Weekend Tidak Harus ke Mall

Posted on Posted in You Can Do It

Wiken Tanpa keMall (WTM) bukan hanya sebuah komunitas tapi sebuah gerakan yang mengajak orang-orang untuk tidak menghabiskan liburan mereka di Mall saja.

Sabtu adalah hari yang ditunggu oleh setiap para pekerja, pelajar, bahkan anak-anak kecil yang merengek-merengek minta liburan. Dewasa ini kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu liburannya ke mall bersama teman atau bersama keluarga. Tak jarang pula mereka nongkrong hanya sekedar minum kopi atau berbelanja.

Tetapi tidak dengan komunitas yang satu ini. Anggotanya memanfaatkan liburan tak biasanya. Ya, Wiken Tanpa keMall (WTM) adalah perkumpulan orang yang memanfaatkan liburannya tanpa harus ke mall. Pada tahun 2008, sejumlah penggagas WTM mengikuti sebuah kemah yang diadakan oleh Indonesia Bertindak. Dari acara inilah mereka sering berkumpul sehingga timbul sebuah keinginan, bukan hanya mengadakan kegiatan kemping biasa, melainkan juga kegiatan liburan lain dengan syarat tidak boleh ke mall. Selanjutnya komunitas ini pun resmi tercetus pada bulan Maret-April 2009.

Awal terbentuknya WTM sebenarnya sama saja dengan penikmat weekend lainnya. Mereka menghabiskan waktu liburan bisa di dalam kota maupun ke luar kota. Yang dimaksudkan WTM adalah liburan yang kreatif, dan lebih berarti tanpa harus menghabiskan waktu seharian ke Mall. Sejak WTM berdiri, sama sekali tidak tahu siapa pendirinya karena WTM sendiri bergerak atas kerjasama yang berlatarbelakang dari orang-orang yang pekerjaanya berbeda-beda.

WTM sudah mempunyai teman (sebutam untuk anggotanya) sekitar 1000 orang, tetapi yang aktif hanya 300 sampai 400 anggota. Tidak ada syarat serta ketentuan untuk bergabung dan tidak ada keanggotaan tertulis, mereka hanya melihat daftar teman-teman yang suka ikut acara yang diadakan WTM. “Bagi anggota yang telah mengikuti kegiatan di WTM lebih dari satu sampai lima, mereka mengakui kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan mendapatkan yang beda dari weekend yang sudah-sudah,” ucap Enti selaku Humas WTM.

Setiap WTM mengadakan kegiatan mereka selalu memasukan unsur lokal, terutama dalam soal makanan dan program acaranya. Jadwal acaranya biasanya dua bulan sekali agar anggotanya tidak bosan.

Untuk sementara, tempat kegiatan yang biasa dikunjungi WTM masih seputar Jakarta, seperti museum atau ruang terbuka hujau. WTM selalu berusaha agar kegiatannya mengandung unsur yang kreatif serta inovatif. Selain itu dalam kegiatannya, WTM juga bekerjasama dengan komunitas lainnya agar terjalin kekerabatan yang erat.

Untuk saat ini WTM bukan hanya sebuah komunitas tapi sebuah gerakan yang mengajak orang-orang untuk tidak menghabiskan liburan mereka di Mall saja. “WTM berharap kedepannya tempat wisata dapat dikelola juga oleh pihak swasta, agar lebih terpelihara dengan baik,” tambah Opan selaku ketua. (teks&foto:gatit,lita)