Terapi Sengat Lebah

Posted on Posted in Khasiat

Kata an-nahl adalah bentuk jamak dari kata annahlah, yakni lebah. Kata ini terambil dari akar kata yang bermakna ‘menganugerahkan’. Agaknya ini mengisyaratkan bahwa lebah memperoleh anugerah khusus dari Allah swt karena memberi banyak manfaat bagi manusia. Mulai dari madu, sarang, hingga larvanya, dapat menyehatkan orang yang mengonsumsinya. Sehingga ada istilah khusus bagi pengobatan yang menggunakan bahan-bahan dari lebah, yaitu apiterapi [dari kata apis = lebah dan therapy = pengobatan]. Salah satu cara pengobatan dari lebah adalah lewat sengatannya, atau yang dikenal dengan nama bee acupuncture, yang kemudian diplesetkan menjadi apipunktur atau apiterapi akupunktur.

Terapi sengat lebah sudah dikenal sejak lama di daratan Tiongkok dan Timur Tengah, khususnya Mesir. Cara pengobatannya adalah dengan memberi rangsangan pada titik-titik akupunktur melalui sengatan dan bisa lebah, bukan dengan jarum akupunktur. Sengatan lebah tersebut akan mengalirkan ‘racun’ yang justru bermanfaat lewat sistem peredaran darah ke seluruh tubuh. Lebah yang digunakan dalam terapi ini adalah lebah penghasil madu jenis apis mellyfera.

Bisa lebah merupakan cairan bening dengan rasa tajam, pahit, berbau wangi, dan bereaksi asam yang terdiri dari berbagai komposisi biokimia yang sangat rumit, seperti histamin, dopamine, melittin, adolapin, apamin, peptide-M, MCD-peptida, dan enzyme phospsolipase A, serta hialuronidase yang berkhasiat menyembuhkan beberapa penyakit. Antara lain rematik, radang sendi, jantung, diabetes, sakit kepala, asam urat, masalah pembuluh darah, tumor, hingga kanker.

Sengatan lebah yang bereaksi dalam tubuh ditandai dengan ketidaknormalan sejenak yang sifatnya individual, seperti gatal, nyeri, kaku, atau beberapa reaksi yang tidak berbahaya. Namun sengat lebah juga bisa berbahaya bagi pasien yang memiliki riwayat hipersensitif atau mudah terkena alergi. Karenanya lakukan tes alergi terlebih dahulu sebelum melakukan pengobatan dengan cara ini, serta pastikan terapi ini dilakukan oleh ahlinya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. « [esthi/dari berbagai sumber]