Teh Merah Rosella

Posted on Posted in Khasiat

Bunga Rosella terlihat seperti kuncup Mawar yang kering. Selain terlihat cantik ternyata membawa banyak manfaat. Tumbuh dari biji/benih dengan ketinggian mencapai 3 – 5 meter serta mengeluarkan bunga hampir sepanjang tahun. Bunga Rosella berwarna cerah, kelopak bunga berwarna merah gelap dan lebih tebal jika dibandingkan dengan bunga Raya/Sepatu.

Bagian bunga Rosella yang bisa diproses menjadi makanan adalah kelopak bunganya [kaliks] yang mempunyai rasa amat masam. Kelopak bunga ini bisa diproses menjadi berbagai jenis makanan seperti minuman, jelly, saos, sirup, serbuk [teh] atau manisan Rosella. Daun muda Rosella juga bisa dimakan sebagai ulam atau salad, sementara itu di Afrika, biji Rosella dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu yang bermanfaat. Sedang di Turki, kelopak Rosella kering disajikan dalam bentuk teh disebut karkade, mirip dengan penyebutan teh yang dijadikan semacam ritual pada pesta pernikahan di Sudan.

Bunga yang cantik ini memiliki banyak sekali kandungan vitamin C. Konon kandungan vitamin C-nya hingga mencapai 9 kali lipat lebih tinggi dari Jeruk Sitrus, 10 kali lipat dari buah Belimbing atau 2,5 kali lipat dari buah Jambu Biji [260-280 mg setiap 100 gr]. Rosella juga mengandung vitamin A, asam amino yang diperlukan tubuh, termasuk arginin dan leginin yang diperlukan untuk proses peremajaan tubuh. Selain itu juga terdapat kandungan kalsium yang cukup tinggi, magnesium, omega 3, besi, potassium, serat serta beta karoten.

Beragamnya kandungan dari Rosella membuat bunga yang cantik ini membawa banyak manfaat, antara lain: berfungsi sebagai tonik [obat kuat] yang dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh serta melindungi dari infeksi kuman, anti bakteri serta anti virus, meningkatkan kinerja usus, menormalkan kadar gula darah, asam urat dan kolesterol, mengurangi penuaan kulit, seperti keriput, membantu menurunkan berat badan, memperbaiki metabolisme tubuh serta memperlambat menopause dan pengeroposan tulang hingga mencegah kanker, terutama kanker darah dan leukemia. « [esthi/dari berbagai sumber]