Masjid Kairouan, Masjid Agung Tertua di Tunisia

Posted on Posted in Islam in the World

Masjid yang terletak di kota yang penuh peninggalan budaya Islam di Tunisia ini sungguh menarik jika dikunjungi. Mengapa?

Tunisia adalah Negara yang masih masuk dari benua Afrika. Letaknya yang diapit Laut mediteranian dan Gurun Sahara menjadi Tunisia tampak begitu memikat dan eksotik. Apalagi Negara ini dipenuhi dengan peninggalan budaya yang beragam. Namun 98% dari penduduknya yang merupakan umat muslim menjadikan Tunisia memiliki beragam peninggalan budaya Islam yang kaya dan menarik untuk dikunjungi.

Salah satu tempat yang menarik dan banyak menyimpan peninggalan budaya Islam adalah Kairouan. Kairouan adalah salah satu kota di Tunisia, konon merupakan kota keempat tersuci setelah Mekah, Medina dan Yerusalem. Situs-situs Islam bersejarah di Kairouan juga diakui oleh UNESCO sebagai situs peninggalan sejarah dunia. Kota yang berpenduduk 150 ribu jiwa di tahun 2003 dulu ditemukan oleh bangsa Arab sekitar tahun 670 pada periode kalifah Mu’awiya.

Peninggalan Islam terpenting di kota ini adalah Masjid Agung Kairouan atau Masjid ‘Uqba bin Nafi’. Masjid ini merupakan yang tertua, terbesar serta terpenting di Tunisia dan benua Afrika. Dari masjid ini agama islam menyebar ke Benua Afrika, Kepulauan Sisilia, Italia Selatan serta Andalusia [Spanyol]. Masjid ini dibuat oleh penemu kota ini Sidi Oqba atau Uqba, sesuai dengan nama masjid tersebut. Selama bertahun-tahun masjid ini merupakan tempat perberhentian para calon haji dari Afrika Utara yang sedang dalam perjalanan ke Mekah.
Memasuki masjid yang dibuat di tahun 670 dan diperbaiki tahun 863 ini merupakan suatu petualangan tersendiri. Umat Islam memasuki masjid ini melalui 9 pintu yang berbeda. Namun umat non Muslim yang ingin berkunjung hanya boleh masuk dari pintu utama dan harus memakai pakaian yang sopan dan tertutup. Halaman dibentuk seperti tapal kuda dengan 400 pilar di sekelilingnya. Sedangkan dibagian Utara dari halaman tampak menara tiga tingkat berdiri dengan angkuhnya.

Setelah menanggalkan sepatu, umat Islam yang ingin masuk ke masjid dapat berwudhu di serambi bertiang sebelum memasuki ruang shalat yang terletak di bawah tempat berkubah yang dimasuki lewat pintu berukir indah buatan tahun 1829. Tempat ini tidak boleh dimasuki oleh pengunjung non Muslim. Namun mereka boleh mengintip untuk mengagumi interior yang megah yang terbuat dari marmer dihiasi lampu-lampu gantung dan karpet-karpet yang indah. Keramik dan kayu disekitar mimbar khusus didatangkan dari Baghdad untuk menghiasi masjid yang cantik ini.

Selain Masjid Agung Kaioruan, kota ini juga terdapat:

Masjid Tiga Pintu
Masjid ini didirikan tahun 866 tampak indah dengan relief-relief bunga dan geometris yang diukir di permukaannya untuk menghiasi tiga ayat Al Qur’an yang terdapat pada ketiga pintunya.

Masjid Barber
Merupakan mausoleum dari Sidi Sahab yang terletak di dalam tembok kota. Dibuat oleh Muradid Hammuda Pasha Bey dan Murad II Bey berupa mausoleum, kubah, menara dan madrasah. Monumen ini dibuat pada abad 17. Di dalam masjidnya terdapat makam Abu Zam’a al-Balaui, salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW dan panglima besar yang ikut menyebarkan Islam ke benua Afrika.

Kaioruan juga terkenal dengan kerajinan karpetnya. Kualitasnya sangat bagus dan coraknya sungguh indah. Jika tertarik ingin membeli karpet dapat mendatangi souk Medina quarter, atau pasar Medina. Selain karpet, tempat ini juga menyediakan berbagai pecah belah dan benda-benda yang terbuat dari kulit untuk suvenir.[esthi]