Hati-hati Curhat Masalah Suami-Istri

Posted on Posted in Mawaddah

Jika tak tahan menyimpan sendiri, curhat atau mencari nasehat mengenai masalah suami – istri boleh-boleh saja.  Hanya ikuti rambu-rambu yang telah ada.

Karena tidak tahan dengan perlakuan sang suami, Nita curhat pada salah seorang tetangga yang usianya sudah cukup tua.  Nita sengaja memilih ibu yang cukup tua tersebut dengan harapan sang ibu cukup  bijaksana dalam menanggapi curhatannya dan dapat memberikan nasehat yang sesuai.  Namun ternyata si ibu tersebut justru menjadikan isi curhatan yang disampaikan Nita sebagai gosip terkini di kalangan ibu-ibu kompleks.  Tentu saja hal ini membuat Nita pusing tujuh keliling.

Memang tidak mudah mencari teman yang enak untuk diajak curhat masalah suami-istri.  Salah-salah, masalah kita bisa berkelana ke orang-orang yang ada di sekitar kita dan menjadi omongan.  Bukannya menyelesaikan masalah, namun justru menambah masalah baru yang membuat hubungan dengan pasangan bertambah runyam.

Karenanya, coba pilih teman curhat yang:

  • Sabar dan mau menjadi pendengar yang baik

Orang-orang seperti ini biasanya memiliki naluri yang baik saat mendengarkan temannya yang sedang curhat, dan memiliki keinginan untuk membantu.  Walau akhirnya mereka pun gagal memberi nasehat, namun minimal dengan didengarkan oleh orang model ini, rasanya sebagian dari beban yang memberati selama ini sudah terangkat.

  • Dapat kita percayai dan mau menjaga rahasia

Carilah orang yang terpercaya mau memegang rahasia yang Anda utarakan padanya.  Paling tidak rahasia Anda aman di tangannya, dan tidak perlu merasa cemas masalah Anda akan disebarkan pada orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

  • Dewasa dan bijaksana

Orang-orang yang sudah matang dalam berpikir dan bertindak ini biasanya memiliki wawasan yang luas sehingga mereka biasanya memiliki nasehat yang jitu dan tidak bisa diremehkan.

  • Orang yang pernah mengalami hal yang sama

Orang-orang seperti ini, biasanya memiliki kedewasaan berpikir yang berbeda dengan orang-orang yang belum pernah mengalami situasi seperti yang Anda temui.  Anda bisa belajar banyak melalui pengalaman mereka.  Walaupun Anda tidak perlu mengambilnya mentah-mentah untuk diterapkan pada pengalaman Anda sendiri.

  • Ikuti kata hati

Kadang ada rasa ‘sreg’ pada orang-orang tertentu untuk mencurahkan masalah yang kita hadapi dalam hubungan dengan pasangan.  Ikuti saja, apalagi jika orang tersebut sesuai dengan kriteria yang sudah tertulis di atas.

Selain teman curhat ideal, di bawah ini tipe teman curhat yang layak dihindari, antara lain:

  • Lawan jenis

Hindari curhat pada lawan jenis, terutama untuk mencurahkan masalah yang berhubungan dengan pasangan.  Biasanya curhat pada lawan jenis justru akan mengaburkan objektifitas kita terhadap pasangan, karena kita justru akan membanding-bandingkan teman curhat kita dengan pasangan.

  • Teman yang suka memvonis

Orang tipe ini biasanya suka memberikan pendapat yang memojokkan dan cenderung menghakimi, bukan memberikan solusi yang bermanfaat bagi perjalanan hubungan Anda dengan pasangan.

  • Orang yang merasa paling benar

Orang tipe ini hanya ingin memaksakan kehendaknya pada Anda.  Hati-hati jangan sampai merasa terpaksa atau tidak enak jika nasehatnya tidak Anda turuti.

Hati-hati mendengar nasehat yang dimulai dengan kata-kata:

  • Kalau aku jadi kamu…

Orang-orang ini memang sepertinya menunjukkan empati dengan menempatkan diri pada situasi Anda, namun pada dasarnya mereka bukan Anda.  Sehingga nasehat mereka hanyalah rekaan mereka terhadap kasus Anda yang butuh kehati-hatian untuk mengikuti.

  • Pada kasus saya…

Orang gemar memberikan nasehat berdasarkan apa yang pernah mereka alami, yang biasanya tidak relevan terhadap situasi yang Anda alami.

  • Apa yang ingin kamu dengar?

Orang-orang ini hanya mengikuti apa yang mereka pikir Anda ingin dengarkan, bukan berdasarkan apa yang seharusnya disampaikan atau dinasehatkan.  Orang-orang ini mungkin saja baik dan tidak memiliki niat jelek, namun mereka kerap mengaburkan petunjuk.

Yang sebaiknya Anda lakukan setelah mendengarkan masukan atau nasehat dari orang lain:

  • Evaluasi kembali nasehat yang mereka berikan sebelum diterapkan pada diri Anda.
  • Pilih-pilih nasehat dari orang yang Anda yakini kemampuannya dalam memberikan nasehat.  Misalnya orang yang arif bijaksana, dewasa, Anda percaya dan sebagainya.
  • Terbukalah pada berbagai masukan sebelum menentukan apa yang terbaik bagi Anda dan pasangan. [esthi]