Makna Berkurban dan Berhaji

Posted on Posted in Dari Redaksi

Assalâmu’alaikum wa Rahmatullâhi wa barakâtuh,

Alhamdulillah it’s Friday,

Semoga Anda semua sehat wal ‘afiat dan selalu berada dalam lindungan Allah swt. Friday Readers, sebentar lagi umat Muslim sedunia akan merayakan Hari Raya ‘Idul Adha. Pada hari itu ada dua peristiwa besar yang kita peringati yaitu penyembelihan hewan kurban dan wukufnya para jamaah haji di Padang Arafah. Penyembelihan hewan kurban, sebagai momen mengenang keikhlasan Nabi Ibrahim as ketika mendapat perintah dari Allah swt untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail as. Sementara wukufnya jamaah haji di Padang Arafah merupakan puncak pelaksanaan kegiatan ibadah haji sebagai Rukun Islam kelima.

Friday Readers, dalam dua peristiwa besar tersebut ada satu nilai yang bisa kita tarik dan simpulkan, bahwa Allah swt mengajarkan kita untuk bisa ikhlas. Ikhlas dalam arti luas mengandung makna bisa melepaskan diri dari segala rasa kepemilikan yang kita punyai terhadap apapun di dunia ini. Selain harta benda, hal ini juga meliputi perasaan-perasaan yang kita miliki terhadap keluarga dan orang-orang yang kita sayangi.

Friday Readers, selain mengajarkan kita ikhlas, Allah juga menuntun manusia agar bisa sabar menghadapi segala cobaan yang dihadapi. Dalam QS al-Baqarah [2]: 153 Allah swt berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” Kiranya kedua hal ini –sabar dan shalat– senantiasa bisa menjadi jalan agar diri kita dan keluarga dapat terlindung dari bermacam marabahaya yang akan menjauhkan kita dari surga yang dijanjikan Allah. Semoga bermanfaat dan kita semua termasuk kaum yang selalu bersyukur atas nikmat-Nya.

Billâhi taufîq wal hidâyah.

Wassalâmu’alaikum wa Rahmatullâhi wa barakâtuh.

Hagi Hagoromo

hagi@alifmagz.com