Arah Strategis Pembangunan Masjid Bayt Al-Qur’an di Tangerang Selatan

Posted on Posted in What's on

Pusat Studi al-Qur’an (PSQ) pada hari Kamis 10 September 2015 mengundang beberapa pejabat pemerintahan daerah di sekitar Tangerang Selatan dan Depok. Terkait dengan peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan masjid yang diberi nama Bayt al-Qur’an.

Pemberian nama ini menjadi kelanjutan kegiatan PSQ selama ini yang setia menggunakan namanya, termasuk untuk masjid yang sedang dibangun di wilayah Pondok Cabe ini. Lokasi yang berada di wilayah administrasi pemerintahan Tangerang Selatan ini memiliki lokasi strategis. Posisinya berada di pertumbuhan Tangerang Selatan di sebelah timur yang berbatasan langsung dengan provinsi Jakarta Selatan dan berbatasan pula dengan kota Depok sebagai pusat pertumbuhan regional Jawa Barat di sebelah utara.

Daya tarik lokasi ini pula yang menurut Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Bpk. Drs. H. Benyamin Davnie akan menjadi anugerah bagi wilayahnya untuk menyediakan sarana infrastuktur bagi warganya, sejalan dengan motto kota Tangerang Selatan sendiri yaitu ‘Cerdas, Modern dan Religius’.

Benyamin Davnie
Benyamin Davnie

“Maka kehadiran masjid menjadi sebuah sentral kehidupan masyaratkat yang memegang peranan penting. Terlebih lagi wilayah Tangsel sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor perbatasan wilayah, kemudian dinamika sosial, politik, hukum maka tak heran bila kehidupan warga Tangsel begitu dinamis,” tambahnya.

Masih kuat dalam ingatannya saat pergantian tahun baru 2014 lalu. Dirinya mendapati laporan adanya keberadaan teroris di wilayah Kampung Sawah. Beliau meyakini bahwa sebagai sebuah wilayah yang memiliki potensi strategis, semua warga di wilayahnya mempunyai rencana, apakah rencana baik maupun tidak.

Akan menjadi tantangan berat bagi pemerintahannya untuk bisa mewujudukan motto kotanya dengan kepadatan penduduk yang semakin menuntut fasilitas yang memadai.

“Kepadatan penduduk di wilayah kami sudah mencapai 8000-9000 jiwa perkilometer persegi. Artinya dalam satu meter perseginya ada 8 orang berdiam. Tentu ini menuntut adanya fasilitas memadai dengan infrastruktur, bila tidak tentunya akan menimbulkan friksi dan problematik sosial antar masyakarat.”

Selain karena tingkat kepadakatan yang tinggi, juga latar belakang yang berbeda di antara warganya. Tentunya beliau berharap agar pembangunan yang dilakukan adalah mewujudkan masyarakat yang cerdas, modern dan religius baik secara duniawiyah, maupun uhrowiyah.

Menilik hal ini, maka menurutnya peran masjid menjadi semakin strategis guna mengisi dan membentengi semua aspek kehidupan masyarakat di wilayahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA selaku perwakilan dari PSQ saat memberikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama menegaskan, upaya pembangunan Masjid Bayt al-Qur’an ini merupakan keinginan yang sejalan dengan visi dan misi PSQ selama ini.

nasaruddin umar
nasaruddin umar

“Apa yang akan kita lakukan pada pagi hari ini, bukan saja untuk meletakan batu pertama pembanguna Masjid Bayt al-Qur’an, tetapi sekaligus kita juga meletakan batu sejarah PSQ yang akan memancrkan cahayanya di kawasan ini.”

Menurut mantan wakil agama Republik Indonesia ini, umat saat ini membutuhkan pelayanan yang intensif, sungguh pun tanpa harus melalui pendidikan formal. Ini terbukti dengan apa yang telah PSQ rintis dan lakukan selama ini, dimana lulusan PSQ sudah bisa dinikmati hasilya dan sudah bisa mengharumkan nama baik PSQ sendiri.

Nassarudin Umar
Nassarudin Umar

Dalam sambutannya, beliau juga memberikan apresiasi yang sangat positif kepada Wiraland selaku pengembang yang telah bekerja bersama PSQ dan berharap kerjasama ini bisa terus kita lanjutkan. Acara ini juga dihadiri oleh pimpinan dakwah Yayasan Lentera Hati; Husein Ibrahim, Ali Ibrahim, Prof. Dr. Quraish Shihab, MA, Fikri Assegaf, Zarkasih Noer yang merupakan Menteri Negara Koperasi dan UKM pada Kabinet Persatuan Nasional.

Zarkasih Noer
Zarkasih Noer