Sekelompok remaja Bandung menciptakan permainan unik. Games tersebut mereka namakan “Angklung Heroes” & “Nusa Challenge.” Games ini seolah ingin mengimbangi dominasi peredaran games bergaya Jepang dan Barat di Indonesia. Sekelompok anak muda kreatif asal Bandung prihatin mencermati peredaran games di... (teruskan baca)
“Mengubah dunia yang terlantar menjadi ladang kebahagiaan, kembali di jalan Allah, meluruskan hati, meningkatkan akal budi, melindungi jiwa manusia dengan bijaksana, mendidik anak-anak dengan cinta.” Demikianlah cita-cita yang diemban Rumah Singgah Bunda Lenny Susanti [RSBLS] untuk membantu kaum dhuafa dengan... (teruskan baca)
Penulis Asma Nadia menebar ilmu bagi sesama dengan membuka Rumah Baca AsmaNadia [RBA]. Rumah untuk kegiatan pendidikan sekaligus taman bacaan ini kini tumbuh dan berkembang di sejumlah daerah. Padahal dulu RBA hanyalah bangunan sederhana di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Siapa... (teruskan baca)
Ternyata Kota Kembang Bandung tak hanya dikenal secara historis dengan momen “Bandoeng Laoetan Api”. Bandung pun ternyata dikenal dengan peristiwa Bandoeng Laoetan Onthel. Sekira seribu pengendara sepeda onthel yang datang dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul di Bandung pada 30-31 Januari 2010.... (teruskan baca)
Menjadi pintar adalah hak semua orang, termasuk anak-anak yang tinggal di pelosok desa. Salah satu caranya dengan membangun rumah belajar, seperti Rumah Pintar, di Kampung Papakmanggu, Cibodas, Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Jika Friday Readers kebetulan berlibur ke kawasan wisata Ciwidey, Bandung Selatan,... (teruskan baca)
Beberapa warga Kebumen membuat sebuah lembaga yang diberi nama INDIPT [Institut Studi dan Penguatan Masyarakat]. Lembaga swadaya ini menjadi wadah pengembangan dan pembangunan sosial/kemanusiaan di Kebumen, Jawa Tengah. Salah satu programnya adalah membuat Sekolah Sadar Bencana. Siapa pun pasti menguatirkan... (teruskan baca)
Sebagian besar anak-anak di Jakarta banyak terbuai tayangan televisi, games, dan kecanggihan seluler. Hanya sedikit dari mereka yang mengisi waktu luangnya untuk membaca buku. Hal inilah yang mendorong Yudy Hartanto mendirikan sebuah perpustakaan. Dengan perpustakaan ini, Yudy mencoba beramal dengan... (teruskan baca)
Sejumlah sarjana menguatirkan dampak media terhadap perkembangan anak. Karenanya, mereka dan beberapa relawan lainnya sepakat mendirikan Yayasan Pengembangan Media Anak [YPMA]. Yayasan ini mengedepankan program kerja utama dengan nama Kidia [Kritis! Media untuk Anak]. Lewat Kidia inilah kepedulian para relawan... (teruskan baca)
Setiap hari seorang perempuan berkeliling kampung naik sepeda. Tujuannya begitu mulia: ingin mencerdaskan anak bangsa dengan cara sederhana. Itulah Kiswanti. Dia rela bersepeda berkeliling kampung untuk meminjamkan koleksi bukunya kepada anak-anak desa. Datanglah ke Lebak Wangi, Parung – Bogor, Jawa... (teruskan baca)
Awalnya hanya Hapsoro dan Hari Yanto, dua pemuda yang peduli dan sepakat untuk membersihkan sampah anorganik di Sungai Ciliwung yang melintasi wilayah Bogor. Mereka melihat kondisi Sungai Ciliwung yang kotor, rusak, dan tidak diperhatikan orang. Mereka berdua lalu mengajak beberapa... (teruskan baca)