Meike Zulkarnaen, ‘Nodong’ Donatur demi Pendidikan Anak Jalanan

Posted on Posted in You Can Do It

you_mieke4_ed49Masih banyak anak jalanan berkeliaran di Jakarta. Mereka lebih senang hidup di jalanan ketimbang bersekolah. Kondisi inilah yang menggugah Meike Zulkarnaen untuk berjuang mengajak mereka agar mau bersekolah.

Meike bukanlah guru. Dia hanyalah ibu rumahtangga sekaligus istri seorang dokter, yang sesekali aktif dalam Ikatan Istri Dokter Indonesia [IIDI]. Meski tak berlatarbelakang seorang pendidik, Meike begitu peduli terhadap dunia pendidikan, terutama pendidikan bagi anak jalanan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Sudah 10 tahun Meike bertempat tinggal di sekitar Kemang. Di sekitar lingkungan rumahnya, setiap kali Meike melihat anak-anak jalanan pergi ngamen saat waktu sekolah. Hati Meike tergerak. Dia ingin memberikan motivasi pada anak-anak jalanan tersebut agar mau sekolah, atau setidaknya mendapat pendidikan di luar sekolah formal. Maka, pada tahun 2005, Meike mengumpulkan anak jalanan dan mengajaknya belajar di garasi rumahnya. “Sepertinya orangtua mereka nggak punya motivasi agar anaknya mau sekolah. Malah mereka menyuruh ngamen. Mereka bilang, lebih baik cari uang daripada cari ‘kertas’ [ijazah-red],” ujar lulusan D3 Sastra Inggris dari IKIP ini. you_mieke2_ed49

Menurut Meike, di Kemang memang terdapat kampung kumuh. Penghuninya rata-rata pendatang dan bermatapencaharian sebagai pemulung. Tak mengherankan, mereka tidak mengerti manfaat pendidikan bagi anak-anaknya. Oleh karena itulah, atas itikad pribadi tanpa mengatasnamakan lembaga atau yayasan, Meike berinisiatif membuat garasi rumahnya tadi menjadi sarana belajar. Setiap bertemu dengan anak jalanan, Meike selalu mengajaknya agar mau belajar di rumahnya. Karena garasi menjadi tempat belajarnya, sanggar belajar ala Meike ini dikenal dengan nama “Sekolah Garasi”. Di Sekolah Garasi inilah sekumpulan anak jalanan belajar menggambar, membaca, menulis, dan mengaji. Mereka pun diberi bekal pendidikan akhlak, kebersihan, dan etiket pergaulan. Untuk memotivasi mereka, Meike tak lupa memberikan makanan, vitamin, dan buku tulis. Setiap Ramadhan, Meike mengundang mereka untuk mengikuti tarawih.

you_mieke3_ed49“Lama-kelamaan, garasi saya nggak muat. Akhirnya saya bekerjasama dengan Yayasan Nurul Hidayah agar mereka bisa mendapat pendidikan formal. Alhamdulillah, Nurul Hidayah bersedia menampungnya,” ujar perempuan asal Garut ini. Meike menambahkan, kerjasama dengan Yayasan Nurul Hidayah ini baru dua tahun. Sedangkan proses belajar-mengajarnya di yayasan ini baru berjalan satu tahun sejak kepindahan dari Sekolah Garasi.

Di Sekolah Nurul Hidayah, anak-anak jalanan menjalani pendidikan lazimnya anak sekolah lainnya. Meskipun ada sebagian yang sudah berusia remaja, mereka mau juga bersekolah setingkat SD. Bahkan, ada di antara mereka yang sukses bersekolah sampai tingkat SMA dan kini sudah bekerja di sebuah resto waralaba. Tapi ada pula yang gagal karena lebih memilih kembali sebagai pemulung. “Dulu ada tiga anak yang saya titipkan di sebuah pesantren di Bekasi. Awalnya mereka mau tinggal di sana. Tapi saat Lebaran pulang dan bertemu keluarga, mereka kembali jadi pemulung. Ya, saya nggak bisa berbuat apa-apa lagi. Diusahakan sudah, tapi kalau mereka nggak disiplin, ya bagaimana lagi? ” tutur Meike.

Meskipun ada beberapa anak jalanan yang tidak disiplin dan masih enggan belajar, ternyata tak membuat Meike patah arang. Lewat pendidikan Nurul Hidayah, Meike membantu dari sisi fasilitas, dana, dan logistik untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak jalanan itu. Meike pun menyediakan 8 guru bagi mereka, yang rata-rata punya visi yang sama dengannya dalam masalah pemenuhan pendidikan anak. Lantas, bagaimana Meike mendapatkan dana untuk pendidikan mereka? you_mieke1_ed49

“Alhamdulillah, teman-teman saya banyak yang mau bersedekah. Buat biaya sekolah anak-anak, istilahnya saya ‘nodong’ kepada teman-teman, hehehe. Alhamdulillah, mereka percaya kepada saya,” jelas Meike sambil berkelakar. Dari donasi teman-teman inilah, Meike terus berjuang mempertahankan pendidikan anak-anak jalanan di kawasan Kemang dan sekitarnya.

Bagi Meike, aktivitasnya ini belumlah seberapa dengan orang-orang lain yang dikenalnya lebih aktif dan berperan penting dalam masalah pendidikan dan kemanusiaan. “Yang saya lakukan biasa-biasa saja. Nggak ada yang istimewa. Saya hanya prihatin saja, pendidikan dasar hanyalah slogan di teve. Tapi ternyata di sekitar saya, masih banyak yang belum tersentuh pendidikan,” imbuh Meike. « [teks & foto: yogira]

Boks
Sekolah Garasi
Jl. H. Tholib Kav 8, Jl. Pangeran Antasari
Kemang, Jakarta Selatan

Yayasan Pendidikan Islam Nurul Hidayah
Jl. H. Jian No 6, Rt 005/ Rw 03
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan – 12150
Tel 021-7255412