Mempertahankan Amalan Baik

Posted on Posted in This Friday

TF Mempertahankan Amalan Baik 110416

Memang tidak mudah mempertahankan kebiasaan baik, termasuk dalam hal beribadah. Sering kita merasa begitu bersemangat saat memulai, kemudian merasa lelah atau bosan, sampai akhirnya berhenti melakukan kebaikan tersebut.

Kontinuitas memang harus selalu dijaga, niat harus sering diluruskan, motivasi perlu banyak dikuatkan.

Untuk melakukan shalat fardhu tepat waktu saja misalnya, kita seringkali kembali menjadi lalai setelah sehari dua hari bahkan sebulan dua bulan. Shalat dan puasa sunah atau mengaji Al-Qur’an juga acapkali tidak lagi kita lakukan setelah sempat menjadi bagian dari rutinitas kita.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw. :

Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit. (HR. Muslim).

Salah satu tips untuk dapat mempertahankan kelanggengan ibadah adalah dengan melakukannya sesuai dengan kemampuan kita.

Mulai saja dengan yang ringan-ringan dulu. Jika belum mampu berpuasa setiap hari Senin dan Kamis, pilih salah satu hari saja dulu, atau coba berpuasa sehari dalam sebulan dahulu. Jika belum bisa menambahkan shalat sunah, latih dulu saja perlahan ketepatan shalat kita. Mulai dengan satu waktu shalat dulu misalnya. Demikian pula dengan kebiasaan shalat di masjid, mengaji, dan bersedekah. Tingkatkan pelan-pelan kualitas dan kuantitasnya sesuai dengan kemampuan kita.

Melakukan sedikit ibadah namun terus-menerus lebih dicintai Allah daripada melakukan banyak ibadah sekaligus namun tak lama merasa bosan dan berhenti melakukannya sama sekali.

Pilih satu amal ibadah yang ingin kita lakukan secara rutin, pastikan itu sesuatu yang tidak memberatkan sehingga kita bisa dengan ringan dan senang melakukannya, niatkan karena-Nya, buat komitmen untuk terus melakukannya.

Semoga kita mampu membentuk amalan tersebut menjadi sebuah kebiasaan dan mempertahankannya. Semoga Allah SWT menerima amalan tersebut sebagai ibadah yang dicintai-Nya serta menambah ridha,  rahmat, dan hidayah-Nya kepada kita. [aca]