>[level 4]. Jika Anda dan saya membaca sesuatu, entah koran atau al-Qur’an, mestinya kita selalu bertanya dalam level mana kita membaca.</p>
<p>Karena itu, perintah <em>iqra </em>[bacalah!] sebagai perintah pertama kepada Rasulullah, dan menjadi titik fundamen dasar dari banyak perintah al-Qur&#8217;an, harus diletakkan dalam level-level membaca di atas. Jika membaca itu pada level 1 saja, maka informasi itu sebatas stimulus tak bermakna bagi kehidupan. Ini seperti anak saya yang belum tahu memahami telah mencoba membaca sebuah cerita anak-anak. Ada sensasi huruf yang masuk, tetapi tanpa pemahaman, apalagi praksis atau makna bagi kehidupannya. Seorang sejawat yang lain telah membaca dalam level 3, tetapi tanpa bisa mengubah hidup. Ia berpendidikan tinggi, sekolah sampai di Amerika, tetapi tak memiliki kehidupan yang tercerahkan. Ia gagal dalam kehidupan sosial dan keluarga, padahal ia telah bisa membaca dalam level 2 dan 3. Sekolahnya yang tinggi telah membuat ia piawai membaca, bahkan mengurai apa yang dibacanya itu. Saya pikir, perintah membaca –-<em>iqra</em> itu&#8211; berada pada level 4. Ketika seseorang membaca sesuatu, apapun juga itu, harusnya memiliki pengaruh etis dan moral dalam kehidupannya. Temuan neuorains [ilmu-ilmu tentang otak] tentang <em>Cortex Prefrontal </em>[CPF] di otak depan membuat kegiatan membaca menjadi berkaitan erat dengan aspek nilai [<em>value</em>]. CPF ini khas dan unik manusia. Akibatnya, membaca yang berdimensi makna &#8211;level 4 itu&#8211; menjadi ciri khas manusia bijaksana.<img class="alignright size-full wp-image-6600" style="margin: 5px 7px;" title="kolom_pikiran_ed43" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/01/kolom_pikiran_ed43.jpg" alt="kolom_pikiran_ed43" width="300" height="250" /></p>
<p>Temuan CPF itu membuat kedudukan otak manusia menjadi penting dalam proses perbaikan diri. Perhatian kita selama ini terfokus pada hati, sesuatu yang bukan saja sulit diukur, tetapi jauh lebih sulit diubah. Hemat saya, jauh lebih mudah mengubah orang melalui pengubahan pikirannya, ketimbang mengubahnya melalui hatinya. Pikiran yang baik adalah sumber dari segala tindakan yang baik. Pikiran yang buruk adalah sumber dari segala tindakan yang buruk. Kearifan hidup datang dari cara berpikir yang arif. Keluhuran budi bermula dari pikiran yang ditata dengan baik. Karena itu, tugas mulia setiap orang adalah mengelola pikirannya agar tetap berada pada koridor yang baik. Bahasa lainnya, pikirannya harus berada pada level 4 dalam setiap tindakan membaca. Manajemen pikiran adalah tugas yang dibebankan kepada setiap orang agar hidupnya menjadi baik. <em>Insya Allah</em>. «<strong> []</strong></p>
<p>*] dokter, Ketua Divisi Neuropsikobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, penulis buku <em>Revolusi IQ/EQ/SQ</em>.</p>

<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F01%2F21%2Fmanajemen-pikiran%2F" layout="button_count" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F01%2F21%2Fmanajemen-pikiran%2F&amp;linkname=Manajemen%20Pikiran" title="Facebook" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/facebook.png" width="16" height="16" alt="Facebook"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F01%2F21%2Fmanajemen-pikiran%2F&amp;linkname=Manajemen%20Pikiran" title="Google Gmail" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/gmail.png" width="16" height="16" alt="Google Gmail"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/google_buzz?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F01%2F21%2Fmanajemen-pikiran%2F&amp;linkname=Manajemen%20Pikiran" title="Google Buzz" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/google_buzz.png" width="16" height="16" alt="Google Buzz"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F01%2F21%2Fmanajemen-pikiran%2F&amp;linkname=Manajemen%20Pikiran" title="Twitter" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/twitter.png" width="16" height="16" alt="Twitter"/></a> <a href="http://www.addtoany.com/add_to/yahoo_messenger?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F01%2F21%2Fmanajemen-pikiran%2F&amp;linkname=Manajemen%20Pikiran" title="Yahoo Messenger" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/icons/yim.png" width="16" height="16" alt="Yahoo Messenger"/></a> <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2F2010%2F01%2F21%2Fmanajemen-pikiran%2F&amp;linkname=Manajemen%20Pikiran">Share</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/2010/01/21/manajemen-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
