Bolehkah Istri Menyarankan Suami Berkurban atas Nama Pribadi?

Posted on Posted in Qur'an & Answer

Tanya :
Assalamualaikum Wr. Wb,
Saya ingin bertanya, jikalau suami istri keduanya berpenghasilan, dan penghasilan suami juga termasuk cukup, lalu istri menyarankan kepada suami untuk berkurban atas nama suami agar mendapatkan pahala sekeluarga, apakah diperbolehan?

Mohon penjelasannya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

[Inca – via facebook Alifmagz]

Jawab :
Wa’alaikumsalam, wr. wb,

Tentang kurban, para ulama sepakat akan disyaratkanya hal ini. Hanya saja para ulama masih berbeda pendapat mengenai perkara teknisnya. Dari sini maka ada ungkapan yang menyatakan bahwa syariat itu satu, fiqihnya yang banyak.

Syariat itu satu (maknanya bila dikaitkan dengan urusan kurban), dan ini disinggung dalam al-Qur’an Surat al-Haj ayat ke 34:

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan mansak supaya mereka menyebut nama Allah atas apa yang Dia rejekikan untuk mereka yaitu binatang ternak.”

Hanya saja ketentuan-ketentuan fiqih berkurban ini para ulama berbeda pendapat. Ada yang menyatakan bahwa kurban 1 kambing cukup untuk 1 keluarga, sehingga misalnya dalam 1 keluarga ada suami, istri, anak, tidak perlu masing-masing berqurban. Ini berdasarkan hadits dimana Rasulullah saw. pernah berqurban untuk satu keluarga.

Namun demikian, dalam ketentuan formalnya, satu kambing itu untuk satu orang. Dalam arti sumber pendanaannya bersumber dari satu orang. Sehingga bila ada orang patungan, dimana dua keluarga membeli satu kambing misalnya,itu tidak dibenarkan. Nanti jatuhnya bukan kurban, tetapi sedekah.

Hanya dari aspek pembiayaannya, seorang suami misalnya karena memiliki penghasilan dan mampu, diapun berkurban satu kambing dan di atasnamakan untuk istri, atau suami, atau anak itu tidak masalah. Boleh saja hal tersebut dilakukan.

Tapi bila ada orang yang ingin merasa puas sehingga setiap anggota keluarga masing-masing diberikan satu kurbannya, itu juga baik. Jadi ini kembali kepada kondisi keluarga masing-masing, yang sebetulnya kalau suami berkurban dari nafkahnya, lalu diniatkan untuk satu keluarga, itu juga diperbolehkan.
Demikian.

[DR. Ali Nurdin, MA – Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an]

===

Anda juga bisa bertanya melalui pesan ke Facebook Page Alifmagz.