Agar Anda dan Dia Semakin Harmonis

Posted on Posted in Mawaddah

Hubungan yang harmonis adalah kunci untuk menghindarkan diri dari perceraian.  Tapi bagaimana caranya mengharmoniskan hubungan dengan dia?

Berita yang muncul pada salah satu harian terkenal ibu kota mengenai tingkat perceraian di Indonesia sangat mengejutkan.  Menurut data yang tercatat pada Badan Urusan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung (MA) selama periode 2005 – 2010 terjadi peningkatan perceraian hingga 70%.  Coba saja lihat data tahun 2010, di mana terjadi 285.184 perceraian di seluruh Indonesia dengan penyebab di antaranya: faktor ketidakharmonisan  91.841 perkara, tidak tanggung jawab 78.407 perkara, dan masalah ekonomi 67.891 perkara. (sumber: Republika.co.id, 24 January 2012).

Tentu saja berita tersebut membuat kita meninjau kembali hubungan dengan pasangan selama ini.  Apalagi jika penyebab terbesar adalah faktor ketidakharmonisan dalam rumah tangga.  Apa yang dapat dilakukan agar hubungan dengan dia dalam rumah tangga bertambah harmonis dan penuh cinta?  Di bawah ini Barton Goldsmith PhD, seorang psikoterapis dan pembawa acara terkenal beberapa program televisi di Amerika, menguraikan beberapa kiat-kiatnya, antara lain:

  • Coba untuk setiap kali memikirkan satu hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat hubungan Anda dan dia bertambah baik.  Mintalah pasangan Anda untuk melakukan hal yang serupa.
  • Pikirkan berbagai kebaikan sederhana untuk pasangan.  Misalnya sekedar membukakan pintu rumah, atau membantunya mencuci piring.  Kebaikan yang sepertinya sepele ini bisa membawa perubahan pada pasangan.
  • Jika memiliki ide-ide coba bagikan pada pasangan.  Misalnya keinginan-keinginan terpendam seperti melakukan perjalanan ke daerah terpencil bersamanya.  Tidak ada salahnya untuk membagi ide-ide ini pada pasangan.  Siapa tahu ia membantu Anda mewujudkannya.  Ini juga dapat meningkatkan hubungan Anda dan dia.
  • Jangan takut menghadapi masalah.  Hadapi bersama sesegera mungkin dan jangan berusaha menghindar.  Penundaan akan mengakibatkan masalah di kemudian hari pada hubungan Anda dan dia.
  • Sesuaikan diri dengan kondisi yang ada pada saat itu.  Misalnya jika sedang tidak memiliki banyak uang, coba untuk membicarakan hal ini secara terbuka untuk mendapatkan perspektif yang tepat dalam menghadapinya bersama.
  • Bertanggungjawablah pada kebahagiaan diri sendiri dan jangan menuntutnya dari pasangan.  Sehingga tidak ada keinginan untuk menyalahkan pasangan jika merasa tidak bahagia.
  • Saling menghargai akan memberikan energi positif bagi hubungan Anda dan buatlah Anda dan dia sebagai satu tim yang tak terpisahkan.
  • Lupakan masalah-masalah yang menghadang di masa lalu.  Karena membawa-bawa beban masa lalu akan memberatkan ‘langkah’ Anda dan dia dalam menggapai hari depan bersama.
  • Hindari perilaku negatif berlebihan.  Sering kali kita memang merasakan bad mood karena berbagai hal, namun jangan timpakan ini pada pasangan atau bebankan ini pada pernikahan.  Curhat boleh-boleh saja, namun jangan sampai melampiaskan emosi negatif berlebihan pada pasangan.
  • Selalu percaya bahwa Anda sudah menemukan orang yang tepat.  Rasa percaya ini akan memberi ‘energi’ yang berbeda terhadap apa yang Anda lakukan terhadap pasangan. [esthi]