Tetes Embun Penyegar dari Kegiatan Living Quran di Pekan 2017 Bandung

Posted on Posted in What's on

Sudah semestinya nilai keislaman datang dengan cara yang lembut, gaya bahasa yang indah dan bisa diterima semua kalangan dengans sama baiknya pula. Pemandangan ini nyata terlihat di kegiatan Pesta Pendidikan (Pekan) 2017 dimana Bandung menjadi kota pertama dari rangkaian kegiatan pendukung di tahun ini.

Hujan yang mengguyur pelataran Taman Sejarah di lingkungan Balaikota Bandung selepas azan Ashar semakin membuat suasana begitu temaram dan damai. Jalan Merdeka yang berada disisinya, yang senantiasa macet dan bising dengan teriakan klakson di hari Sabtu, terdengar kalah gaungnya dengan apa yang disampaikan oleh penampil di panggung utama.

Pekan 2017 Living Quran

Menuju acara puncak yang akan menghadirkan sang pengempu kota, yakni Walikota Ridwan Kamil, Living Qur’an (LQ) mendapati waktu untuk menyampaikan tema “Hidup Bersama Al-Quran Sepanjang Sejarah Indonesia”. Ini adalah kontribusi LQ dalam nuansa Ngobrol Publik, selain mengisi Pameran Publik yang berada di bagian dalam Bandung Planning Gallery yang berisikan penjelasan mengenai program-program Living Qur’an.

Pekan 2017 Living Quran

Secara sekilas, di awal kegiatan Ngobrol Public ini sang pemandu, yakni Dyah Wahyuningsih, S,Psi memperkenalkan Kurikulum Living Quran sebagai alternatif kurikulum pendidikan agama Islam yang menyenangkan dan relevan dengan keseharian anak dan remaja. Sama menyenangkannya dengan cuaca saat itu. Di depan panggung utama, para pengunjung taman menjejali setiap kursi yang tersedia di depan panggung utama. Mereka seakan siap untuk menerima ilmu yang akan disampaikan Ust. Romli Syarqawi Zain, MA.

Anggota Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an ini menyampaikan suatu hal yang ringan, namun terkadang kita begitu mudahnya terlupa. Seperti saat beliau ditanya mengenai Islam yang katanya adalah rahmat bagi semesta alam, atau yang sering kita dengar dengan Rahmatan lil-Alamin.

Pekan 2017 Living Quran

Istilah tersebut sebenarnya adalah rujukan dari al-Qur’an pada surat al-Anbiya ayat 107 yang berbunyi “Kami tidak mengutus engkau, wahai Muhammad, melainkan rahmatan lil ‘alamin (sebagai rahmat bagi seluruh manusia)”.

Lalu siapa yang disebut sebagai Rahmat dalam ayat tersebut, nyatanya kata tersebut terbelah menjadi 2 target, yakni pertama, kepada Rasul baik sebagai pribadi juga akhlaknya. Lalu yang kedua adalah Allah sebagai pemberi rahmat. Sedangkan kata Rahmat berarti rasa yang bisa menularkan kebaikan.

Ini adalah kata yang merujuk sifat aktif, yakni memberi. Lalu siapa yang diuntungkan dengan Rahmat ini, bukan lain adalah manusia dan alam sekitarnya.

Persoalan kedua yang menjadi konsen LQ untuk mengingatkan bagi pengunjung adalah persoalan berita palsu, alias HOAX. Bandung sendiri pada 24 Februari lalu mengikrarkan diri sebagai kota yang akan berdiri melawan berita palsu dengan kegiatan Bandung Hantam Hoax. Ini adalah upaya LQ untuk memberikan muatan lokal yang seirama dengan nafas kota yang disinggahinya.

Kembali kepada pemateri, ustad yang juga merupakan anggota Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an (PSQ) ini ingin kembali kepada pola komunikasi yang diajarkan al-Qur’an. Islam memperkenalkan konsep Tabayyun, yakni saat mendapatkan kabar berita pastikan kita mengetahui siapa yang menyebarkannya, lalu apa kualifikasinya sehingga bisa mengabarkan informasi tersebut, lalu kenali latar belakang narasumbernya.

Memastikan bahwa informasi tersebut memang berasal dari orang yang betul kita kenali, original dan tidak mengalami pembiasan makna. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kejujuran. Karena kita sebagai mahluk yang beriman senantiasa diingatkan untuk bertakwa dengan cara yang benar. Yakni berpegang teguh kepada akhlak Islami, tidak menyebarkan fitnah, dan meminimalisir tradisi budaya setempat agar tidak dilanggar.

Penyampaian hal yang setema dengan keadaan sekitar dan dikabarkan dengan cara yang ringan disertai penambahkan nilai keislaman menjadi hal yang biasa dilakukan LQ dalam setiap kegiatannya. Tak lupa moderator mengucapkan terima kasih kepada warga Bandung yang sudah menghadiri acara ini dan rangkaian kegiatan Pekan 2017. Sampai bertemu di kota berikutnya!