Tujuh Ajaran Guru Besar Setan

Posted on Posted in Thought

Seorang Guru Besar setan mengajar para setan pemula bagaimana mereka memalingkan manusia dari ajaran Tuhan. Berikut beberapa butir pesan Guru Besar itu:

Pertama: Adalah satu kekeliruan yang dilakukan oleh setan-setan pemula, ketika mereka menduga bahwa kegembiraan adalah jerat atau sarana setan menjerumuskan putra putri Adam. Manusia masih tetap dapat berada dalam lingkungan Tuhan selama masih ada tempat dalam hatinya untuk kegembiraan. Kalian harus membedakan antara berbagai jenis kegembiraan itu dengan kegembiraan yang melahirkan hura-hura dan sesuatu yang tidak berguna. Yang inilah yang menjadi sasaran setan.

Kedua: Tidak perlu memberi perhatian yang besar kepada mereka yang beragama ketika hati mereka dipenuhi keraguan akibat peperangan dan bencana yang terjadi. Seorang yang beragama, yang kepercayaannya goyah karena krisis-krisis itu, tidak harus dirayu dan digoda, ia akan terjerumus sendiri.

Ketiga: Setan-setan pemula hendaknya jangan merasa sulit atau berputus asa menghadapi para penganjur kebajikan yang berbangga dengan diri mereka di hadapan orang lain. Sikap mereka itu sebenarnya telah mendekati apa yang diharapkan oleh setan, bahkan sejak dini sifat demikian telah dapat melahirkan aneka hal yang didambakan setan.

Keempat: Bukan tugas setan menyebarluaskan ateisme, karena siapa yang mengingkari wujud Tuhan, mengingkari pula wujud setan. Tugas setan terhadap orang yang percaya adalah menghilangkan harapan mereka dan membiarkan mereka beribadah dengan menutup mata sehingga tidak melihat kebajikan dan mukjizat Tuhan yang tampak pada makhluk-Nya lagi terbentang luas pada pengaturan-pengaturan-Nya.

Kelima: Jerat yang paling ampuh menjerumuskan manusia adalah ketika ia berpisah dari kondisi masa kini, dan sepenuhnya menuju ke masa depan. Yang demikian itu menjadikan ia terputus dari masa kini dan masa lalu, bergantung pada kebatilan, serta faktor-faktor keputusasaan dan kebencian.

Keenam: Hendaklah setan pemula selalu mengingat, bahwa menanamkan kebencian adalah tugas pokok menyangkut isme-isme masa depan, tanpa harus memerhatikan nama-nama yang disandangnya. Tidak ada perbedaan antara komunisme, fasisme, eksistensialisme, dan sebagainya, selama jiwa manusia sepi dari rasa cinta serta dipenuhi oleh kebencian dan permusuhan.

Ketujuh: Sukses dari segala sukses yang didambakan adalah pada saat manusia memandang alam raya itu kosong dari keajaiban, atau menilainya sebagai sekadar himpunan dari peristiwa-peristiwa biasa yang sama dan berulang-ulang. « []