Belajar dari Korea Selatan, Tamu Kehormatan IIBF 2015

Posted on Posted in Islam in the World

Banyak hal menarik yang patut kita ketahui dan ambil inspirasinya dari Korea Selatan, Negeri Ginseng yang menjadi tamu kehormatan Indonesia Internasional Book Fair (IIBF) 2015. Apa sajakah itu?

Penyelenggaraan Indonesia International Book Fair (IIBF) 2015 sudah di pelupuk mata. Pada tahun ini IIBF sukses menempatkan Republik Korea (Korea Selatan) sebagai Tamu Kehormatan. Negeri Ginseng ini pun sudah menyiapkan sejumlah acara; mulai dari tema perbukuan, sosial-budaya, hingga hiburan ala K-Pop yang pastinya sayang untuk dilewatkan.

Selain masyhur dengan produk-produk teknologi dan industri hiburan, Negara berpenduduk sekitar 50 juta jiwa ini menyimpan banyak fakta menarik. Apa saja hal yang perlu Anda ketahui dari Korea?

Pesatnya kemajuan Korea Selatan dalam empat dekade terakhir menunjukkan bahwa semangat Korea Selatan untuk terus mengembangkan negaranya sangat tinggi. Hal ini menjadi perhatian yang luar biasa ketika negara yang 40 tahun lalu masih merupakan negara miskin kini menjadi salah satu macan Asia yang siap menguasai dunia. Negara yang minim sumber daya alam ini menjadi negara maju yang bahkan tanpa memiliki sumber daya minyak bumi mereka bisa mengekspor minyak ke luar negeri.

Banyak negara yang mulai belajar dari Korea Selatan. Para ahli dan pakar memprediksi Korea Selatan akan menjadi negara kedua di dunia setelah Amerika Serikat yang menguasai perekonomian internasional. Hal ini berdasarkan indikator perkembangan Korea Selatan yang signifikan.

Melihat kenyataan tersebut, kita wajib berguru pada Korea. Negara itu kini menjadi salah satu negara maju yang patut diacungi jempol karena perjuangannya. Semangat yang patut untuk di jadikan pembelajaran dalam membangun negara kita sendiri. Negara yang miskin akan sumber daya dan juga sempit bahkan tidak subur mampu menjadi negara kaya dan disegani. Dari segala kemajuan tersebut kuncinya adalah pendidikan dan juga kedisiplinan yang selalu menjadi prioritas utama masyarakat Korea Selatan.

Korea Selatan merupakan salah satu negara maju yang berada di Asia Timur tepatnya di Semenanjung Korea.

Luas wilayahnya 99.392 km2, dengan topografi kasar didominasi oleh pegunungan dan hanya 30% wilayahnya berupa dataran. Korea Selatan memiliki 4 pergantian musim.

Penduduknya didominasi oleh etnis asli Korea dengan jumlah penduduk mencapai 48,9 juta jiwa dan mayoritas tidak memiliki kepercayaan atau atheis.

Kesejahteraan penduduk Korea sangat terjamin dengan berbagai perlindungan terhadap tenaga kerja, pelayanan kesehatan yang baik, pendidikan yang maju, dan kesetaraan gender yang dijunjung tinggi.
Kebudayaan Korea banyak yang dijadikan warisan budaya dunia oleh UNESCO dan pengaruh kebudayaan korea mulai mendunia seiring tren Korea Wave.

Perekonomian Korea didominasi oleh dunia industrianya yang maju dalam beberapa dekade terakhir. Pendapatan bruto negara mencapai US$969,9 milyar. Produk ekspor utama adalah semikonduktor, alat komunikasi, kendaraan bermotor, kapal, mesin dan suku cadang, dll.
Korea Selatan merupakan negara republik yang menganut sistem demokrasi dengan masa jabatan presiden lima tahun.

Korea Bakal Hidupkan IIBF 2015

Indonesia international book fair 2015
Indonesia international book fair 2015

Korea memang pandai mengemas segala hal menjadi sebuah tontonan yang menghibur. Demikian kesan yang ditangkap dalam acara “Jalan Sehat untuk Persahabatan Indonesia-Korea 2015” pagi tadi (16/8) di area Gelanggang Olahraga Bung Karno (GBK), Jakarta. Ribuan orang yang terdiri dari anggota komunitas masyarakat Korea di Indonesia, tamu undangan, serta masyarakat umum datang menghadiri kegiatan yang diadakan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-70 Korea tersebut.

Sejak awal acara, masyarakat sudah dibagikan bermacam suvenir–yang meski sederhana namun dikemas menarik. Sebutlah bendera berwajah dua, Indonesia dan Korea, serta kaus dan topi bertuliskan “Kami Bersahabat”. Masyarakat tampak antusias menerima suvenir yang dibagikan cuma-cuma sejak pukul 05.30 WIB tersebut. Jalan santai menyusuri Jalan Sudirman dan berputar di Jembatan Semanggi juga tak menyurutkan semangat masyarakat untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya. Maka sebuah panggung dengan layar LED raksasa di belakang gerbang GBK pun dipadati pemirsa.

“Saya sudah di sini sejak pukul 5 pagi, mbak!” tutur Sofia, gadis berkerudung asal Bogor yang datang bersama seorang sahabatnya. “Ketika diberitahu teman ada acara pawai perayaan Kemerdekaan Korea Minggu ini, saya tak ragu datang. Soalnya, pasti seru deh!”
Demikian pula dengan Risma, yang hari itu membawa serta ketiga anaknya yang telah belia. “Anak-anak saya suka sama band K-Pop. Katanya nanti ada yang mau tampil,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat tersebut bukan tanpa alasan. Hari itu pihak penyelenggara menyiapkan sejumlah atraksi seni budaya yang layak dinikmati. Selain itu, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, HE. Cho Taiyong juga ‘menghibur’ pemirsa dengan sebait lagu “Sakitnya Tuh Di Sini”. Aksi pria ramah yang telah 15 bulan bertugas di Indonesia itu sontak menuai simpati dan tepuk tangan. “Saya sudah hafal 10 lagu Indonesia,” akunya di panggung ketika memberi sambutan. Mulai dari Indonesia Raya, Satu Nusa Satu Bangsa, Jangan Menyerah, hingga Goyang Dumang. “Saya juga sudah hafal dan paham Pancasila. Saya cinta Indonesia!” serunya.

Di antara tamu VIP yang datang ke acara hari itu tampak hadir Rosidayati Rozalina, Ketua Indonesia Internasional Book Fair 2015, Kartini Nurdin, Ketua Bidang Kepesertaan Luar Negeri, Dharma Hutauruk, Kepala Bidang Kerja Sama Pemerintah, serta Melvi, Sekretaris IIBF 2015. Rosidayati Rozalina mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Negeri Ginseng yang juga Guest of Honour IIBF 2015 mendatang. “Acara ini membuktikan kehandalan Korea dalam mengemas sesuatu yang biasa dengan cara yang tidak biasa. Dengan semangat persahabatan dan kesamaan usia kemerdekaan, kami berharap Korea akan pula memukau pemirsa IIBF 2015 di JCC pada 2-6 September mendatang dengan hal-hal yang menarik dan memuaskan pencinta buku di dalam negeri maupun manca negara.”