Living Quran Ramaikan Pesta Pendidikan dalam Festival Publik di Ambon

Posted on Posted in What's on

Living Quran melanjutkan mengikuti rangkaian kegiatan di Pesta Pendidikan 2017. Kali ini, Ambon sebagai kota kedua yang disinggahi, usai Bandung di awal bulan ini. Najela shihab, Inisiator dari Pesta Pendidikan, tampak hadir dengan mengajak komunitas lokal seperti; Kelompok Kreatif anak Banda, Asmila La Saida, Kepala sekolah SMA 2 Kisar Semuel Horu dan Mimi Hudjajani sekertaris dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Maluku, serta Moderator Roesda Leikawa.

Bu Ela -demikian beliau akrab dipanggil- menjelaskan, Kota Ambon Merupakan Kota kedua yang menyelenggarakan rangkaian Pesta Pendidikan 2017, pada tanggal 17-18 Maret 2017, setelah kemarin dimulai pada tanggal 24-25 Februari 2017 di Bandung. Dan akan dilakukan juga di Yogyakarta, Makassar, dan Jakarta pada bulan Mei 2017 mendatang.

Pendidikan dengan keterlibatan publik berkelanjutan adalah kunci demokrasi. Merdeka belajar, bergerak dan bermakna secara bersama-sama perlu ditularkan.

Menurutnya Pesta ini dilaksanakan untuk merayakan praktik baik yang sudah ada dan dilaksanakan ‘barengan’ agar terjadi kolaborasi dari semua pemangku kepentingan di bidang Pendidikan. Keterlibatan publik lebih dari sekedar mengkritik, namun juga memberikan solusi dan melakukan aksi nyata, membuka pelung yang lebih besar bagi peningkatan akses dan kualitas dan serta dalam mengembangkan sistem pendidikan yang baik.

“Kami percaya bahwa untuk dapat mendorong perubahan pendidikan di Indonesia dibutuhkan narasi yang berdeda. Begitu banyak contoh praktik baik di sekeliling kita, banyak karya yang melintasi batas. Namun inisiatif positif ini masih kurang ditangkap mata atau menarik perhatian, sehingga Pesta Pendidikan ini mencoba menjadi katalisator dari alternatif yang mungkin dilakukan, jalan keluar yang mulai dibuktikan dan teladan bagi berbagai keterbatasan,” jelasnya.

Pesta pendidikan ingin menunjukan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi diruang kelas, tetapi juga di dapur rumah, jalan, lingkungan, balai kota, ataupun di layar kaca. Ia pun menambahkan, Pendidikan bukan sekedar lulus ujian, tetapi juga mengasah karakter dan kepemimpinan, menumbuhkan hubungan keluarga, mengembangkan diri dan berkontribusi sebagaian warga negara.

Tahun 2017 ini pesta pendidikan dengan Tema BERKARYA MELINTASI BATAS, melalui tema ini, pesta pendidikan berfokus pada isu karier dan kerja dalam defenisi yang lebih luas dengan mengutamakan karya, kolaborasi, serta karakter sebagai tujuan pendidikan dan bekal utama di masa depan.

Rangkaian festival publik di Kota Ambon, diadakan selama dua hari, yakni hari ini (Jumat/17/3) dan besok (sabtu/18/3). Hari ini acara diselenggarakan di tujuh sekolah, yaitu, SMA Xaverius, SMA 1, SMA 2, SMA PGRI 1, SMA Kristen YPKPM, SMK 7 dan SDI AL-Fatah dalam kegiatan ngobrol publik berupa diskusi dan lokakarya dari berbagai komunitas.

Dirinya menambahkan nanti pada acara di lapangan merdeka, akan dilakukan berbagai kegiatan. Mulai dari deklarasi Ujian Nasional (UN) jujur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (RI), Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku, dan juga pertunjukan dari sekolah-sekolah dan band lokal Kota Ambon serta Pameran Publik pesta pendidikan.

Mengutip penuturan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku, M. Saleh Thio, mengatakan bahwa anak-anak Maluku, berhak mendapatkan pendidikan berkualitas sebagaimana anak-anak Indonesia yang lain. Oleh karena itu, kehadiran pesta pendidikan dapat mendukung peningkatan kualitas Guru, pendidikan orangtua sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan di Maluku. [Sumber:Porosmaluku.com]