Bahtera Pernikahan

Posted on Posted in Dari Redaksi

Assalâmu’alaikum wa Rahmatullâhi wa barakâtuh,
Alhamdulillah it’s Friday,

Semoga Anda semua sehat wal ‘afiat, dan selalu berada dalam lindungan Allah swt. Friday Readers, saya menulis ini bertepatan dengan kebersyukuran atas tujuh tahun pernikahan kami, saya dan istri tercinta. Tujuh tahun bukan waktu yang relatif sebentar. Tapi belum juga bisa dibilang lama. Rasanya, seperti baru kemarin saya mengucap qabul, penerimaan pada akad nikah kami itu. Tetapi jika melihat dua anak kami kian tumbuh besar, tak ada kata yang bisa melukiskan kebahagiaan dan kebersyukuran kami.

Friday Readers, menikah dan berumahtangga kerap diibaratkan seperti bahtera yang mengarungi samudera. Riak dan gelombang selalu menghadang. Dari depan, kiri, kanan, dan belakang. Hujan badai dan angin membuat bahtera oleng ke sana-ke mari. Seisi bahtera dibuat pusing dan mabuk laut. Rasanya ingin segera mengakhiri kondisi itu. Tetapi, jika penumpangnya kompak, terus berdoa dan berikhtiar, atas izin Allah swt, badai pasti berlalu. Suasana yang tenang dan cuaca cerah menyambut di depan sana, mengiringi kita berlayar sampai tujuan.

Friday Readers, Allah swt menjadikan mawaddah dan rahmah pada pasangan suami istri, agar beroleh sakînah dalam mengarungi samudera kehidupan. Diperlukan usaha proaktif dari setiap pihak, agar bahtera bisa berlayar dengan stabil. Karena bahtera ini juga memuat amanah yang dititipkan untuk kita antar ke tujuan akhir: meraih ridha-Nya. Semoga bermanfaat. Wa Billâhi taufiq wal hidâyah.

Wassalâmu’alaikum wa Rahmatullâh wa barakâtuh.
Aqîmus shalâta wa âtuz zakât,

Hagi Hagoromo
hagi@alifmagz.com