Pak Sariban, Pejuang Kebersihan Kota Bandung

Posted on Posted in Silaturahmi

Bandung kini tak sesegar dulu lagi. Lingkungannya kian tercemari banyak sampah dan polusi. Untung saja masih ada yang peduli membersihkannya. Salah satunya Pak Sariban, relawan lingkungan yang setiap hari keliling kota Bandung membersihkan sampah dan mencabut paku, atas dasar keikhlasan mencintai Ibukota Parahiyangan itu.

Sariban tinggal di kawasan Cikondang, Cikutra Barat Bandung. Rumahnya berada di antara gang sempit dan berbelok-belok dari jalan utama. Meskipun terlihat sederhana, rumahnya begitu bersih dan rapi. Di luar rumah, tersimpan sapu dan keranjang sampah. Sedangkan di dalam rumah, tampak beberapa penghargaan dan foto-foto Sariban yang berkaitan dengan gerakan kebersihan.

Ya, begitulah salah satu bukti bahwa kecintaan Sariban pada masalah lingkungan bukanlah isapan jempol semata. Kepedulian dan kerelaaannya membersihkan sampah-sampah dan mencabuti paku selama 27 tahun membuahkan hasil. Dia banyak mendapatkan penghargaan dari pemerintah dan lembaga. Tak heran, dia pun sampai kini dijuluki sebagai “Pejuang Kebersihan Kota Bandung.”

“Saya hanya ingin Bandung seperti dulu. Bandung bersih dan segar. Tapi susah juga kalau tidak semua orang yang peduli.” Kata Sariban, yang pensiunan pegawai rumah sakit Cicendo Bandung. Lelaki kelahiran Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1943 ini memang sudah puluhan tahun tinggal di Bandung. Jadi, dia merasakan betul perubahan lingkungan Kota Kembang itu.

Sejak hijrah dari Magetan ke Bandung pada tahun 1963, Sariban sempat menjadi tuna wisma. Dia hanya tinggal di Stasiun Kereta Bandung selama 3 bulan. Lantas ada orang yang mengajaknya bekerja sebagai kuli bangunan. Tahun 1967, Sariban menikah dan kemudian memiliki 4 anak dan 3 cucu. Setelah merampungkan sekolah di KKPA (Kursus Karyawan Perusahaan Tingkat Atas),Bandung, tahun 1972, Sariban diterima bekerja di Rumah Sakit Mata, Cicendo, Bandung sebagai tukang pembersih rumah sakit sampai tahun 2000. Sejak bekerja di sinilah kecintaan Sariban terhadap lingkungan kota Bandung semakin kuat. Menjelang pensiun, ia pun sudah aktif membersihkan sampah, mencabut paku dan tali bekas reklame di pohon-pohon secara sukarela. Aktivitas ini terus dilakukan sampai sekarang dalam usianya yang sudah renta.

“Saya prihatin melihat lingkungan kota Bandung seringkali tidak diperhatikan oleh masyarakat. Kalau ada acara, misalnya, mereka membuang sampah sembarangan. Begitu juga yang memasang reklame di pohon-pohon, bekas pakunya dibiarkan begitu saja, itu kan namanya merusak lingkungan,” kata Sariban.

Karena sering mencabut paku, Sariban mengaku sudah mengumpulkannya berkarung-karung, sampai beratnya sekitar 1 ton. Selain mencabut paku dan membersihkan sampah di jalan-jalan, Sariban pun setiap kali menyerukan peduli kebersihan dengan alat pengeras suara. Dengan sepeda ontelnya, Sariban mengajak warga di Bandung untuk ikut memelihara kebersihan. Karena ajakan inilah, lamban laun kesadaran warga Bandung akan lingkungan kian meningkat, tanpa harus ada pamrih.

(teks & foto: yogira & http://stat.kompasiana.com/files/2010/03/)