Mengenal Kampung Muslim di Cina

Posted on Posted in Unduh Alif Magazine

o1“Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina”, demikian bunyi sebuah ungkapan yang oleh sebagian orang sering disebut sebagai hadis nabi. Ungkapan itu begitu populer bagi siapa saja yang mengenal keindahan dan sejarah budaya Cina. Bagi umat Muslim seantero dunia, Cina dikenal sebagai negeri dengan penyebaran Islam yang menarik sekaligus meninggalkan warisan budaya Islam menggagumkan.

Islam masuk ke Cina lewat jalur perdagangan darat dan laut pada pertengahan abad ke-7. Pedagang-pedagang Arab dan Persia menjalin hubungan dagang dengan penduduk Cina lewat sebuah jalur, yang dikenal dengan Jalur Sutra. Sejak itulah Islam berkembang di beberapa kawasan di daratan Cina. Seiring perkembangannya, sejarah Islam di Cina tak lepas juga dari kepemimpinan Zheng He alias Laksamana Cheng Ho. Zheng dikenal sebagai Muslim taat yang hidup pada zaman Dinasti Ming [1371-1435]. Cheng Ho adalah salah satu Muslim berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Cina selanjutnya.

o2 Namun seiring perjalanan waktu, penyebaran kaum Muslim di Cina beberapa kali mendapat rintangan. Di antaranya karena kebijakan politik pemerintah Cina. Karenanya, mereka selalu merasa menjadi kaum minoritas dengan ditandai munculnya beberapa komunitas yang hidup di sejumlah kawasan. Xijiang adalah kawasan provinsi yang paling banyak dihuni komunitas Muslim di Cina.

Meski hidup sebagai kaum minoritas, komunitas Muslim di Cina berhasil melestarikan budaya daerah dan peninggalan sejarah budaya Islam, seperti museum, istana, dan masjid. Lebih menarik lagi, di tempat mereka tinggal, ternyata terdapat sejumlah panorama alam yang indah dan menggagumkan. Tak mengherankan, sejumlah kawasan ini menjadi objek wisata andalan negeri Cina sampai saat ini. Berikut di antaranya:

Urumqi
Urumqi dalam bahasa Mongol berarti “padang rumput yang indah”. Urumqi adalah ibukota Propinsi Xijiang. Objek wisata budaya di kawasan ini di antaranya adalah Museum Xin Jian dan Masjid Yanghang alias Masjid Tartar. Urumqi kian menebar pesona dengan panorama Gunung Tianshan dan Danau Tiachi atau Danau Langit [Heavenly Lake], yang lokasinya berada di sekeliling pegunungan salju kebiru-biruan. Di Urumqi terdapat juga kampung Muslim Kazak Yurt, yang berlokasi di tengah padang rumput. Penduduk Kazak Yurt hidup dengan mendirikan rumah-rumah tenda.

o4

Turpan
Turpan dikenal dengan pertunjukan seni nyanyian dan tarian Uygur yang dikelilingi pagar pohon anggur. Sedangkan tempat bersejarah, Turpan memiliki Masjid Su Gong Ta [Masjid Emin Minaret] –-masjid terbesar di propinsi Xian Jiang, dan sistem irigasi kuno di bawah tanah bernama Karez di kawasan Jiaohe. Di Turpan terdapat komunitas Muslim, yang dikenal dengan Muslim Uygur.

Dunhuang
Dunhuang adalah salah satu kawasan Jalur Sutra paling penting dalam penyebaran Islam ke Cina. Dunhuang dikenal dengan letak geografisnya yang unik, di antara padang rumput dan kaki gunung yang indah.

Kashghar
Kawasan ini begitu kental dengan kehidupan dan adat istidadat komunitas Muslim Uigur. Maklum, Kashghar adalah wilayah tempat lahirnya suku Uigur sejak 2000 tahun lalu. Di Kashgar terdapat Masjid Id Kah yang disebut-sebut sebagai simbol Kashgar. Masjid yang dibangun tahun 1442. Selain Masjid Id Kah, di Kashgar terdapat juga Makam Putri Wangi, sebuah makam dengan arsitektur bergaya Islam. Konon disebut begitu karena di zaman Dinasti Qing pernah hidup putri bernama Iparhan, yang tubuhnya selalu harum bunga kurma.

Lanzhou
Lanzhou terletak di Propinsi Gansu. Populasi Muslim di kawasan ini cukup besar. Di sini terdapat masjid terbesar yang dinamakan Xiquan, yang dibangun dengan arsitektur bergaya Arab tradisional. Selain Xiquan, objek wisata lainya adalah Taman Roda Air dan Museum Gansu.

o3

Linxia
Linxia disebut-sebut sebagai ‘Mekkah Kecil’ negeri Cina. Pasalnya, di sepanjang kaki gunung di kawasan ini terdapat banyak sekali kampung Muslim dengan ratusan sampai ribuan masjid yang dibangun dengan gaya perpaduan arstitektur Cina dan Arab. Di Linxia terdapat komunitas Muslim bernama Madrassh.

Xining
Xining dibangun pada zaman Dinasti Han, dengan menampilkan ciri khas kekaisaran Cina bagian Barat. Masjid yang paling terkenal di kawasan ini adalah Dongguan. Kawasan Xining dikenal juga dengan keindahan Danau Asin Qinghai seluas 4.400 meter persegi. Kawasan ini lebih banyak menampilkan padang rumput yang luas dengan domba-domba yang digembalakan.

Xian
Xian dikenal juga sebagai kawasan terakota. Pasalnya, di sini terdapat kumpulan patung tembikar prajurit seukuran manusia berikut kuda perangnya. Di Xian terdapat makam Kaisar Qing Shi Huang [pendiri tembok besar Cina]. Di Xian hidup komunitas Muslim bernama Beiyuanmen. Komunitas ini kebanyakan bermatapencaharian dengan berdagang atau membuka toko. Barang-barang yang dijualnya adalah barang antik, kaligrafi, dan lukisan. « [yogi/berbagai sumber]