Bermain Ternyata Penting!

Posted on Posted in Mawaddah

Tampak sepele, namun ternyata bermain merupakan sarana untuk mengembangkan diri bagi anak yang tidak bisa diremehkan begitu saja.

Pertengahan tahun lalu di Inggris digelar sebuah konferensi internasional yang membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan ‘bermain’.  Konferensi yang berjudul ‘Playing into the Future- Surviving and Thriving’ mengundang sekitar 450 peserta dari 55 negara, di antaranya dari negara-negara yang mengutarakan fakta-fakta bahwa banyak anak yang tidak bisa bermain karena mereka sakit parah, atau karena keluarga atau komunitas yang tidak membiarkan mereka dapat bermain dengan bebas dan memaksa anak untuk bekerja, atau daerah-daerah yang tidak terdapat tempat yang aman untuk bermain seperti daerah-daerah konflik.

Dr. Stuart Brown, salah satu psikiater, penemu National Institute for Play, telah meneliti sekitar 6000 kisah pengalaman bermain berbagai macam manusia, dari pembunuh hingga pemenang nobel perdamaian.  Dari penelitiannya itu Brown meyakini bahwa bermain adalah cara yang sangat penting bagi manusia untuk bersosialisasi.  Brown mengatakan bahwa bermain membantu otak mengembangkan kemampuan untuk belajar kewajaran, keadilan dan empati.  Bahkan orang-orang yang terbukti kreatif dan sukses dalam hidup merupakan orang-orang yang memiliki kesempatan yang sangat luas untuk bermain.

Dr. Brown dalam sebuah wawancara mengungkapkan studinya terhadap para pembunuh di Texas, bahwa mereka adalah orang-orang yang di dalam hidupnya tidak memiliki kesempatan untuk bermain.  Orang-orang ini menunjukkan simptom disfungsi ganda (multiple dysfunctional symptoms)  yang membuat orang-orang ini tidak memiliki kontrol emosional, tidak memiliki kompetensi sosial serta ketahanan diri.  Ini dikarenakan  orang-orang tersebut mengalami penurunan dalam ranah sosial, emosional dan kognitif, tidak bisa mengatasi stress serta kerap dilanda depresi.

Karenanya cobalah untuk mengajak anak bermain sedini mungkin.  Bermain tidak harus menggunakan mainan yang mahal atau arena bermain khusus, namun bermain bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.  Ada beberapa tips yang dapat Anda ikuti untuk mengajak si kecil bermain, antara lain:

  • Usahakan untuk selalu menciptakan suasana bermain yang menyenangkan bagi anak.
  • Berikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengenal berbagai macam mainan dan permainan.
  • Jangan paksa anak untuk bermain.  Biarkan keinginan bermain itu muncul sendiri dari diri anak.  Orang tua hanyalah menyediakan sarana dan menggelitik rasa penasaran untuk melakukan suatu permainan tertentu.
  • Biarkan anak menggunakan imajinasi di mana mereka dapat mengembangkan daya khayal secara luas tanpa batas.
  • Jika bermain bersama Anda, biarkan ia memimpin Anda menunjukkan cara bermain yang diinginkannya.  Kecuali jika anak sudah memasuki usia sekolah dimana ada beberapa permainan yang membutuhkan aturan dan cara-cara yang harus diikuti. Seperti permainan kartu, ular tangga dan sebagainya.
  • Perhatikan mainan anak dan sesuaikan dengan usianya.
  • Perhatikan keamanan saat anak-anak bermain.
  • Seimbangkan antara permainan aktif (misalnya bermain sepeda, bola dan sebagainya) dan pasif (bermain video game). [esthi]