Me and My Gadget

Posted on Posted in Dari Redaksi

Assalâmu’alaikum wa Rahmatullâhi wa barakâtuh,
Alhamdulillah it’s Friday,

Semoga Anda semua sehat wal ‘afiat, dan selalu berada dalam lindungan Allah swt. Friday Readers, tampaknya, anak sulung saya mulai kecanduan televisi. Gejalanya jelas: bangun pagi langsung mengambil remote, dan mengarahkan ke saluran film kartun kegemarannya. Jika diajak mandi, dia marah. Selesai mandi, dia langsung memelototi teve lagi. Waktu sarapan pun begitu. Nanti pulang sekolah, dia kembali nongkrong di depan teve. Sore, dia sering malas bermain di luar. Enggan bersosialisasi. Jika diajak belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah, dia kembali bersungut-sungut. Ibunya bilang, perilakunya itu copying dari saya. Aduh!

Friday Readers, dia–juga saya–tampaknya bukan satu-satunya yang mulai ketagihan pada gadget. Telepon genggam, internet, BlackBerry, iPhone, iPod, PSP, kamera digital, televisi, DVD player, you name it. Rasanya, hampir semua kegiatan sehari-hari kita, lebih banyak bergantung pada alat-alat canggih itu. Alat yang dua atau tiga dekade lalu MUNGKIN belum hadir mengisi hidup kita. Ada banyak sekali pekerjaan kita yang terbantu dengan beragam gadget itu. Pekerjaan yang selalu membuat tergagap, jika kebetulan, kita sedang tak bersenjatakan peralatan canggih milik kita.

Friday Readers, benarkah kita tak dapat hidup tanpa berbagai gadget itu? Benarkah kita tak bisa mengendalikan pemakaian beragam peralatan canggih itu? Benarkah tak ada efek yang merugikan yang ditimbulkan darinya? Benarkah kita mesti–secara ekstrim–menghindari penggunaannya? Marilah kita kaji kembali, agar kehadiran bermacam gadget itu dapat membawa kemaslahatan bagi kita dan lingkungan. Semoga bermanfaat dan semoga kita termasuk kaum yang berfikir. Wa Billâhi taufiq wal hidâyah.
Wassalâmu’alaikum wa Rahmatullâh wa barakâtuh.

Aqîmus shalâta wa âtuz zakât,

Hagi Hagoromo
hagi@alifmagz.com