Nur Fitri: Sosok Ibu yang Memperkenalkan Nilai Perjuangan Kepada Anaknya

Posted on Posted in Tokoh

Bila menilik usianya, Difa masih tergolong muda. Dia masih duduk di kelas 3 SD. Anak seusinya menghabiskan waktu lebih banyak untuk bermain. Bisa jadi bila sosok pahlawan bagi temannya adalah karakter-karakter yang biasa mereka lihat di televisi. Namun tidak dengan Difa. Difa lebih mengenal pejuang-pejuang muslim seperti sosok ibunya yang menjadi relawan Mer-C, Ibu Nur Fitri.

Meski lebih sering ditinggalkan ibunda, Difa menjadi pribadi yang sangat menghargai arti perjuangan. Berjuang baginya adalah rela mengorbankan waktunya untuk kemaslahatan yang lebih banyak. Dan karakter pejuang ini sudah sejak dini diperkenalkan ibundanya. Tak heran, meski saat ini ibundanya masih belum kembali dari Israel, Difa bisa tabah menghadapinya.

Sang anak yakin, apa yang telah dilakukan ibundanya memang sejalan dengan kehendak hatinya. Bahwa menceritakan perjuangan orang hebat akan lebih berarti saat kita sendiri pun mau memberi tindakan nyata. Dan kepergian Nur ke Gaza kali ini dengan rombongan kapal Mavi Marmara adalah bentuk pemberian contoh nyata akan kesungguhan hatinya.

Menurut nenek DIfa, Difa memang sudah terbiasa diperkenalkan oleh ibundanya akan contoh-contoh perjuangan kemanusiaan. Tak heran bila DIfa sangat antusias setiap kali ibundanya bercerita. Bahkan Difa tersulut keinginannya untuk mencontoh ibunya, menjadi seorang sukarelawan kemanusiaan. Anak sekecil ini sudah bisa mengatakan “Enak ya, kalau nanti berjuang, bisa masuk surga. ”

Subhanallah, sunguh perilaku nyata seorang ibu yang bisa jadi teladan bagi kita semua. Semoga anak-anak kita juga memiliki kemampuan untuk bisa meniru kita, orang tua-orang tua yang memberikan contoh mulia bagi kehidupannya kelak.(agushery)

Sumber Foto : Mer-c