Bagaimana Bila Ragu dengan Air Mani atau Madzi Setiap Bangun Tidur?

Posted on Posted in Qur'an & Answer

Tanya:
Assalamualikum,
Pak ustad, saya memiliki masalah.

Dulu saya berangkapan bahwa bila kita ragu apakah kita mengeluarkan mani atau madzi maka kita tidak wajib mandi junub, karena nanti kita bisa terseret ke dalam was-was.

Namun saya baru tahu bila kita ragu apa itu mani atau madzi maka saya wajib mandi junub.

Hal tersebut membuat saya jadi paranoid, setiap saya bangun tidur saya seperti menemukan bekas cairan, saya takutnya mani namun kering jadinya tampak seperti madzi, dan baunya juga hilang karena kering. sehingga saya mandi setiap pagi.

Dan akibatnya saya pun merasa keberatan karena mandi junub itu memerlukan waktu yang lama dan kegiatan saya jadi terbengkalai. Saya takut bila ini berlanjut saya akan mengangap islam itu memberatkan saya.

Saya yakin islam itu tidak memberatkan. Adakah penjelasan dari pak ustad, sebaiknya tindakan apa yang perlu saya lakukan?

*saya sudah paham betul bedanya mani dan madzi

[Myart via formulir pertanyaan]

Jawab:
Wa’alaikum salam. Bismillahirrahmanirrahim,
Meski Anda mengatakan sudah paham betul perbedaan antara mani dan madzi, mohon maaf, saya masih merasa perlu mengawali tanggapan ini dengan kembali mengetengahkan perbedaan terpenting antara mani dan madzi.

Keluarnya mani biasanya terjadi secara memancar (Arab: dâfiq). Al-Qur’an menggambarkan air mani dengan istilah ‘air yang memancar’, mâ’ dâfiq (silakan baca QS Al-Thâriq [86]: 6). Selain itu, keluarnya air mani biasanya juga dibarengi dengan rasa nikmat, baik terjadi melalui mimpi, atau melalui hubungan badan. Sedangkan madzi biasanya keluar ketika seseorang mengalami rangsangan seksual, atau mengkhayalkan hal-hal yang berhubungan dengan seks. Sering kali keluarnya madzi tidak dirasakan oleh yang bersangkutan.

Nah, pertanyaan saya: apakah setiap kali tidur Anda mengalami mimpi basah dan merasakan keluarnya cairan dari kemaluan Anda secara memancar yang juga dibarengi dengan rasa nikmat? Jika tidak, maka hampir bisa dipastikan bahwa bekas cairan yang Anda temukan saat Anda bangun pagi itu bukan mani, melainkan madzi. Jika itu benar, Anda tidak perlu mandi janabah.

Di sisi lain, benar bahwa apabila kita ragu-ragu apakah yang keluar dari kemaluan kita itu mani atau madzi kita sebaiknya mandi janabah, demi kehati-hatian. Tetapi tidak benar apabila kita terus menerus dalam keraguan. Yang saya pahami dari pemaparan Anda, Anda tampaknya terus menerus dihantui keragu-raguan. Saran saya, Anda harus bisa meyakinkan diri Anda apa sebenarnya bekas cairan itu, berdasarkan pemahaman Anda mengenai mani dan madzi (toh Anda sudah paham betul ciri masing-masing). Kalau Anda masih terus ragu-ragu, boleh jadi pemahaman Anda tentang mani dan madzi itu yang belum sepenuhnya benar. Tidak ada salahnya jika Anda menggali lagi informasi mengenai mani dan madzi ini dari berbagai buku keagamaan.

Anda mengatakan sudah mengerti betul perbedaan antara keduanya, tetapi Anda juga masih saja ragu. Saya khawatir Anda mengalami waswas yang juga Anda khawatirkan itu.

Demikian, wallahu a’lam.

[M. Arifin-Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur’an]

===

Anda juga bisa bertanya ke kami dengan mengisi formulir berikut :
[easy-contact]