Manifesto Seni Kontemporer Islam

Posted on Posted in Kolom

Islam adalah sebuah nilai-nilai yang sangat universal bagi umat manusia, karena lahir dan tumbuh berkembang dari anak zaman yang memunyai akar sejarah kehidupan manusia di muka bumi. Islam memberikan amanat pada umat manusia sebagai khalifah di muka bumi ini karena kehendak Allah, sehingga manusia bisa menjelaskan Keindahan dan Kebesaran Allah dari sebuah maha karya seni, berupa alam semesta tanpa bertiang dan berdiri sendiri, dengan beserta isinya. Inilah sebuah pelajaran berharga bagi manusia.

Oleh karena itu, Seni kontemporer Islam selalu ada dalam sejarah. Sebab dia adalah wujud dari penciptaan Allah terhadap alam semesta yang begitu indah. Seni kontemporer Islam menjadi seni segala zaman, yang selalu dapat membaca realitas sosial kekinian, tanpa harus mereduksi realitas sejarah. Seni kontemporer Islam adalah seni yang telah dan terus dilahirkan sepanjang hidup manusia. Untuk itu perlu dipertegas dan dikumandangkan sebagai sebuah kesadaran bagi umat manusia terhadap zamannya, yakni sebagai berikut:

1. Seni Islam menjunjung tinggi keindahan penciptaan Allah di alam semesta ini sebagai Maha Karya Seni. Manusia hanya bisa melahirkan karya seni dari ciptaan Allah.
2. Seni Islam memunyai dasar ideologi yang kuat. Sebab Islam adalah agama samawi yang diturunkan Allah melalui malaikat dan disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw. untuk perbaikan kehidupan realitas sosial masyarakat dunia.
3. Seni Islam adalah nilai yang memunyai pemahaman sejarah yang berangkat dari Allah yang menciptakan menusia menjadi kekuatan realitas sosial di dalam kehidupan di dunia.
4. Seni Islam berbasis pada umatnya yang melahirkan untuk tumbuh berkembang sebagai gerakan di dalam jamaah.
5. Seni Islam adalah seni komunitas tanpa menghilangkan keunikan dan karakter setiap pribadi seorang seniman.
6. Seni bukan saja sebuah bentuk keindahan normatif dari seni untuk seni. Lebih dari itu, seni adalah sebuah keindahan akhlak seorang muslim, ide dan gagasan umat Islam yang mengerti akidah sebagai keindahan iman pada Allah dan Rasulnya. Untuk itu, hidup dan mati karena Allah dan jihad adalah puncak keimanan sebagai muslim sejati.
7. Seni yang berbasiskan umat dengan sendirinya tidak pernah terpenggal oleh sebuah zaman, dan selalu menjadi seni kontemporer dan terus terus dilahirkan sepanjang hidup manusia (kekinian).
8. Seni selalu membawa kreativitas dan inovasi dari dinamika kehidupan umat untuk menjaga sekaligus melahirkan keindahan serta menjadi kekuatan berjamaah. Hal ini membuat warna dari seni komunitas makin mempertegas keunikan dan karakter setiap pribadi senimannya.
9. Seni bukan sekedar bentuk dan keindahan. Lebih dari itu, seni menjadi sebuah realitas jihad bagi umat. Dengan jihad lah iman menjadi sebuah kekuatan dalam menumbuhkan peradaban manusia menjadi lebih merdeka., sehingga mampu menghayati alam semesta sebagai bentuk kesepakatan manusia dengan Khaliknya.
10 Seni bukan lagi bentuk yang formal dengan kaidah-kaidah keindahan beku dan membosankan. Tapi seni tampil dan tumbuh dengan dinamika umat yang lebih beradab. Seni pun selalu memberikan inspirasi yang terbaik bagi kehidupan realitas sosial masyarakatnya.
11. Seni menjadi representasi keragaman ungkap di dalam kehidupan umat, karena berangkat dari jamaah untuk saling memperkaya dan memperkuat akidah sosial di dalam kehidupan manusia.
12. Seni melahirkan bentuk yang tidak membatasi karena seni mengacu pada nilai yang mampu memberikan bentuk dan kreativitas dan inovasi yang diinspirasikan oleh para jamaah sebagai basis kesenian.
13. Seni tidak lagi mengenal strata dalam realitas sosial karena seni yang berbasis umat bergerak dari jamaah, sehingga tidak akan terjadi polarisasi sosial. Hal inilah bisa mempertegas seni Islam mengenal keragaman untuk saling menghargai dalam kebaikan demi kemaslahatan umat manusia.
14. Seni Islam menjadi kekuatan dan inisiator seni kontemporer dalam aspek nilai dan konsep sosial di dalam berjamaah, karena individunya mampu memerdekakan dari perangkat materi untuk selalu mengikuti fitrahnya.

Manifesto Seni Kontemporer Islam ini bukan sebuah tandingan dari seni lainnya, tapi ini sebuah paradigma yang mampu memperkaya kekuatan seni dalam realitas sosial sebagai sebuah warna dari peradaban yang lebih baik untuk saling menghargai dalam segala hal. Dengan demikian Seni Kontemporer Islam mampu mewujudkan kehidupan yang harmonis dan dinamis dalam kancah kreativitas dan inovasi dalam realitas sosial masyarakat yang majemuk dan dinamis.

Seni Kontemporer Islam mampu memperkaya pemahaman tentang sebuah nilai dan keyakinan sebagai sesuatu yang harus dipahami sebagai kebaikan bersama, tanpa harus mengganggu dan memaksakan sesuatu pada orang lain. Imbas positifnya, kehidupan sosial masyarakat mampu memberikan kehidupan yang lebih dinamis sebagai nadi dari kehidupan yang sempurna. Sebab manusia adalah anak zaman yang beradab, tidak akan pernah menghancurkan dirinya pada satu titik nadir. Hidup ini adalah amanah yang selalu diperjuangkan demi cita-cita abadi. (Tri Aru Wiratno*))

Tri Aru Wiratno*), Seniman, Dosen Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta & penggagas Manifesto Seni Kontemporer Islam.