Sang Penentu Keberhasilan

Posted on Posted in This Friday

Ada satu hal yang tanpanya banyak yang tidak bisa kita capai dalam hidup ini: Kedisiplinan.

Kedisiplinan adalah yang membedakan seorang atlit yang juara dengan yang biasa-biasa saja. Kedisiplinan menentukan seberapa baik kebiasaan-kebiasaan, keterampilan dan pengetahuan yang pada akhirnya berhasil kita bentuk serta kuasai. Kedisiplinan memberikan kemampuan bagi kita untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, mengasah potensi diri, memenuhi tanggung jawab, dan mencapai impian-impian kita.

We must all suffer one of two things: the pain of discipline or the pain of regret or disappointment. (Jim Rohn).

Manusia yang disiplin, melihat tujuan jangka panjangnya dengan jelas, sehingga mampu menghalau godaan untuk melakukan hal-hal yang dapat menjauhkannya dari tujuan tersebut.

Dia juga merasakan betapa sulitnya untuk tetap melatih dirinya, entah dalam membentuk kebiasaan baik, menambah ilmu pengetahuan, atau mengasah keahlian, sementara begitu banyak godaan untuk sekadar bersenang-senang, bersantai dan bermain-main. Menikmati hidup, begitu mungkin istilahnya.

TF Sang Penentu Keberhasilan 250416

Namun, dia juga menyadari bahwa hidupnya akan menjadi lebih baik jika dia bisa mengelola dirinya dengan baik. Kesenangan-kesenangan yang dia tunda itu, nantinya akan membawakan kebahagiaan yang lebih besar. Dia bisa menjadi manusia yang lebih baik, mencapai lebih banyak hal, dan menghasilkan lebih banyak manfaat.

Juga sebaliknya, mengikuti kesenangan semata akan menyakitinya dalam bentuk penyesalan akan hal-hal yang ingin, namun pada akhirnya tidak bisa dia capai.

Sebagai seorang muslim, kita juga tentu menyadari, bahwa diri dan waktu yang dititipkan pada kita ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. berikut: Tidak akan tergelincir dua kaki anak Adam pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat perkara: tentang usianya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa ia habiskan, hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan dan tentang ilmunya apa yang diperbuatkan dengan ilmunya tersebut. (HR. Al-Bazzar dan Al-Thabrani).

Tentu kita tidak ingin semua jawabannya berujung pada kesia-siaan atau malah keburukan. Kita juga pastinya tidak mau, kehidupan kita menjadi dipenuhi kesulitan, baik di dunia apalagi di akhirat.

Kedisiplinan memang bisa jadi terasa memberatkan, namun tanpanya segala sesuatu akan menjadi lebih berat.

Perlahan, semoga bisa kita mulai mendisiplinkan diri. Tentukan tujuan, tetapkan prioritas. Mungkin kita bisa mengawali dengan membiasakan shalat tepat waktu. Mudah-mudahan Allah swt. memudahkan kita untuk mengelola sisanya, serta memberkahi langkah-langkah kita karenanya. [aca]