Bike To Work Sediakan Rumah Sepeda

Posted on Posted in You Can Do It

Para pekerja kantoran di Jakarta kian meminati sepeda sebagai alat transportasi. Sebagai komunitas pengguna sepeda, Bike To Work (BTW) menyediakan rumah sepeda sebagai tempat berbagi pengalaman dan bantuan sesama pengendara sepeda.


BTW resmi dideklarasikan pada tanggal 27 Agustus 2005, di Balai Kota, Jakarta. Sejak itu, anggota BTW terus bertambah. Kini ada sekitar 6000-7000 anggota yang bergabung di BTW. Padahal awal berdirinya, BTW hanya beranggotakan sekitar 150 orang.

BTW digagas oleh Toto Sugito (ketua umum), Rivo Pamudji (Ketua 1), dan Afan Mendrofa (Ketua 2). Mereka pun mendapat dukungan dari para pencinta sepeda. Pucuk dicinta ulam tiba, seorang pengusaha menyediakan tempat strategis di kawasan Kebayoran Lama Jakarta Selatan untuk dijadikan markas BTW. Kini markas ini disebut juga ”Rumah Sepeda” yang didirikan secara resmi pada 25 Mei 2010. Rumah Sepeda cukup luas, ukurannya kira-kira 20 X 30 M2. Rumah berlantai 3 ini hampir setiap hari dikunjungi para pengendara sepeda, khususnya setelah jam pulang kantor.

Menurut salah satu pengurus BTW, Dimas Harjana, Rumah Sepeda sekaligus dijadikan juga sebagai sekretariat BTW. Rumah ini boleh dibilang ”persinggahan” para pengendara sepeda dari manapun, termasuk pesepeda dari luar negeri. ”Yang datang dari luar negeri sudah beberapa kali ke sini. Mereka kebetulan singgah di Indonesia dalam perjalanan keliling dunia, seperti dari Jepang dan Spanyol. Beberapa ekspatriat di Indonesia sering juga berkumpul di sini,” kata Dimas yang dipercaya sebagai pengelola acara kegiatan BTW.

Setiap hari rabu, Rumah Sepeda menjadi arena diskusi dan rapat mingguan para anggotanya. Tak heran, pada hari itu di Rumah Sepeda selalu banyak orang. Mereka biasanya mendiskusikan kegiatan bersepeda masa mendatang atau mengevaluasi kegiatan sebelumnya. Misalnya, acara rutin ”Car Free Day” setiap hari Minggu di kawasan jalan Sudirman sampai jalan Thamrin di sekitar Bundaran Monas. ” Adanya Rumah Sepeda, semoga sesama pengendara sepeda semakin punya solidaritas. Kami tidak pernah mengotak-ngotakan para pengendara sepeda. Di sini kita bisa berkumpul,” kata Dimas.

Selain sebagai sarana berkumpul, nantinya Rumah Sepeda akan menyediakan ruang sekretariat bagi komunitas pengendara sepeda. Tak hanya itu, Rumah Sepeda pun akan menyediakan servi cuma-cuma bagi siapa saja yang memiliki sepeda rusak. Tempat ini pun direncanakan akan dijadikan museum sepeda. Dimas menambahkan Rumah Sepeda didirikan sebagai bagian dari cita-cita masyarakat melestarikan lingkungan hidup, khususnya di Jakarta. ”Bersepeda banyak manfaatnya. Selain baik untuk kesehatan, bersepeda bisa mengurangi kemacetan. Dari rumah sepeda ini kita pun bisa memulainya,” kata Dimas. (teks & foto: yogira)

Informasi

Rumah Sepeda- Bike To Work

Jl. Kiai Haji Ahmad Dahlan, No 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Website: b2w-indonesia.or.id