Ade Armando : “Tayangan Pertelevisian Mulai Agak Lebih Baik”

Posted on Posted in Silaturahmi

Ade Armando memang tak lagi menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Tapi perhatian dan kritikannya tetap tajam terhadap tayangan pertelevisian Indonesia. Hal inilah yang membuatnya kerap diundang dalam berbagai seminar. Salah satunya ketika diundang untuk mengisi acara talkshow yang digagas Forum Female Yayasan Paguyuban Ikhlas, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Ade mengkritisi tayangan media elektronik di tanah air. Ade secara gamblang memaparkan, bahwa pertelevisian dalam menayangkan program mata acaranya berpacu pada bisnis komersial. “Program yang tayang harus menghasilkan uang. Kalau program bagus namun tidak ada iklan maka tidak akan tayang atau tayang lalu kemudian dihentikan, semua harus ada nilai uangnya,” ujar pengajar di Universitas Indonesia ini.

Ade Armando

Ade menambahkan, masalah nilai uang berlaku juga pada acara agama yang harus dikemas menarik dan lucu. “Tayangan yang seperti ini yang laku di televisi. Iklannya banyak. Tapi, semisal orang seperti Quraish Shihab, itu tidak ada lagi. Hanya muncul di Ramadhan saja. Padahal, bagus isinya. Kita tidak menyaksikan muatan-muatan substanstif. Semua harus fun. Seharusnya dibuat fun agar kesannya sampai, supaya pendidikannya baik, bisa dipahami, dimengerti,.maka dibuatlah media yang menarik. Yang terjadi di Indonesia, tayangan itu yang penting menariknya,” ujar Ade.

Meski begitu, pakar media kelahiran 24 September 1961 mengakui, siaran pertelevisian saat ini agak lebih baik dari tahun sebelumnya.“Tayangan pertelevisian, saat ini mulai agak lebih baik dari tahun sebelumnya. Seperti Olga, misalnya, sebagai pengisi acara Sahur Ramadhan di salahsatu televisi swasta, ia yang tadinya berbicaranya suka kebablasan, kini agak mengerem, Dan saat acara berjalan, selalu ada yang mengingatkan penampilaan mereka,” ujar Ade menanggapai tayangan Ramadhan tahun ini.

Menurut Ade, tayangan Ramadhan tahun ini memang agak lebih sopan dari tahun sebelumnya. Akan tetapi, versinya tidak berbeda pada tahun sebelumnya. “Konsentrasinya masih tetap lawakan dan komedi. Namun, hal yang sifatnya seks, sudah tidak muncul karena teguran-teguran KPI,” imbuhnya

Hal tersebut berkaitan juga dengan tayangan infotaiment yang saat ini tiarap. Infotainment tidak lagi menayangkan gosip. Ade menyebutkan segala macam gossip tidak hadir selama Ramadhan tahun ini. Hal ini setidaknya cukup baik untuk ditonton keluarga. Meski begitu, Ade menilai, tayangan-tayangan Ramadhan yang substanstif bernapaskan religius masih belum terlihat.

Ade Armando juga mengatakan, KPI saat ini sangat kondusif dalam mengkritisi media massa. “Karena itu, saya sarankan pada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan KPI. Kalau ada tayangan yang notabene tidak baik, laporkan pada KPI,” jelas Ade. [teks dan foto: Dudung Supriatna)