Menguak Rekaman Sejarah di Doğubeyazıt, Turki

Posted on Posted in Oase

Turki ternyata menyimpan banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah DoÄŸubeyazit.

DoÄŸubeyazit merupakan kota dan distrik paling Timur di Turki dan berbatasan dengan negara Iran. Daerah di kaki gunung Ararat seluas 2.383 km persegi ini memiliki populasi sebanyak 111.640 di tahun 2009. Kota ini sangat menarik bagi para wisatawan karena memiliki sejarah panjang. Kota ini dimulai dengan masa pendudukan Armenia sekitar 2700 tahun yang lalu sebelum kekuasaan kerajaan Ottoman. Pada masa itu kota ini dinamakan dengan nama Armenia, yaitu Daroynk.

Di gunung Ararat sendiri baru-baru ini dihebohkan dengan berita penemuan kerangka perahu nabi Nuh A.S. diketinggian 4000 M oleh komunitas Kristen China dan Turki. Kebenaran mengenai penemuan ini memang perlu dibuktikan. Namun beberapa tempat di sekitar daerah ini memang menarik untuk dikunjungi para wisatawan. Seperti istana Ishak Pasha Sarayi yang hingga kini tetap menjulang dan masih layak untuk dikagumi keberadaannya.

Istana Ishak Pasha
Istana Ishak Pasha dibuat di periode Ottoman, sekitar tahun 1685 oleh Colak Abdi Pasha, penguasa propinsi Beyazit. Sesuai dengan prasasti yang terdapat pada pintu masuk harem yang ada dalam istana, maka sebagian dari istana diselesaikan oleh cucu dari Colak abdi Pasha, yaitu ishak Pasha di tahun 1784. Istana ini kadang diperbandingkan dengan istana Topkapi di Istambul, karena dibuat di masa pemerintahan yang sama. Namun tentu saja istana yang satu ini lebih kecil dan sederhana.

Istana ini dibangun dengan gaya Armenia bercampur Georgia yang unik. Memiliki 366 kamar, istana ini baru dapat diselesaikan setelah 99 tahun pembuatannya. Istana ini berdiri di tengah pemandangan yang luar biasa menjadikan istana berwarna merah bata ini menyatu dengan perbukitan di sekelilingnya, indah sekali. Namun sayangnya beberapa bagian dari istana ini telah hancur serta sedang dalam perbaikan.

Di dalam kompleks istana terdapat masjid dan harem, juga gazebo dari batu di lapangan belakang. Yang menarik adalah ruang makan yang dibuat tanpa atap, sehingga jika berada disana akan terbayang betapa beruntungnya Ishak Pasha yang dapat menikmati hidangan dengan pemandangan kubah dan menara masjid dihiasi langit biru maupun bintang-bintang.

Selain Istana Ishak Pasha terdapat beberapa tempat lain yang menarik dilewati selama perjalanan, antara lain pemandangan gunung Ararat yang indah, kastil dan masjid dari Old Beyazit, bangunan yang pertama dibuat oleh Urartu, rumah-rumah peternakan penduduk asli suku Kurdi, Taman Nasional Perahu Nuh (Noah’s Ark national Park) yang menghebohkan serta pekuburan kuno kaum Armenia.[teks:esthi, foto:mountararattrek.com, anatoliasky.co.uk]