Evaluasi dan Perbaikan Diri Pasca Ramadan

Posted on Posted in This Friday

Sekali lagi Ramadan pergi. Adakah perbedaan Ramadan kita kali ini dengan yang sebelum-sebelumnya? Adakah peningkatan baik dari segi pemahaman, keimanan, maupun amal ibadah kita?

Jawabannya bisa jadi bervariasi. Setiap orang tentu memiliki target tersendiri seperti apa Ramadannya hendak diisi. Ada yang ingin tarawihnya tahun ini penuh berjamaah di masjid. Ada yang fokus pada mengkhatamkan al-Qur’an. Ada yang ingin membiasakan salat tepat waktu dan menambahnya dengan salat sunnah. Ada yang memperbanyak sedekah ataupun memulai itikaf di masjid. Bagi yang baru belajar puasa, mungkin juga targetnya tahun ini hanya sekadar ingin menuntaskan puasanya, penuh selama sebulan.

Apapun itu, sebagian besar orang pada umumnya berlomba-lomba untuk meningkatkan ibadahnya pada bulan suci itu.

Tidak semua berhasil memang. Banyak juga dari kita yang entah karena kesibukan atau kurangnya pemahaman, lantas seperti melupakan esensi Ramadan. Kita lebih banyak memikirkan makanan apa yang enak untuk berbuka, lebih sibuk memenuhi jadwal berbuka bersama, lebih suka tidur daripada memenuhi hari-hari Ramadan dengan mendekatkan diri kepada-Nya.

Kadang juga, semangat kita hanya menggebu di awal Ramadan. Menuju pertengahan juga akhir, ibadah kita justru berkurang, berganti dengan persiapan menyambut hari lebaran, mulai dari membeli pakaian sampai berbelanja bahan makanan.

Sungguh disayangkan memang, jika Ramadan pergi tanpa meninggalkan perubahan yang berarti dalam diri kita.

Kabar baiknya, perbaikan diri tidak hanya dapat dilakukan saat Ramadan saja. Justru sebelas bulan setelahnya merupakan saat yang tepat untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas diri.

Bagi yang telah baik disiplinnya dalam beribadah saat Ramadan kemarin, dapat meneruskannya. Begitu pula untuk kebiasaan-kebiasaan yang dibentuk saat Ramadan, seperti lebih rutin bersedekah, salat sunnah, juga mengaji dan mengkaji Al-Qur’an, dapat kita teruskan setelah Ramadan berlalu. Kita juga bisa melanjutkan puasa kita dengan puasa-puasa sunnah, dimulai dengan puasa enam hari di bulan syawal, yang pahalanya, bila dilakukan setelah berpuasa Ramadan sama seperti berpuasa setahun penuh. (HR. Muslim).

Bagi yang merasa kurang memanfaatkan Ramadan lalu, bisa menebusnya dengan ibadah yang lebih baik mulai sekarang. Awali dengan amalan yang sederhana sesuai dengan kemampuan kita, yang mungkin kecil, namun bisa rutin kita lakukan. Tingkatkan secara bertahap selama sebelas bulan ke depan. Semoga ini bisa mempersiapkan kita untuk menyambut Ramadan berikutnya, jika kita masih diberi kesempatan untuk menjumpainya.

Jika tidak pun, semoga kebaikan dan perbaikan yang kita lakukan mendapat ridha-Nya, membawa keberkahan dalam hidup kita, dan menghasilkan kebahagiaan bagi kehidupan dunia serta akhirat kita. Aamiin. [aca]