Berpetualang di Kota Merah, Marakesh

Posted on Posted in Oase

Satu lagi kota di semenanjung Afrika Utara yang menarik untuk dikunjungi. Marakesh, salah satu kota di Maroko, memang menyimpan berbagai keunikan yang menyenangkan.

Kota merah adalah terjemahan untuk Marakesh, sebuah kota penting di Maroko selain Casablanca. Entah mengapa disebut demikian. Maroko sendiri adalah negeri unik di semenanjung Afrika Utara yang kerap mengundang daya tarik wisatawan dengan obyek-obyek wisatanya yang khas. Maroko terletak di Afrika Utara dan sangat dekat dengan benua Eropa dan Asia, sehingga perpaduan budaya yang ada di dalamnya sangatlah menarik.

Marakesh di Maroko adalah kota yang memiliki peran penting di bidang ekonomi bagi Negara ini. Kota ini terdiri dari bagian yang merupakan hasil peninggalan jaman dahulu dan bagian lain yang mewakili kota modern. Dengan populasi 1.070.838, maka kota yang juga kerap diartikan sebagai ‘tanah Tuhan’ ini lumayan sibuk.
Beberapa tempat wisata di Marakesh merupakan tempat-tempat yang aman untuk didatangi wisatawan mancanegara. Apalagi adanya festival 7 orang suci yang kerap digelar di kota ini untuk menghormati 7 orang sufi yang pernah berada di kota ini, sehingga banyak wisatawan yang datang khusus untuk ikut ambil bagian dari perayaannya.

Beberapa tempat yang biasa dikunjungi para wisatawan di Marakesh, antara lain;

Souk Djemaa el Fna
Tempat ini merupakan pasar utama di Marakesh yang banyak dikunjungi pembelanja lokal maupun mancanegara. Di siang hari pengunjung dapat menemui kios-kios penjual jus jeruk, penjual air yang memakai kostum warna-warni serta penjinak ular yang pasti akan menawan para wisatawan. Siang dan sore pasar akan dipenuhi dengan para penari pria, para pencerita yang menceritakan kisah-kisah seribu satu malam, pesulap dan penyembuh tradisional. Sedangkan saat malam tiba, mulailah para pedagang makanan memenuhi tempat berjualan.

Masjid Koutoubia
Masjid ini merupakan masjid terbesar di Marakesh. Menaranya diselesaikan dibawah pemerintahan rejim almohad Caliph Yaqub al Mansur [1184-1199]. Nama Koutoubiyyin bermakna pustakawan, julukan ini mulai di jaman itu daerah ini dikelilingi oleh para penjual manuskrip. Konon kubah yang menutupi menara dibuat dari emas murni. Dulunya menurut kisah, hanya ada tiga kubah pada awalnya. Kubah ke empat disumbangkan oleh istri dari Yacoub el Mansour sebagai kompensasi kegagalannya untuk berpuasa selama satu hari disaat bulan Ramadhan. Karenanya ia mengumpulkan perhiasannya untuk dilebur menjadi kubah menara nomor empat. Benarkah demikian? Wallâhu A’lam!

Qubbat Barudiyin
Awalnya bangunan ini merupakan ruang tambahan dari sebuah masjid yang dibangun oleh pemerintahan Almoravid, Ali bin Yusuf [1107-1142], dan digunakan untuk berwudhu. Masjidnya sendiri merupakan bagian dari istana Almoravid, Qasr al Hajar. Sayangnya bangunan Qubbat Barudiyin kini merupakan satu-satunya bangunan yang masih berdiri diantara jajaran bangunan yang ada. Bangunan qubba merupakan contoh gabungan disain dari Spanyol dan Afrika Utara yang sangat indah. Tak heran jika tempat ini masih banyak dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahan seni arsitekturnya.

Museum Marakesh

Museum ini merupakan bangunan di dalam kompleks istana Dar Menebhi yang dibuat diakhir abad 19 oleh Mehdi Menebhi. Istananya sendiri diperbaiki oleh sebuah yayasan dan dialihfungsikan sebagai museum di tahun 1997. Arsitektur dari bangunan ini berciri Andalusia, dengan air mancur di tengah-tengah halaman serta berbagai ukiran pada dindingnya. Museum ini banyak menyimpan benda-benda bersejarah dari negeri ini seperti berbagai manuskrip, uang-uang kuno, benda pecah belah dan sebagainya.

Madrasah Ben Youssef

Madrasah ini dinamai sesuai dengan nama sultan Ali bin Yusuf yang berkuasa di tahun 1106-1142 dan bertetangga dengan masjid Ben Youssef. Bangunan ini direkonstruksi kembali oleh Saadian Sultan abdallah al Ghalib [1557-1574], merupakan madrasah terbesar di Maroko. Dulunya madrasah ini memiliki ruang untuk tinggal 900 siswa dan merupakan satu bangunan yang sangat indah. Tahun 1960 madrasah ini ditutup dan dibuka untuk umum sebagai salah satu situs bersejarah di tahun 1982.

Tempat-tempat di atas merupakan sedikit contoh dari berbagai tempat lain yang banyak terdapat di Marakesh. Anda hanya perlu menguatkan tekad untuk mengunjunginya dan menjadikannya bagian dari pengalaman hidup Anda yang paling menarik.[teks:esthi/foto:dok. wikipedia]