Puasa 9 Hari di Awal Dzulhijah

Posted on Posted in Qur'an & Answer

Tanya :
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Tentang puasa 9 hari di awal bulan Dzulhijah, saya cari di shahih Fiqih Sunnah tidak tercantum, hanya tanggal 9 (hari Arafah) saja. Mungkin perlu kita tanyakan kedudukan hadits tentang puasa itu; Apakah shahih, hasan atau dhaif ?
Wassalam.
[Ibu Rianty via whatsapp]

Jawab :
Wa’alaikumussalam wr wb
Isyarat keutamaan sepuluh hari pertama bulan dzulhijah ditemukan pada dua tempat dalam al-Qur’an, yaitu;
1) QS. al-Hajj : 27-28. pada ayat 28, “…agar mereka berdzikir dengan menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah diketahui (ayyaamin ma’luumaat)”. Menurut Ibnu Katsir, dengan mengutip riwayat dari Ibnu Abbas, yang dimaksud adalah hari-hari sepuluh pertama Dzulhijah.
2) pada surah al-Fajr :1-2, yang dimaksud walayaalin asyrin, menurut imam al-Thabari, adalah sepuluh malam pertama Dzulhijah.

Keutamaan hari-hari tersebut juga dinyatakan dalam beberapa hadis shahih riwayat Abu Daud, Ahmad, Ibnu Hibban dan al-Darimi, yang menyatakan amal saleh pada hari-hari itu sangat dicintai oleh Allah.

Adapun hadis-hadis keutamaan puasa pada hari-hari itu diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan al-Nasai, tetapi dianggap lemah oleh banyak ulama.

Meski demikian, puasa pada hari-hari itu sangat baik dilakukan, paling tidak karena tiga alasan;
1. Terkait keutamaan amal ibadah, menurut banyak ulama, hadis dhaif/lemah dapat dijadikan sandaran dgn syarat antara lain, dhaifnya tidak terlalu berat dan ada hadis lain yang senada dan mendukungnya.
2. Puasa termasuk amal saleh yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada hari-hari tersebut
3. ada hadis lain yang mendukungnya, yaitu riwayat Abu Daud yang menyatakan Nabi biasa berpuasa pada 9 Dzulhijah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, senin dan kamis pertama pada setiap bulan.
Demikian, wallahu a’lam.
[Dr. Muchlis M. Hanafi,MA – Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an]