Sekolah Rumah Mentari, Komunitas Belajar Gratis di Bandung Utara

Posted on Posted in You Can Do It

you_rummentari1_ed50Masih banyak anak-anak bangsa yang putus sekolah. Masih banyak pelajar yang tidak mengikuti bimbingan belajar karena masalah biaya. Sekolah Rumah Mentari peduli pada hal itu.

Biaya sekolah kian mahal, namun terkadang tidak berbanding lurus dengan kualitas pendidikan. Apalagi sampai sekarang masih banyak anak usia sekolah yang terbengkalai, bukan hanya karena faktor ekonomi, tetapi juga karena faktor sosial dan lingkungan di sekitarnya. Untung saja, masih ada orang-orang yang peduli dengan kondisi memprihatinkan itu. Misalnya, sejumlah orang relawan pendidikan yang membentuk sanggar atau komunitas belajar Sekolah Rumah Mentari [SRM].you_rummentari4_ed50

SRM berlokasi di kawasan Ciburial, Cimenyan, Bandung Utara. Sanggar ini memang sederhana. Tapi setiap minggu tempat ini ramai oleh anak-anak yang ingin belajar. Salah satu pengelola SRM, Lala Komara menjelaskan motif didirikan SRM. Menurutnya, SRM dibentuk karena dia dan teman-temannya merasa tergugah oleh beberapa anak yang putus sekolah dari sebuah lembaga pendidikan yang dinaungi sebuah yayasan. “Ada hak anak-anak yang tidak terpenuhi. Mereka tertekan oleh kebijakan yang bersifat komersial. Waktu itu saya dan teman-teman yang masih menjadi guru honorer bertekad untuk keluar saja dari yayasan tersebut dan membuka peluang anak-anak yang putus sekolah untuk belajar,” ujar pria berusia 30 tahun ini.

you_rummentari5_ed50Untuk menjalankan SRM, Lala tidak sendirian. Dia dibantu oleh istri dan sahabat-sahabatnya, yang rata-rata adalah mahasiswa dan alumni perguruan ternama di Bandung, seperti dari Institut Teknologi Bandung [ITB], Universitas Padjadjaran [Unpad], Universitas Pendidikan Indonesia [UPI] dan Universitas Islam Negeri [UIN] Sunan Gunung Djati, Bandung. Merekalah yang bersedia menjadi relawan pendidik di SRM.

Selain untuk anak-anak putus sekolah, SRM pun melayani pendidikan bagi anak-anak sekolah yang kurang mampu mendapatkan bimbingan belajar di luar sekolah. Tak heran, menjelang Ujian Nasional [UN], mereka mendapatkan bimbingan belajar ekstra secara intensif. “Kami membantu anak-anak untuk persiapan UN kelas 3 SMP dan SMA. Biasanya mulai bimbingan antara pukul 3 sampai 5 sore,” kata Lala.you_rummentari6_ed50

Selain pelajaran sekolah umum, SRM pun mengadakan bimbingan belajar keterampilan dan keahlian, misalnya elektronik, tata boga, dan keterampilan rajut. Sama seperti kegiatan belajar lainnya, waktu bimbingan ini diterapkan secara fleksibel. “Metode belajar di sini fleksibel, tergantung si anak maunya belajar apa. Tapi biasanya yang banyak datang ke sini pada hari Sabtu dan Minggu,” ujar Lala, yang menyediakan tempat tinggalnya untuk kegiatan di SRM.
Lantaran SRM juga memperhatikan anak putus sekolah, maka para relawannya menyiapkan juga program belajar persiapan paket belajar, yakni Paket A, B, dan C. Lala berharap lewat penyelenggaraan paket belajar ini, setidaknya bisa membantu anak-anak yang masih punya semangat bersekolah.

you_rummentari3_ed50Kini ada sekira 50-an peserta didik yang mengikuti kegiatan belajar di SRM. Mereka terbagi-bagi dalam beberapa kelompok usia sekolah. Karenanya, Lala dan relawan lainnya membagi jadwal belajar setiap minggunya yang disesuaikan dengan ketersediaan waktu para relawan pendidik.

“Tempat ini seperti learning camp. Siapa saja bisa belajar di sini. Agar kegiatan belajar di sini terus berlangsung, kami pun berupaya mencari donasi,” pungkas Lala. « [teks & foto: yogira]

Boks
Sekolah Rumah Mentari
Jl. Golf Raya No 78
Kp. Sekepicung RT 03/RW 05
Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan
Kabupaten Bandung
Tel 0813-94494969 [Lala Komara]

Program & Pendaftaran Relawan
M. Arfah D [0856-24188452]
Surel: marfahd@gmail.com

Informasi Donasi
Ima Noor Puspitasari [0857-22055707 atau 022-91647807]
Surel: ima@pusat.itb.ac.id