Selamat Hari Raya Idul Fitri

Posted on Posted in Kolom

Hari Raya Idul Fitri adalah hari kemenangan. Setelah puasa sebulan penuh tentu saja kita dengan dengan penuh kebahagiaan menyambut hari kemenangan itu.

Kenyataannya, Hari Raya ini bukan sekadar hari kemenangan sebagai bagian dari ritual keagamaan. Hari Raya ini sudah jadi bagian dari festivity – budaya kita untuk merayakan. Karena merupakan bagian dari budaya untuk merayakan, maka kita pun gak tampil setengah-setengah pada Hari Raya ini.

Sebut saja beberapa pengeluaran kita yang berhubungan dengan Hari Raya. Mulai dari pakaian yang terbaik, bahkan kadang berseragam, hingga makanan khusus untuk Hari Raya. Belum lagi ongkos mudik pulang kampung. Berjuta manusia memindahkan dirinya dari kota tempat bekerja kembali ke kampung asal demi Hari Raya dengan keluarga. Pulang tentu tidak dengan tangan hampa, ada bingkisan yang kita bawa juga.

Pengeluaran ini tentu membutuhkan biaya. Biaya festivity ini tentu saja tidak sedikit. Kalau kita tidak menyiapkan dengan benar, keuangan keluarga kita akan sangat terganggu. Di sinilah fungsi THR jadi sangat penting. Sesuai dengan namanya THR – Tunjangan Hari Raya ini memang sangat kita perlukan agar dapat membiaya segala pengeluaran yang berhubungan dengan Hari Raya.

Berikut adalah 5 Pengeluaran Hari Raya yang sering kita hadapi :

(1) THR untuk pekerja
Pastikan Anda memberikan THR pada para pekerja yang sudah begitu berjasa mendukung aktivitas sehari-hari. Para pembantu rumah tangga, babysitter, supir, satpam hingga tukang kebun.

(2) Kegiatan Amal
Bulan yang baik tentu perlu diisi dengan kegiatan yang baik pula. Anda dapat menyisihkan sebagian THR untuk segala kegiatan amal mulai dari Zakat, Sedekah hingga Infaq. Jangan lupa ada Qurban 2 bulan kemudian.

(3) Ongkos Mudik
Ayo mudik! Sesuai hukum ekonomi, jika permintaan melonjak dan penawaran terbatas, harga akan meningkat. Wajar saja jika ongkos mudik ini pun akan meningkat. Selain ongkos transportasi kita juga perlu memikirkan akomodasi dan segala perlengkapan yang kita butuhkan untuk mudik ini.

(4) Bingkisan Lebaran
Bingkisan Lebaran ini memang bukan jadi prioritas utama. Tapi tentu kita sangat ingin bisa membahagiakan orang-orang yang kita sayangi. Sudah jadi tradisi di negeri ini untuk mengirimkan hadiah untuk orang tua, mertua, guru agama dan handai taulan lainnya. Siapkan anggaran khusus untuk Bingkisan Lebaran ini. Beberapa keluarga bahkan memiliki tradisi salam tempel. Jadi kita juga perlu menyiapkan amplop berisi uang untuk keponakan-keponakan.

(5) Open House
Terakhir yang tak kalah penting adalah Open House. Dulu mungkin kita tinggal datang ke rumah kakek nenek. Tinggal bawa badan, duduk-duduk makan selesai. Sekarang kakek nenek sudah tidak ada, Open House keluarga ini pun berpindah ke generasi yang lebih dekat dengan kita. Jika giliran Open House ini di rumah orang tua sendiri, tentu kita perlu turut serta meringankan biaya Open House agar orang tua pun tidak terbebani.

Dengan banyaknya Pengeluaran Hari Raya di atas, wajar saja jika THR Anda memang habis. Tidak banyak orang yang memang memiliki THR cukup besar sehingga ada sisa untuk diinvestasikan kembali. Jika Anda tidak bekerja pada perusahaan, maka Anda perlu memikirkan sebuah Rekening Pengeluaran Tahunan. Anda tinggal menabung dengan rajin ke rekening tersebut agar dapat memberikan THR pada diri sendiri pada saat Hari Raya tiba.

Satu hal yang perlu kita pahami bersama adalah tentang jujur pada diri sendiri. Jangan karena semangat festivity lalu kita pun melupakan makna hari kemenangan ini. Hanya karena ingin menunjukkan diri sudah sukses pada orang di kampung lalu kita pun memaksakan mudik. Hanya karena ingin menunjukkan diri jadi orang mampu lalu kita pun menggunakan pinjaman untuk keperluan Hari Raya. Jika memang tidak punya uangnya, atau THR tidak cukup, atau bahkan harus melunasi dulu utang kartu kredit, lupakan Pengeluaran Hari Raya no. 3, 4 dan 5.
Apa salahnya tidak mudik dulu tahun ini? Minta ijin pada keluarga. Kalau perlu orang tua yang datang ke kota, sekali ini saja. Tentu lebih murah menerbangkan orang tua dibandingkan kita sekeluarga berempat atau berlima pulang ke kampung.

Terus kenapa kalau tidak memberikan Bingkisan Lebaran. Mungkin malu. Sekali ini saja. Tapi tidak perlu kepusingan membayarkan tagihan kartu kredit lagi setelah Lebaran. Yakin saja bahwa orang yang kita kirimin bingkisan akan lebih pening kepalanya jika bingkisan itu dibayarkan dengan utang kartu kredit yang sudah 3 tahun tidak lunas.

Open House memang bukan perkara mudah untuk dihindari. Apalagi kalau selama menjabat dan memiliki kedudukan penting, Open House ini jadi ajang silaturahmi banyak relasi. Saat Anda sudah tidak mampu menjalankan Open House, hadapi saja kenyataannya. Atau bahkan jika Anda dalam posisi sebagai anak, ini bisa jadi saat yang tepat untuk mengajak orang tua berlebaran di rumah Anda. Open House kali ini giliran Anda, agar pihak orang tua bisa sesekali terbebas dari ‘beban’ membayarkan Open House yang sudah tidak mampu ia laksanakan lagi.

Semoga THR Anda tahun ini betul-betul terasa memberikan manfaat untuk kehidupan keluarga Anda. Uang adalah alat pembayaran yang sah yang seharusnya memberikan manfaat pada hidup kita. Jangan biarkan diri Anda didikte oleh THR Anda. Sekarang saatnya Anda yang mengendalikan THR ini.

Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Oleh : Ligwina Poerwo-Hananto CFP®

QM Financial