Penonton Harus Terhibur Secara Sehat

Posted on Posted in Silaturahmi

Penampilannya kalem dan seperti lebih senang irit bicara. Di dunia sinema Indonesia, dia sering dibicarakan karena karya-karya skenarionya. Dialah Musfar Yasin, penulis skenario ternama yang kini memilih tinggal di kampung halamannya, Selong, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Siapapun yang ingin bersilaturahmi dengan penulis skenario ini, janganlah banyak berharap bisa bertemu di Jakarta. Memang, sebelumnya Musfar tinggal di kawasan, Pondok Kelapa Jakarta, Timur. Di kota besar ini, Musfar beberapa kali bekerja sama dengan Deddy Mizwar untuk menggarap film dan sinetron jaminan mutu. Namun sejak kurang lebih dua tahun lalu, Musfar memilih hijrah ke kampung halamannya, Desa Kelayu, Selong, Lombok Timur. Kawasan ini berdekatan dengan tanah kelahirannya, Tanjung Teros. “Saya tinggal di Lombok sejak istri mau melahirkan. Saya tetap dengan pekerjaan menulis skenario. Paling tidak sekali setahun saya silaturahmi ke Jakarta, atau kalau diundang,” kata suami Rilia Susilviani Saif, sekaligus ayah dari Fatih Ahmad ini.

Setelah tinggal di Lombok, Musfar tak pernah surut dalam berkreasi. Sejak tinggal di kampung halamannya, Musfar telah menghasilkan sejumlah karya cerita, seperti Alangkah Lucunya Negeri ini, Kawin Bohong-bohong, dan Leher Angsa. Dalam berkarya, Musfar lebih nyaman tinggal dekat keluarga. Apalagi Musfar termasuk orang yang jarang keluar rumah. Sewaktu di Jakarta, saya juga jarang ke luar rumah kalau tidak ada urusan penting. Bagi saya, Di kampung halaman, lebih sehat buat anak dan istri,” kata Musfar.

Ketika ditanya sinetron yang ideal buat penonton televisi, Musfar tak memungkiri penonton memang perlu mendapatkan hiburan, tapi mereka harus terhibur secara sehat. Apalagi sinetron yang mengangkat tema religius, seperti pada setiap Ramadhan, sinetron sebaiknya dibuat lebih serius dan bertanggung jawab. Dengan begitu, menurutnya, selain pihak produksi bisa mendapatkan untung secara materi, semoga juga mendapatkan pahala yang berlimpah. Bagi Musfar, menulis skenario adalah pekerjaan yang kelak melibatkan banyak orang. Makanya, dia selalu ingin skenario yang ditulisnya memberikan yang terbaik dan mencerahkan bagi penonton. Kalaupun ada yang menawarinya untuk menulis cerita skenario kejar tayang, dia akan menolaknya secara halus, dengan alasan sibuk atau tak tersedia waktu untuk menuliskannya. (yogira)

Nama Lengkap: LL. Muzpar Yasin
Tempat & Tanggal lahir: Tanjung Teros, Lombok Timur, 6 Juni 1960.
Nama Istri: Rilia Susilviani Saif
Nama Anak: Fatih Ahmad
Pendidikan terakhir: Fisipol Universitas Gajah Mada (tidak tamat)
Hobi: Menulis dan membaca.

Prestasi/penghargaan:

Penulis Skenario Terpuji untuk Sinetron, Festival
Film Bandung 2003 : Sinetron Adilah
Penulis Skenario Terbaik untuk Sinetron Berseri, FFI
2005 : Sinetron Seri Kiamat Sudah Dekat
Penulis Skenario Film Terpuji untuk Film, Festival
Film Bandung 2005 : Film Ketika
Penulis Skenario Terbaik untuk Film, FFI 2005 :
Film Ketika
Penulis Skenario Sinetron Terpuji untuk Sinetron
Berseri, Festival Film Bandung 2006 : Sinetron Seri
Kiamat Sudah Dekat
Penulis Skenario Terbaik untuk FTV, FFI 2006 :
Sebatas Aku Mampu
Penulis Skenario Film Terpuji untuk Film, Festival
Film Bandung 2007 : Film Nagabonar Jadi 2