Kairo, Tak Sekedar Piramid dan Al Azhar

Posted on Posted in Oase

Kairo menyimpan berbagai tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi sebagai tempat tujuan wisata. Diantaranya dapat ditemui di bawah ini.

Dua hal yang paling terpikirkan jika berbicara tentang Kairo, yaitu piramid dan Universitas Al Azhar yang sangat berperan dalam beberapa novel yang difilmkan karya Habiburrahman El Shirazy. Namun ibu kota dari Mesir ini ternyata menyimpan beragam tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi, walaupun tetap saja dua tempat diatas tidak boleh dilewatkan. Berbagai tempat tersebut, diantaranya;

Piramid

Tiga piramid besar yang wajid dikunjungi adalah pyramid Khufu, Khafre dan Menkaure. Berkunjung ke tempat ini seperti mimpi mengingat betapa besar dan indahnya bangunan ini. Tentu saja keberadaan Spinx jangan dilewatkan. Namun saat yang paling menakjubkan adalah mengunjungi piramid di saat malam hari dimana bangunan ini tampak bertambah mengagumkan dengan sorotan lampu-lampu hias disana-sini.

Universitas Al Azhar
Al Azhar awalnya merupakan masjid. Pada perkembangannya, masjid ini bertransformasi menjadi universitas Islam bergengsi di dunia. Universitas ini merupakan sekolah tinggi tertua kedua di dunia setelah Universitas Al Karaouine di Maroko dan dibangun tahun 972 oleh Jahwar El-Sequili. Kini area universitas yang menampung 397.351 mahasiswa (data tahun 2007) dan 11.000 orang dosen ini tetap menjadi tempat yang kerap dikunjungi orang-orang yang ingin memperdalam ilmu agama. Terutama karena adanya perpustakaan yang sangat lengkap, yaitu menampung sekitar 99.062 buku yang diantaranya terdapat manuskrip Islam klasik.

Masjid dan madrasah Al Ghouri
Tidak jauh dari Al Azhar terdapat masjid dan madrasah Al Ghouri yang dibuat dengan keindahan disain era Mamluk. Area ini dibuat tahun 1505 oleh Al Ghouri, seorang yang memegang tampuk pimpinan dimasanya. Tempat ini juga terdapat mausoleum atau makam dari Al Ghouri. Di area ini sering diadakan pertunjukan tari berputar ala Sufi.

Khan El Khalili

Tempat yang satu ini merupakan surga wisata belanja di Kairo. Pasar ini didirikan tahun 1382 oleh Emir Djaharks el-Khalili, seorang pejabat kerajaan dinasti Mamalik yang mendirikan khan besar di Kairo. Pasar Khan el Khalili memang tidak terlalu besar, namun lorong-lorongnya banyak menyediakan berbagai souvenir, pakaian dan perlengkapan khas Timur Tengah, lampu-lampu serta berbagai macam karpet. Memasuki tempat ini seperti berpetualang ke gua harta karun yang memanjakan mata.

Citadel Saladin
Lokasinya yang menjadi bagian dari bukit Muqattam menjadikan tempat ini berpemandangan sangat indah. Citadel yang juga berarti benteng kota dibangun oleh Salah Al Din atau Saladin, seorang pemimpin Ayyubid di tahun 1176-1183 untuk melindungi kota dari musuh yang ingin menguasai kota.

Masjid Sayeda Zainab

Masjid ini adalah masjid yang dibuat khusus untuk didedikasikan bagi seorang perempuan suci, Zainab, cucu dari Rasulullah, putri Fatimah dengan Ali bin Abi Talib. Ia tia di Mesir tahun 680-681, setahun kemudian ia meninggal dan dimakamkan. Makamnya kemudian dijadikan masjid, dan mengalami beberapa kali perbaikan sehingga memperluas tempat ini menjadi 18.000 meter dengan kapasitas 15.000 jemaah.

Masjid Ahmad Ibn Tulun

Masjid ini tercatat sebagai masjid tertua yang tetap dapat mempertahankan bentuknya dari awal. Masjid ini dibuat oleh Ahmad ibn Tulun, seorang pemimpin di Mesir tahun 868-884. Masjidnya sendiri konon dibuat tahun 876. Masjid yang indah ini telah mengalami beberapa perbaikan dan menjadi tempat yang banyak dikunjungi wisatawan manca negara.[esthi]